My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 203


__ADS_3

"Selamat kakak, cepat cepat nyusul ya " ucap Vanya memberikan selamat pada Farrel dan Fira.


"Makasih, doain aja semoga bisa cepat cepat nyusul." balas Fira dan Farrel.


"Kak Fira nanti kalau kak Farrel jahatin kakak atau buat kakak menangis bilang sama Vanya ya, biar Vanya yang kasih pelajaran." tambah Vanya pada Fira.


"Siap komandan." hormat Fira patuh pada Vanya.


"Apaan sih kak ada ada aja deh."


Fira pun terkekeh melihat respon respon Vanya yang seperti itu.


"Selamat kak, Fir. Udah yuk yank kasian yang di belakang harus ngantri lama." ajak Vano pada Vanya setelah memberikan selamat pada mereka berdua yang tidak ada manis manisnya. Mungkin saja gula mahal 😂.


"Ya udah kak, aku ke sana dulu ya. Mau makan." pamit Vanya. Setelah mendapat anggukan dari Farrel dan Fira mereka berdua pun pergi dari sana menuju tempat makanan.


Meskipun ini cuma acara akad saja, tapi ingat sesederhana nya keluarga kaya itu mewahnya orang kalangan menengah ke bawah. Jadi meskipun hanya acara akad sama makan makan doang, tapi terdapat dekor pelaminan serta makanan prasmanan ala ala menikah di hotel bintang lima.


Setelah acara sungkeman, makan makan dan memberikan selamat kepada mempelai. Sekarang keluarga inti yang terdiri dari keluarga Vano, keluarga William, keluarga Wijaya dan tak lupa ada Lucas yang menyempil di sana pergi ke hotel untuk bermalam semalam saja. Sekarang mereka tengah duduk duduk santai sambil berbincang bincang ria di sebuah ruangan luas yang tersedia di hotel yang Vano sewa.


"Gimana perusahaan almarhum papa kamu yang ada di China sana Rel?" tanya papa William.


"Rencananya sih mau aku pindah ke sini aja Om karena aku sudah nyaman tinggal di sini. Tapi itu akan memakan waktu, jadi aku memutuskan untuk buka cabang di sini aja, dan aku pindahkan induknya ke sini. Yang di sana aku biarin, entah satu bulan atau dua bulan aku akan berkunjung ke sana untuk mengeceknya langsung." jawab Farrel.


"Bagus kalau gitu, biar keluarga kita tidak terpencar jauh. Ntar Om kasih gedung Om yang satunya buat kamu biar kamu gak perlu sibuk nyari gedung baru lagi."


"Gak perlu Om, itu terlalu berlebihan. Aku bisa minta bantuan papa kok nanti." tolak Farrel dengan halus.


"Om gak terima penolakan. Anggap saja itu sebagai hadiah pernikahan buat kalian berdua. Lagian juga Fira sering bantu Om dalam menyelesaikan masalah. Jadi kamu harus terima itu, gak ada penolakan." tegas papa William.


"Ya udah Om terimakasih sudah mau bantu Farrel." ujar Farrel.


"Kita kan saudara, jadi harus saling membantu."


"Farrel di kasih, aku gak di kasih Om. Ya minimal mobil kayak punya Vano lah." sahut Lucas memelas.


"Kamu mah udah sering, tuh di garasi rumah papa kamu yang di Italia siapa yang beliin." ucap papa William.


"Ya kalau itu kan beda, sekarang Lucas ada di indo bukan di Itali. Mau ya Om plis....satu aja." mohon Lucas.


"Iya nanti Om beliin." final papa William.

__ADS_1


"Yes, makasih Om Wili yang paling ganteng." puji Lucas.


"Cih, kalau ada maunya aja muji muji." decak papa William di balas cengiran oleh Lucas.


"Kak Farrel dapat, kak Lucas juga dapat. Masak Vino gak dapat, Vino juga mau dong pa. Beliin Vino motor kayak punya kakak ya, yang warna item biar keren." ucap Vino yang tak mau kalah dari Lucas.


