
Mereka pun berangkat menuju sekolah Vino untuk mengantarnya dulu setelah itu mereka pergi menuju SMAN 1 Jakarta.
Setelah sampai di parkiran sekolah banyak sepasang mata yang melihat kearah Vano dan Vanya tanpa terkecuali Cindy dkk juga melihatnya.
"Itu kan Vanya kok bisa boncengan sama Vano."ucap salah satu murid yang melihat adegan tersebut.
"Iya ya apa jangan-jangan ada hubungan di antara mereka."jawab murid satu nya.
Cindy yang mendengar perkataan murid murid itu pun merasa geram.
"Kalau gak tau apa apa itu diam."ucap Cindy menghentikan pembicaraan mereka.
"Apa sih gak jelas banget, bilang aja lo irikan sama Vanya karena bisa di bonceng Vano."ledek salah satu murid yang berani melawan Cindy.
"Lo."balas Cindy sambil menunjuk muka murid yang berani melawannya tadi.
"Apa, lo kira gw takut sama lo."tantang murid itu.
"Liat aja apa yang bakal gw lakuin sama keluarga Lo."ancam Cindy.
"Silahkan mana gw mau liat, emang apa yang bakal lo lakuin sama keluarga gw hmm."jawab santai murid itu.
"Gw bakal suruh papa gw buat hancurin perusahaan bokap Lo."
"Sory gw gak takut tuh. Lagian Sekarang perusahaan bokap gw udah di atas perusahaan bokap lo, jadi gw gk takut sama lo."
"Seharusnya lo tuh ngaca. Lo sama Vanya tuh masih cantik Vanya kemana mana, udah cantik,baik, pintar lagi paket komplit dah "ucap murid itu memanas manasi Cindy.
Cindy yang mendengar itu pun mulai panas. Memang benar sekarang perusahaan papanya lagi ada masalah, tapi dia juga gak mau sampai kehilangan Vano.
Karena semua murid pada membiarkan Vanya yang membuatnya panas maka dia memilih meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan yang tidak bisa di jelaskan.
"Awas aja si Vanya gw bakal lakuin sesuatu sama lo. Ayo gaes kita cabut."ucap geram Cindy sambil mengajak pergi temannya.
Sementara murid murid masih membiarkan Vanya dan Vano yang mereka yakini memiliki hubungan spesial, bahkan di antara mereka ada yang meyakini bahwa Vanya dan Vano sudah tunangan.
Sedangkan di posisi Vanya dan Vano yang baru saja turun dari motor, mereka biasa aja karena di sekolahan mereka gosip seperti ini sudah biasa mereka dengar bahkan mengalahkan acara gosip di televisi.
"Heran deh mereka itu gak ada kegiatan lain apa selain bergosip."ucap Vanya.
"Kamu kayak gak tau kaum perempuan aja mereka kan rajanya gibah. Jawab Vano sambil terkekeh karena ucapannya.
Vanya yang melihat Vano terkekeh pun membuatnya terkesima, karena jarang jarang Vano tertawa apa lagi sampai menampilkan gigi rapinya yang membuat ketampanannya bertambah.
...(senyum kotak Vano)...
__ADS_1
Vanya pun memperhatikan Vano yang sedang tertawa tanpa dia sadari Vano telah mengetahuinya dan tengah menatap ke arahnya. Bahkan Vanya tidak menyadari pangilan Vano karena dia sangat terkesima oleh ketampanan Vano.
...(Vanya yang memperlihatkan ketampanan Vano)...
Sedangkan Vano yang menyadari kalau Vanya sedang memperhatikannya itu di buat bingung.
"Van lo gak papa kan "tanya Vano yang tidak mendapatkan respon dari Vanya.
Vano pun melambaikan tangannya di depan muka Vanya, tetapi Vanya tetap tidak merespon akhirnya dia memutuskan untuk memanggil Vanya dengan nada yang keras.
"VANYA FAIROSA WIJAYA HALOOO.."Teriak Vano sambil tetap melambai-lambaikan tangannya di depan muka Vanya yang membuat Vanya tersadar dari lamunannya.
"Apaan sih teriak teriak gw gak budek ya."ucap Vanya sambil menyembunyikan keterjutan nya.
"Gw tau gw tampan tapi gak usah gitu juga kali memandang gw nya."jawab santai Vano sambil melangkahkan kakinya menuju kelas.
"Idih siapa juga yang sedang memandang lo orang gw lagi ngeliatin mereka yang lagi ngibahin gw kok."kilah Vanya sambil mengejar langkah Vano yang lebar. Maklum lah Vano orangnya tinggi.
