My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 211


__ADS_3

"Ini semua kamu yang masak?" tanya Farrel saat melihat berbagai jenis masakan di atas meja makan.


"Iya, tadi aku suruh Dodi buat belanja ke supermarket." jawab Fira.


"Wah dari aromanya sih kayaknya enak."


"Kamu mau makan sama lauk apa?" tanya Fira akan mengembalikan Farrel nasi beserta lauk-pauknya.


"Aku mau cobain semua."


Fira pun segera mengambilkan makanan yang di masak dan memasukkan ke dalam piring Farrel.


"Dah, coba kamu cobain, gimana rasanya enak gak?"


Farrel pun memasukkan satu sendok makanan ke dalam mulutnya dan diam sebentar, hal itu berhasil membuat Fira was was takut masakannya tidak enak.


"Gimana, gak enak ya?" tanya Fira.


Farrel mengunyah makanan yang ada dalam mulutnya dan....


"Enak banget, ini mah kalau di suruh kasih nilai antara satu sampai sepuluh aku kasih nilai sepuluh ples buat kamu." puji Farrel yang berhasil membuat Fira senang.


"Syukurlah kalau kamu suka, aku tadi udah takut banget kalau masakan aku gak enak."


"Ngapain pakek takut segala, orang ini enak banget kok. Aku jadi ketagihan deh keknya."


"Ya udah kalau gitu aku bakalan masakin buat kamu setiap hari."


"Oh tidak bisa, nanti tangan kamu bisa tergores. Aku udah cari 10 asisten rumah tangga buat bersih bersih sekaligus masak. Nanti sore akan sampai di sini." ujar Farrel melarang Fira untuk memasak tiap hari.


"Hah sepuluh, gak kurang banyak tuh?"


"Masih kurang ya, ya udah nanti aku suruh Dodi buat cari lagi." balas Farrel menangapi ucapan Fira dengan serius.


"Ehh, gak usah gak usah. Aku tadi cuma becanda, sepuluh aja udah kebanyakan menurut aku." larang Fira.


"Serius juga gak papa, nanti biar aku tambah lima lagi." balas Farrel.


"Gak usah Farrel. Lagian aku juga masih bisa kok bantu bantu bersih bersih." larang Fira yang tak memangil Farrel dengan byy lagi.


"Gak, aku gak kasih ijin kamu buat bersih bersih." larang Farrel.


"Masak gak boleh, bersih bersih gak boleh. Terus aku mau ngapain di rumah. Kalau kamu larang aku, aku bakal kembali ke WD lagi." ancam Fira.


Farrel sudah melarang Fira menjadi anggota WD lagi, awalnya Fira menolak akan hal itu. Pasalnya di WD lah Fira bisa hidup kayak gini, tapi dengan bujuk rayu Farrel akhirnya Fira luluh juga. Fira pun ijin mengundurkan diri pada papa William, dan sama dengan Fira. Awalnya papa William pun tidak menyetujui pengunduran diri Fira, tapi Farrel yang pintar omong itu merayu merayu dan merayu papa William hingga akhirnya papa William pun mengijinkan Fira. Tapi dengan syarat Fira masih mau datang ke markas untuk berkunjung sekali kali, dan Farrel yang harus menggantikan posisi Fira di WD. Mau tak mau Farrel pun akhirnya setuju, dari pada Fira yang ada di sana kan mending dirinya. pikir Farrel.


"Loh kok gitu, ya udah aku izinin kamu buat masak tapi kamu kalau lelah gak boleh di paska buat masak. Ingat ya cuma masak gak ada cuci cuci piring." final Farrel.

__ADS_1


"Nah gitu dong, itu baru suami Fira." senang Fira.


"Udah sana kamu habiskan makanannya." perintah Fira.


Farrel pun menurut, dia makan dengan lahap bahkan sampai nambah lagi. Begitu juga dengan Fira, tapi Fira tidak ikut nambah.


-


Sementara di posisi Vanya, dia sudah selesai mandi dan berganti baju. Sekarang tinggal nunggu Vano yang masih sibuk memakai pakaiannya.


