
"Istri lo lama banget sih Van?" tanya Lucas setelah menghabiskan bakso satu mangkok dengan lahap.
"Ya kan memang belum waktunya pulang." jawab Vano.
"Gw susul aja ahh." Lucas bangkit dan pergi dari kantin.
"Lah, tuh anak mau cari Vanya kemana, dia kan gak tahu wajah Vanya kayak gimana. Bodo amat nanti kalau dia nyasar gak bakal gw cari." ucap Vano tanpa ada niatan untuk mencegah Lucas pergi.
-
Sementara di kelas Vanya pelajaran terakhir sedang berlangsung, Vanya selalu fokus mendengarkan apa yang guru jelaskan, tidak seperti yang lainnya ada yang ngibah dan ada juga yang makan secara diam diam.
"Ehh, gw kebelet nih, anterin gw dong." pinta Sisil bisik bisik kepada Vanya dan Sonya yang duduk di belakangnya.
"Noh si Sonya aja, gw gak mau ketinggalan pelajaran." tolak Vanya.
"Kok gw, sorry gw lagi mager." tolak Sonya juga.
"Yah, kok kalian gitu sih."
"Ya udah gw pergi sendiri aja." lanjut Sisil.
"Buk." pangil Sisil sambil mengangkat tangan kanannya.
"Iya kenapa Sisil?" jawab guru yang ada di depan.
"Saya mau izin ke kamar mandi, mau buang air kecil."
"Iya silahkan, tapi ingat jangan lama lama."
"Baik buk."
Sisil pun keluar dari kelas, dan pelajaran pun di lanjutkan kembali.
-
Lucas mengelilingi sekolahan ini dengan bersenandung ria tanpa ada rasa kepikiran kalau dia bakal kesasar seperti yang di ucapkan Vano. Untung saja keadaan sekolah lagi sepi karena masih jam pelajaran, coba kalau tidak, udah jadi santapan para cewe cewe si lucas mah.
-
Selesai dari kamar mandi Sisil berjalan keluar dari kamar mandi dengan membenarkan dasinya tanpa menatap jalan.
Bruk.
"Auw..." ringis Sisil karena tubuhnya yang menabrak benda keras di depannya.
"Maaf, maaf saya gak sengaja." Suara merdu dari seseorang.
Sisil pun mendongakkan kepalanya dan...
Deg.
"Gilak ganteng banget, dan itu lagi jakunnya...eemm.. sexy banget." batin Sisil terpesona akan orang yang dadanya dia tabrak tadi.
"Cantik juga nih cewek indo." batin orang itu yang tak lain adalah Lucas.
"Sekali lagi aku minta maaf udah nabrak kamu." ulang Lucas.
"Ooh, iya gak papa, aku tadi juga salah karena gak liat jalan." balas Sisil.
"Eemmm, kamu murid baru ya?" tebak Sisil.
"Oh bukan, aku di sini lagi nyari seseorang." jawab Lucas.
__ADS_1
"Sebenarnya sih pengen, cuma gak di bolehin sama Vano." batin Lucas.
"Oooh gitu, kirain murid baru."
"Emang kamu lagi nyari siapa? Siapa tahu aku kenal." lanjut Sisil.
"Cari siapa ya... kok gw bodoh banget tadi gak tanya dulu namanya siapa." gumam Lucas sambil menggaruk tengkuknya.
"Cewek atau cowok?" tanya Sisil lagi.
"Cewek."
"Namanya?"
"Hehehe aku gak tahu namanya." cengir Lucas hingga menampilkan deretan giginya yang rapi.
"Lah, kok bisa nyari orang tapi gak tahu namanya." heran Sisil.
"Iya tadi lupa nanya."
"Ya udah kalau gitu aku mau kembali ke kelas lagi." pamit Sisil toh orang di depannya ini juga gak tahu nama orang yang dia cari. pikir Sisil.
"Ehh tunggu." cegah Lucas pada Sisil yang hendak meninggalkan dirinya.
"Iya, ada apa lagi?" tanya Sisil cuek.
"Eemmmm anu."
"Anu apa?"
"Kamu tau Geovano Alexander William?" tanya Lucas.
"Iya tahu, emang kenapa? Jangan bilang kalau kamu lagi nyari Vano, maaf Vanonya hari ini gak masuk sekolah." cerocos Sisil.