"Halah alasan, bilang aja gak papa kok. Sekalian kalo mau cium juga boleh, gratis kok sepesial buat lo gak bayar."
"Di bilangin juga gw gak mandang lo."
"Apa tadi lo bilang, cium lo."
"Yakin nih gak mau. Awas loh hati hati biasanya tuh benci sama cinta tuh beda tipis."
"Iiih amit amit jabang baby."ucap Vanya sambil mengetok ngetok kepalanya.
"Yakin nih. Nanti gw di embat cewek lain nangis."
"Gak bakal. Lagian ngapain gw nangis kayak gak ada kerjaan aja."
"Nanti nangeesss."ejek Vano menirukan ucapan yang lagi viral di aplikasi toktok sambil berlari meninggalkan Vanya karena dia tahu Vanya bakal menghajarnya.
"VANO TUNGGUIN GW JANGAN LARI LO. AWAS AJA NANTI KALO KETEMU GW BEJEK BEJEK LO SAMPAI JADI PERKEDEL."teriak Vanya yang tidak di hiraukan Vano.
Akhirnya Vanya memutuskan untuk masuk ke dalam kelas dan seperti biasa dia akan menaruh tasnya dan pergi menuju gerbang.
Setelah bel berbunyi yang menandakan pelajaran akan di mulai Vanya beranjak pergi dari gerbang, tetapi Vanya tidak berjalan menuju kelas melainkan menuju ruang OSIS karena akan di adakan rapat.
Sebagai ketua OSIS dia sangat di butuhkan di acara rapat ini. Meskipun Vanya sebenarnya sayang bila harus meninggalkan mata pelajaran tapi mau gimana ini sudah kewajibannya.
Setelah sampai rapat pun di mulai rapat kali ini membahas tentang agenda yang akan di adakan 3 hari lagi yaitu acara perkemahan yang akan di lakukan di daerah puncak.
Setelah berdiskusi akhirnya rapat pun selesai dan mereka kembali ke kelas masing masing, kecuali ketua dan wakil OSIS yang harus menyampaikan acara tersebut di ruangan yang
__ADS_1
berfungsi sebagai pusat pengumuman.
Setelah menyampaikan pengumuman tersebut yang mendapat sorakan dari beberapa murid karena senang akan di adakan kemping, mereka pun kembali ke kelasnya.
Di tempat Vano dkk mereka seperti biasa berada di atap sekolah yaitu tempat basecamp mereka.
"Van lo ikut acara kemping gak."tanya Rangga.
"Ya pasti ikutlah Nga kan di sana nanti ada Vanya. Ya gak Van?"bukan Vano yang menjawab melainkan Galang.
"hmm."jawab Vano seperti biasa.
"Oh ya tadi gw denger denger dari murid cewek kalau lo tadi berangkat bareng Vanya. Beneran itu Van."tanya Rangga kepo.
"Hmm."
"Hmmm doang."ucap Rangga.
"Udah Nga jangan tanya Vano percuma jawabannya pasti cuma hmmm doang."ucap Galang yang sebenarnya juga ikut kesal sama Vano.
"Hhhh iya gw lupa dia kan serigala kutub."jawab Rangga.
"DIAM."bentak Vano yang membuat mereka gercep diam di tempat tanpa mengeluarkan suara karena mereka tau kalo Vano dalam mode on itu artinya mereka tidak aman.
Vano melihat mereka berdua satu persatu setelah itu dia tertawa terbahak bahak.
"Hahahahahahhhhh..."Tawa Vano yang melihat ekspresi wajah sahabatnya.
Galang dan Rangga yang melihat Vano tertawa pun di buat bingung.
"Lo kenapa Van."tanya Galang.
"Sumpah ekspresi lo pada tadi lucu banget."jawab Vano sambil memegang perutnya yang kram akibat tertawa.
Galang dan Rangga saling pandang dan akhirnya...
....
Hehehe segitu dulu ya besok di lanjut besok lagiπ
Apa yang bakal di lakukan sama Rangga dan Galang?
Dan apa rencana yang bakal Cindy dkk lakukan untuk mencelakai Vanya?
...*Makasih buat reader yang masih setia membaca cerita aku sampai sini....
...Minta dukungan nya dengan cara like komen dan votenya ya dan jangan lupa di favoritin biar gak ketinggalan kalo author update.ππ...
__ADS_1
Follow Ig author*:@adhilla_021