My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 161


__ADS_3

Vano dan Lucas sampai di parkiran mall, mereka menunggu kedatangan Farrel yang katanya hampir sampai di sana.


"Lama amat sih." ucap Lucas.


"Tau tuh." sahut Vano.


Dari arah jalan raya mereka melihat mobil yang tak asing lagi bagi Vano, siapa lagi pemiliknya kalau bukan Farrel.


"Sorry bro macet tadi." ucap Farrel setelah turun dari mobil dan menghampiri Vano dan Lucas.


"Hmm." respon keduanya.


"Ya udah yok masuk." ajak Lucas.


"Yok." sahut Farrel.


"Bentar." cegah Vano yang membuat Farrel dan Lucas menatap ke Vano.


"Ada apa Van?" tanya Farrel.


"Kita tungguin orang gw sebentar." jawab Vano.


"Siapa?" kepo Lucas.


"Nanti kalian juga tahu." jawab Vano yang membuat Farrel dan Lucas penasaran.


Lucas bertanya pada Farrel melalui gerakan alisnya tadi Farrel menjawabnya dengan mengedihkan bahunya yang berarti tak tahu.


"Nah tuh dia." seru Vano menyambut seorang wanita yang berjalan menghampiri Vano, Farrel dan Lucas.


"Selamat pagi tuan." sapa wanita itu agak membungkukkan badannya.


"Pagi juga Fir." balas Vano.


"Oh iya ini kenalin, yang ini namanya Lucas dia temen gw dari Itali kalau yang ini kak Farrel, dia kakaknya istri gw." Vano memperkenalkan Lucas dan Farrel pada Fira.


"Fira." ucap Fira sambil tersenyum manis.


Deg.


Ada getaran aneh di hati Farrel saat melihat senyuman Fira, seperti pernah melihatnya.


"Lucas." ucap Lucas memperkenalkan dirinya.


Tiba saat bagian Farrel yang memperkenalkan dirinya, Farrel diam saja. Dia malah melamun yang entah melamunkan apa.


"Rel." ucap Lucas sambil menyengol bahu Farrel.


"Hah, oh gw Farrel." ucap Farrel setelah sadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Oh iya ini yang gw bilang sama kalian kemaren, orang yang akan jadi pelayan Vanya nanti saat melakukan misi." jelas Vano.


"Lo yakin Van, dia cewek loh."Ucap Lucas meremehkan Fira.


"Kalau kalian belum kenal Fira sepenuhnya pasti kalian ngira si Fira ini cewek lugu. Tapi kalau kalian tahu yang sebenarnya, pasti Kalian akan minder buat dekat dengannya." jelas Vano.


"Maksud lo?" tanya Farrel kepo.


"Jadi si Fira ini tuh salah satu orang kepercayaan gw di WD, tapi dia bergerak secara sembunyi-sembunyi makanya kalian berdua belum kenal dia." jelas Vano lagi.


Fira pun hanya tersenyum manis saja, Fira memang cantik dan ramah kepada semua orang. Dia juga selalu tersenyum jika bertemu orang baik yang dia kenal ataupun tidak, tapi di balik itu, ada jiwa iblis yang tersembunyi dalam dirinya.


"Seriusan lo, masak cantik cantik gini suka bunuh orang sih." tanya Lucas agak memuji Fira sedikit, dan hal itu berhasil membuat Farrel agak kesal.


"Udah ayo kita masuk ke dalam, biar gak buang buang waktu." jeles Farrel dan segera berlalu meninggalkan Vano, Lucas dan Fira di belakang.


"Dia kenapa?" tanya Lucas yang di balas Vano dengan mengedihkan bahunya.


"Yok kita masuk." ajak Vano, mereka pun masuk ke dalam mall.


Tempat pertama yang Vano tuju adalah ruangan cctv, di mana nanti tempat memantau perkembangan kondisi yang terjadi.


Oh iya soal mall, Vano sudah berbicara pada manajer yang menjabat di mall ini. Dengan mengunakan nama William, semua akan beres dengan mudah.


Vano mulai mengotak atik keyboard komputer yang memperlihatkan rekaman cctv di seluruh penjuru mall.


"Ehh ini nanti yang gw tunjuk suruh pasang cctv, karena ada banyak tempat yang tidak terjangkau dengan cctv." ucap Vano dengan pandangan yang serius menatap layar komputer.