"Bukan bukan, aku bukan cari Vano tapi cari istrinya Vano." jawab Lucas yang membuat Sisil mengeryitkan dahinya heran.
"Iya istri, istrinya Vano." jawab Lucas yakin.
"Kalau istrinya Vano aku gak tahu, tapi kalau pacarnya aku tahu."
"Ya mungkin itu, siapa tadi?"
"Pacarnya."
"Nah iya itu, kamu tahu di mana kelasnya?" tanya Lucas.
"Iya tahu, dia sahabat aku bahkan satu kelas dengan aku." jawab Sisil.
"Wah kebetulan dong."
"Terus namanya siapa?" lanjut Lucas
"Namanya Vanya." jawab Sisil.
"Ooh Vanya, bagus namanya." ucap Lucas yang di angguki Sisil.
Entah kenapa kalau di saat seperti ini ketol*lan Sisil malah muncul. Kalau saja yang ketemu Lucas itu Sonya pasti Sonya sudah berpikiran tentang ada apa dengan hubungan Vanya dan Vano. Tapi beruntung nya yang tahu Sisil, jadi ya masih aman rahasia Vano dan Vanya.
"Oh iya kita belum kenalan, nama aku Lucas, kalau kamu?" lanjut Lucas mengajak Sisil kenalan.
"Oh iya lupa, aku Sisil." jawab Sisil.
"Ya udah ayo aku antar ketemu Vanya." ajak Sisil.
__ADS_1
"Ayo."
Lucas pun mengikuti langkah kaki Sisil, mereka berjalan berbarengan kadang juga sambil ngobrol ngobrol ringan.
NB: Lucas itu orangnya pintar jadi dia jago bahasa Indonesia.
-
"Assalamualaikum buk." ucap salah Sisil saat memasuki kelas.
Sisil meninggalkan Lucas di luar, dia menyuruh Lucas untuk menunggu di luar kelas aja karena bentar lagi juga jam pulang sekolah.
"Waalaikum salam." jawab guru itu.
"Baiklah anak anak pertemuan kali ini sampai di sini saja, sampai jumpa di pertemuan selanjutnya. Jangan lupa kerjakan PR yang ibu berikan." Ternyata Sisil baru saja masuk, ehh taunya pelajaran sudah di akhiri.
"IYA BUK..." jawab semua murid.
"Baiklah kalau begitu ibu pamit dulu, Assalamu'alaikum Wr Wb."salam ibu guru.
"WAALAIKUM SALAM WR WB." jawab semua murid.
Semua murid pun pada membereskan peralatan tulis yang mereka punya ke dalam tas masing masing.
"Ehh Van, ada yang cari lo tuh di depan." ucap Sisil pada Vanya setelah keadaan kelas sudah sepi tinggal mereka bertiga.
"Hah, siapa?" tanya Vanya.
"Katanya sih tadi namanya Lucas, orangnya ganteng banget, badannya tinggi." jawab Sisil.
"Lucas." gumam Vanya dan seketika ingatannya teringat akan teman Vano yang dari Italia.
"Trus di mana orangnya?" tanya Vanya celingukan mencari sosok yang Sisil bilang.
"Tuh di depan kelas."
"Di depan kelas ini?" tanya Vanya memastikan.
"Iya lah, emang mau di mana lagi." jawab Sisil sewot.
"Seriusan lo."
"Iya Vanya ku sayang." greget Sisil.
"Aduh dia sama Vano gak?" tanya Vanya karena takut apa yang Vano candakan nanti beneran terjadi kalau Lucas itu jahat.
"Enggak dia sendiri aja." jawab Sisil yang membuat Vanya rada merinding takut.
"Kalian anterin gw yuk temuin dia." ajak Vanya pada kedua temannya.
"Kenapa sih, orang dianya juga baik kok, gak usah takut deh lo." ucap Sisil yang mengetahui ketakutan Vanya.
"Kalian pada ngomongin apaan sih." tanya Sonya sambil melepaskan handset yang ada di telinganya.
"Lo dari tadi pakai handset?" tanya Sisil.
"Iya, emang kenapa?"
"Pantesan budek."
"Dih, mending gw budek gara gara handset. Nah lo, budek dari sononya." balas Sonya.
"Udah deh kalian ini, ayo anterin gw temuin temannya Vano." ajak Vanya.
__ADS_1
"Vanya..." pangil seseorang dari pintu kelas.
...***...