"Udah belum?" teriak Vanya pada Vano yang berada di walk in closed.


"Iya bentar." jawab Vano.


"Dah yok." ajak Vano setelah keluar dari walk in closed.


"Kok kamu ganteng banget sih." puji Vanya.


"Baru sadar kamu kalau aku ganteng?"


"Enggak, cuma kali ini makin ganteng." balas Vanya.


"Masak sih?"


"Iya, mungkin efek rambut kamu kali. Memang benar kata orang, kalau gaya rambut bisa mempengaruhi kegantengan." balas Vanya.


"Bisa aja kamu, dapat dari mana kata kata kayak gitu hmm?" tanya Vano sambil terus berjalan dengan Vanya yang berada di sebelahnya menuju meja makan untuk makan siang.


"Oooh pantes."


"Pantes kenapa?"


"Pantesan kok bener, kan netijen maha benar."


"Bisa aja kamu."


Mereka pun berjalan sambil mengobrol hingga tidak terasa sudah sampai di meja makan.


"Wah sate kambing nya...." seru Vanya saat melihat tampilan sate kambing di meja makan dengan bumbu kacang yang begitu melimpah.


"Kamu cuma mau makan sate aja?" tanya Vano.


"Iya, makannya aku tadi beli banyak." jawab Vanya duduk di kursi yang sudah Vano siapkan.


"Makannya dikit aja ya nanti kamu pusing kalau makan banyak banyak." ujar Vano.


"Gak bakalan, udah deh kamu jangan banyak omong ayo makan aku udah laper." balas Vanya dan segera mengambil satu tusuk sate.

__ADS_1


"Eeemmmm....enak...." seru Vanya menikmati setiap rasa bumbu yang ada di mulutnya.


Vano menatap Vanya yang lahap memakan sate pun sudah merasa kenyang, padahal dia belum makan.


"Sri..." pangil Vano.


"Iya tuan." jawab Sri yang agak berlari dari arah dapur.


"Kedondong saya tadi mana?" tanya Vano.


"Bentar saya ambilkan dulu tuan." Sri pun pergi ke dapur untuk mengambilkan kedondong milik Vano yang sudah di cuci dengan bersih tadi.


"Ini tuan." memberikan satu ranjang kedondong yang masih utuh dengan kulitnya.


"Apakah anda mau di kupasin juga tuan?" tanya Sri.


"Oh gak usah, nanti rasanya beda." tolak Vano.


"Emang kamu tahu rasanya kedondong?" heran Vanya, pasalnya dia tidak pernah melihat Vano makan kedondong.


"Enggak, cuma tadi aku baca baca artikel katanya kedondong akan enak rasanya kalau di jepit di jepitan pintu." jawab Vano membuat Vanya terheran heran.


Segitu ingin kah Vano sampai sampai luangkan waktu buat cari artikel begituan.


"Ehh kamu mau kemana?" cegah Vanya.


"Bentar aku mau ke pintu dulu buat jepit nih kedondong." jawab Vano dan segera berlalu menuju pintu.


Tujuan Vano kali ini adalah pintu belakang yang jaraknya lebih dekat dari jangkauannya.


"Ini gimana ya caranya?" bingung Vano.


"Ehh kalian sini." pangil Vano pada dua bodyguard yang berpatroli mengelilingi mansion Vano.


"Iya tuan, ada apa?" tanya salah satu dari mereka.


"Kalian pernah makan kedondong?" tanya Vano.


"Pernah tuan waktu di kampung dulu." jawab yang satunya lagi.


"Bener gak sih, kalau mau makan kedondong tuh buahnya harus di jepit dulu di pintu?" tanya Vano lagi.


"Bener tuan, itu bisa membuat rasa asam kedondong berkurang." jawab bodyguard itu lagi dengan antusias.


"Eemm....itu caranya gimana ya?" tanya Vano sambil mengeluarkan dua buah kedondong dari belakang.


Ya, sedari tadi Vano menyembunyikan kedondong itu di belakang tubuhnya karena dia malu kalau sampai ketahuan makan kedondong.

__ADS_1


"Bisa kamu beri saya contoh?"


...***...


__ADS_2