"Terserah kalian aja, yang pasti rencana ini harus berhasil. Gw gak mau istri gw kenapa napa, jadi jangan sampai kita kecolongan." ujar Vano.


"Trus gw ngapain Van?" tanya Lucas.


"Lo nanti bagian yang mantau di sini. Dan lo kak, lo nanti bagian yang menyiapkan semua anak buah. Nanti tempatnya gw kasih tahu di mana saja yang harus di jaga." jelas Vano.


"Trus Lo?" tanya Farrel.


"Gw sebagai algojo yang datang di akhir." jawab Vano seperti bos, ya emang bos sih.😂


"Enak dong." sahut Lucas.


"Enak apanya, enakan lo yang tinggal plototin layar dong." balas Vano.


"Hehehe iya ya." Lucas menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Oh ya Fir, kostum lo buat nanti udah siap kan?" tanya Vano.


"Udah, soal itu lo tenang aja, udah gw siapin semuanya tinggal nunggu waktu mainnya aja." jawab Fira yang sepertinya sudah sangat akrab dengan Vano.


"Baguslah kalau gitu." balas Vano.

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu gw mau urusin pasang cctv di luar." pamit Fira.


"Ehh tunggu, siapa yang bantu lo?" cegah Vano.


"Udah lo tenang aja, nanti banyak anak buah gw yang bantu." jawab Fira.


"Gw boleh bantu." ucap Farrel tiba tiba yang membuat mereka semua menatap Farrel.


"Kenapa, toh gw juga hari ini gak ada tugaskan. Kalau Lucas kan ada bimbingan dari Lo." ucap Farrel lagi.


"Ya udah kalau gitu, bagus sih biar cepat selesai." setuju Vano.


"Gimana Fir, boleh kan?" tanya Farrel pada Fira.


"Oh iya, bo-boleh kok." jawab Fira agak gugup.


"Ya udah sana kalian pergi, gw mau berduaan sama bebeb Vano." usir Lucas.


"Dih, pisang doyan pisang." ledek Farrel dan segera keluar dari sana sebelum kena semburan dari Lucas di ikuti Fira di belakangnya.


"Sembarang Lo, gw juga masih doyan apem." teriak Lucas tak terima di hina Farrel.


"Teriak teriak mulu, gak bosen apa Lo, udah sono cepat pelajari apa yang gw ajarkan kemarin." perintah Vano.


"Iya iya bawel."


Lucas pun segera duduk di tempat duduk Vano tadi dan segera melakukan apa yang Vano ajarkan beberapa hari yang lalu kepadanya.


-


Farrel dan Fira berjalan berbarengan menuju tempat di mana ada anak buah Fira berada. Dalam perjalanan mereka saling diam, tak ada dari mereka yang memulai pembicaraan. Hingga ada anak kecil yang lari larian ke arah mereka dan tak sengaja menabrak Fira.


Deg.


Suara detak jantung keduanya. Saat Fira hampir jatuh karena di tabrak anak kecil tadi, dengan cepat Farrel menarik tangan Fira sehingga membuat Fira masuk ke dalam pelukan Farrel.


Mereka saling pandang satu sama lain, dengan tinggi badan Farrel yang lebih tinggi dari pada Fira sehingga membuat Fira harus mendongakkan kepalanya supaya dapat menatap wajah Farrel.


"Kakak maaf tadi cantik gak sengaja." ucap anak kecil tadi yang membuat Farrel dan Fira tersadar dari posisi keduanya.


"Ehh sorry." ucap kompak keduanya yang membuat mereka berdua salting.


"Kakak jangan marah sama cantik, cantik gak sengaja." ucap anak kecil yang menyebut dirinya sendiri cantik, mungkin namanya cantik.


"Iya kakak gak marah kok, lain kali kalau lari lari jangan di mall ya, kan banyak orang." ucap Fira lembut sambil berjongkok menyamakan tingginya dengan cantik.


"Makasih kakak udah gak marah sama cantik."


Eeemmmuah.

__ADS_1


"Cantik pergi dulu udah di cariin mama, dadaaah kakak." ucap cantik setelah mengecup pipi Fira dan segera berlari pergi.


...***...


__ADS_2