My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 179


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuh dan sarapan, mereka bertiga yang tak lain adalah Vano, Vanya dan Lucas pergi mencari Farrel yang entah di mana sekarang.


"Nih anak kemana sih, pagi pagi udah ngilag aja." ngedumel Lucas.


"Mungkin kak Farrel lagi jaga Fira di ruangannya." ucap Vanya.


"Nah, bener juga tuh. Ayo kita ke sana." setuju Lucas.


Mereka bertiga pun pergi mencari letak ruang rawat Fira.


Ya, dini hari tadi operasi yang Fira jalani baru saja selesai. Dan Alhamdulillah operasinya berhasil, meskipun tadi Fira sempat kritis tapi sekarang kondisinya sudah normal.


-


Farrel POV


Aku bingung sekarang mau senang atau sedih, senang karena kekasih kecilku sudah kembali, tapi juga sedih karena kekasih kecilku tengah terbujur kaku di atas ranjang rumah sakit.


Fira Wulandari, nama yang cantik bukan. Sama seperti orangnya, dia juga cantik dan hatinya juga lembut selembut sutra.


Entah apa yang kamu alami dulu hingga membuat kamu harus bergabung dengan dunia gelap seperti itu. Tapi aku bersyukur, di dunia gelap itu lah aku berhasil menemukan kamu kembali.


Ku belai lembut kepalanya, ku cium tangan yang tak terpasang infus. Aku berharap kamu cepat sadar dan aku akan menceritakan masa lalu kita waktu kecil dulu.


"Fira bangun, ini Palel. Kamu pernah janji sama aku, kamu gak akan bikin aku sedih. Sekarang kamu bangun ya, aku mohon." lirih Farrel sambil menggenggam tangan Fira.


Tak ada respon apa pun dari Fira, hanya suara detak jantung Fira yang berasal dari alat di samping ranjang Fira lah yang menemani keheningan di ruangan itu. Farrel tetap setia menemani Fira, bahkan semalaman pun Farrel tak bisa tidur karena kepikiran dengan Fira.


Author POV


Flashback on:


Setelah pendonoran darah yang di lakukan oleh Farrel, Farrel kepikiran sesuatu.


Kenapa darah dia bisa sama dengan Fira.


Kalimat itulah yang keluar di benak Farrel, apakah itu hanya kebetulan semata atau apa?


Tanpa sepengetahuan Vano dan yang lain, Farrel meminta data diri Fira ke perawat dan benar saja, tanggal lahir Fira sama dengan tanggal lahir seseorang di masa lalu Farrel.


Tak sampai di situ aja, Farrel juga memaksa masuk setelah operasi selesai. Dia ingin memastikan tahi lalat yang pernah dia lihat waktu itu saat Fira mengibaskan rambutnya. Dan benar saja tahi lalat itu memang ada dan sama persis seperti orang di masa lalu Farrel.

__ADS_1


Farrel di paksa untuk istirahat oleh Vano, karena Farrel tidak mau mereka curiga akhirnya Farrel nurut saja. Tapi saat mereka semua sudah tidur, Farrel mengambil ponselnya dan menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari asal usul Fira masuk dunia gelap.


Tadi pagi Farrel mendapatkan pesan berisi data data Fira yang lengkap mulai dari Fira kecil hingga dewasa sekarang. Dan benar saja ternyata Fira itu adalah Firanya waktu kecil. Gadis manis yang sudah menolongnya dari kejaran bibinya. Setelah membaca semua data data itu Farrel pun segera membersihkan diri dan pergi dari ruangan yang Vano sewa menuju kamar rawat Fira.


Flashback off.


Flashback on masa lalu Fira dan Farrel:


Dulu waktu kelas 4 SD, saat pulang sekolah Farrel tidak di jemput oleh sopirnya papa Wijaya karena ban mobil bocor. Alhasil Farrel memilih untuk pulang sendiri, tapi saat di tengah jalan dia bertemu dengan bibinya yang tak lain adalah Fen Wang. Farrel yang ketakutan pun berlari terbirit-birit untuk menghindari bibinya itu. Farrel berlari masuk ke gang gang perkampungan, karena tidak hati hati Farrel pun terjatuh.