"Heh bocil, emang tuh motor mau lo buat apa. Badan segede piyik aja mau sok sok an naik motor gede." ucap Lucas membalas ucapan Vino.


"Ya terserah Vino lah mau aku apain, yang pasti biar Vino kelihatan keren di mata cewek cewek di sekolah." sok keren Vino sambil menyisir rambutnya ke belakang.


"Cih keren katanya, masih keran juga gw." tak mau kalah Lucas dan ikut ikutan menyisir rambutnya ke belakang.


"Pa beliin Vino motor ya, pliss..." mohon Vino lagi.


"Iya nanti papa beliin." jawab papa William.


"Yes, makasih papa. Vino sayang papa banyak banyak." seru Vino senang.


"Pa..." pangil mama Fara.


"Udah mama tenang aja, nanti papa beliin Vino motor lima sekaligus di toko mainan." ujar papa William membuat gelak tawa dari mereka semua yang ada di sana.


"HAHAHAHA..."


"Apa?" Balas papa William.


"Udah Vino kamu tenang saja, nanti Om yang beliin Vino motor beneran kayak punya kak Vano." sela papa Wijaya.


"Beneran Om?" girang Vino.


"Iya, nanti Vino bisa pilih sendiri." jawab papa Wijaya.


"Makasih Om, Om Wijaya emang baik dan ganteng gak kayak papa, udah jelek, tua, pelit lagi." maki Vino pada papanya yang membuat semua orang tertawa lagi.


"HAHAHA..."


"Heh." papa William memelototi Vino.


"Wlekk..." ejek Vino sambil menjulurkan lidahnya.


"Eemmm papa sama papa mertua gada niatan beliin anak Vano juga apa?" sela Vano yang langsung mendapatkan jitakan dari Farrel juga Lucas.

__ADS_1


"Anak lo belum lahir Vano..." kesal Lucas.


"Lagian tuh harta lo udah banyak, belum lagi warisan dari si Marvel." timpal Farrel, membuat kedua pasang orang tua itu menatap Vano dan Vanya meminta penjelasan.


"Maksudnya gimana?" tanya papa William melupakan kekesalannya pada Vino.


"Eemmm jadi gini..." Vano menjelaskan apa yang Farrel maksud mulai dari akarnya hingga ke tangkai tangkainya.


"Trus kamu terima?" tanya papa Wijaya.


"Aku sih menolaknya, karena harta aku yang papa berikan aja belum tentu habis bahkan sampai tujuh turunan tujuh tanjakan sekaligus." sombong Vano.


"Tapi..." lanjut Vano menjeda ucapannya yang membuat semua orang penasaran.


"Tapi apa?" gak sabaran mama Fara.


"Sayang juga kalau di lepas, lumayan kan nanti bisa buat beli pulau." lanjut Vano yang mendapatkan jitakan lagi dari Farrel dan Lucas.


"Dasar matre." ucap Farrel dan Lucas.


"Ya bukannya matre, kan ada di depan mata buat apa gak di manfaatkan." balas Vano.


"Ehh, tapi kamu udah menyelidiki semuanya kan, aman gak harta itu?" selidik papa William.


"Udah, dan semuanya aman dan bersih." jawab Vano.


"Gilak sih, cinta memang membutakan segalanya." gumam Lucas.


"Tapi karena cinta juga hidup akan lebih berwarna." balas Vano.


"Bener tuh, coba deh lo cari cewek. Pasti hidup lo gak ngenes ngenes banget." timpal Farrel.


"Gw sih ada seseorang yang menarik perhatian gw, tapi..." Lucas menggantung ucapannya sambil membayangkan dirinya pertama kali sampai di indo dan ketemu Sisil di sekolah.


"Tapi apa?" tanya Farrel.


"Udah punya pawang." melas Lucas.


"Yah cupu lo, kalau gw jadi lo bakal gw perjuangin tuh cewek." balas Farrel yang di angguki Vano.


Sedangkan Fira dan Vanya, mereka berdua hanya diam saja menyimak apa yang kaum laki laki bicarakan.

__ADS_1


...***...


__ADS_2