Fira yang saat itu juga pulang dari sekolah pun menolong Farrel dan membawanya ke rumah sederhana miliknya dan juga ibunya. Farrel pun ikut dengan Fira sekalian bersembunyi dari kejaran bibinya.


Fira mengobati luka lecet di lutut Farrel dengan lembut dan hati hati hingga berhasil menggetarkan hati Farrel. Mulai dari sanalah mereka dekat, Fira yang cadel memangil Farrel dengan sebutan Palel.


Lama mereka dekat hingga suatu hari entah mengapa Fira menghilang, Farrel mencari kerumahnya dan bertanya ke tetangga tetangga Fira tapi mereka tidak ada yang tahu keberadaan Fira dan ibunya.


Mulai saat itulah cerita cinta antara dua anak kecil berakhir hingga sekarang.


Flashback off.


Ceklek.


Pintu terbuka membuat Farrel menoleh ke arah pintu.


"Kakak kenapa pergi gak pamit dulu sama kita, kita khawatir sama kakak." ucap Vanya memeluk Farrel.


"Maaf tadi kakak buru buru jadi lupa buat pamit sama kalian." balas Farrel mengelus rambut Vanya.


"Van." Lucas menyengol lengan Vano.


"Hmm." balas Vano menatap Farrel dan Vanya.


"Panas gak?" tanya Lucas meledek.


Bagaimana tidak, Lucas tahu sekarang Vano sudah kebakaran jenggot melihat istrinya berpelukan dengan cowok lain di depan matanya sendiri.


"Gak biasa aja." jawab Vano tetap cool.


"Masaaak..." goda Lucas.


"Lo diem atau gw suruh lo nanganin orang lumpuh lagi di markas." tegas Vano.

__ADS_1


"Hehehe gak dulu deh kalau soal itu, mending lo suruh gw lawan preman saja dari pada harus ngurusin orang lumpuh." tolak Lucas.


"Kalian ngomongin apa sih?" tanya Vanya setelah melepaskan pelukannya dengan Farrel.


"Ooh enggak, itu tadi Lucas minta duit sama aku. Biasalah orang gak mampu." jawab Vano yang membuat mata Lucas melotot sempurna.


"Sial*n lo, uang gw masih banyak."


"Emang gw peduli."


"Kalau kalian mau ribut silahkan di luar." usir Farrel dengan wajah datarnya.


"Lo berani ngusir gw." sentak Vano.


"Kenapa tidak." balas Farrel.


"Lo..."


"Udah Van, udah." tahan Vanya.


Vanya menahan tubuh besar Vano yang akan melayangkan tinjuan ke Farrel.


"Ayo kita pulang, gak asik di sini." ajak Vano tanpa pamit dan segera menyeret tangan Vanya.


"Eehh aku belum pamit." ucap Vanya agar Vano berhenti tapi tak di hiraukan oleh Vano.


"Kak aku pamit dulu, nanti aku ke sini lagi." teriak Vanya sebelum tubuhnya di angkat dalam digendongan Vano.


"Kyaaa.... Vano turunin." berontak Vanya karena tubuhnya di gendong seperti karung beras.


Vano tak menghiraukan teriakkan Vanya, dia tetap berjalan mengabaikan orang orang yang melihat mereka.


"Gw juga mau pamit pulang dulu Rel, badan gw sakit semua semalaman tidur di sofa. Dan lo jangan lupa makan, lo dari pagi belum sarapan." pamit Lucas sambil mengingatkan Farrel.


"Hmm." balas Farrel.


"Cih.." decih Lucas.


"Fir gw pulang dulu ya, nanti kalau ada waktu gw ke sini lagi." pamit Lucas pada Fira yang masih tak sadarkan diri. Dan setelah itu dia pergi meninggalkan Farrel sendiri di sana.


"Hufft..." hela nafas Farrel.

__ADS_1


"Kapan kamu sadar, aku nungguin kamu selama ini." lirih Farrel menatap wajah pucat Fira dengan sedu.


...***...


__ADS_2