My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 72


__ADS_3

"Oh iya gw lupa ngabarin Galang kalau gw gak ada di Jakarta."


Vano segera mencari handphonenya yang dia letakkan di atas nakas samping tempat tidur dan segera mencari nomor kontak Galang.


"Halo Lang." sapa Vano saat telepon sudah tersambung.


"Halo, lo kemana aja Van kenapa gak masuk sekolah?" bukannya menjawab Galang malah balik bertanya.


"Hehehe sorry gw lupa ngabarin ke lo kalau gw sebenernya tuh ada urusan bisnis di luar negeri."


"Pantesan kok olimpiade nya kok di ganti Vanya, ternyata lo keluar negeri to."


"Selesai ya olimpiade nya?" tanya Vano.


"Iya udah selesai kemaren kan, masak lo lupa sih."


"Maklum lah gw kan sibuk di sini jadi ya gak kepikiran soal gituan."


"Hehehe iya juga sih, bagi lo kan olimpiade kayak gitu gak penting penting banget."


"Nah itu lo tau."


"Btw kapan lo pulang, jangan lupa oleh olehnya."


"Kurang lebih 2 hari lagi lah gw pulang nya."


"Oh baguslah lebih cepat lebih baik."


"Lang gw boleh minta tolong gak?" tanya Vano.


"Minta tolong apaan emang?" tanya balik Galang.


"Untuk sementara boleh gak tolong lo jagain Vanya selama gw ada di sini." pinta Vano.


"Jagain Vanya? Ingatan lo udah balik Van?"


"Ingatan, maksud lo?"


"Ehh, enggak enggak gw salah ngomong tadi. Maksud gw iya nanti gw jagain." Kilah Galang.


"Enggak deh lo cepet lo bilang, apa maksud lo tadi. Ingatan gw udah balik, maksudnya apaan?"


"Enggak ada Van, bener dah suer gw tadi salah ngomong."


"Lang ..." dengan nada mengintimidasi.


"..." Galang diam saja, dia gugup takut salah jawab lagi.


"Kenapa lo diam. Kita udah sahabatan dari kecil Lang jadi gw tau kalau sebenarnya ada yang lo tutupin dari gw."

__ADS_1


"Gw- gw... ehh anu gak ada yang gw tutupin kok dari lo." Gugup Galang.


"Baiklah kalau itu mau lo, mulai sekarang kita gak usah sahabatan lagi. Gw gak mau punya sahabat yang main rahasia rahasia-an."


"Ehh gak gitu Van, bukannya gw gak mau jujur sama lo tapi ini demi kebaikan lo."


"Kebaikan lo bilang. Sejak kapan ada kebahagiaan yang di rahasiakan."


"..."


"Jawab gw Lang, apa maksud lo tadi. Gw gak akan ulangi omongan gw."


"Tapi Van..."


"Lo itu takut sama siapa sih, lo di ancam sama siapa Lang bilang ama gw."


"Gak ada Van, gak ada yang ancam gw "


"Trus kenapa lo gak mau bilang sama gw, kita ini sahabatan Lang kalau lo lupa."


"Ya udah gw kasih tau lo, tapi lo harus janji ya jangan di pikirkan omongan gw."


"Iya gw janji, cepetan kasih tau gw."


"Jadi sebenarnya tuh..."


"Apaan Galang, cepet napa." ucap Vano gak sabaran.


"S*alan lo, lo kira otak gw lemot kayak punya lo apa?"


"Yee punya gw gak lemot, yang lemot tuh punya Rangga."


"Ngapain jadi ngomongin otak sih, cepat lanjutin yang tadi." ucap Vano setelah menyadari bahwa pembicaraannya telah menyeleweng jauh.


"Lo yang mulai."


"Lah kok gw."


"Udah diam, gw jelasin sekarang. Pasang telinga lo lebar lebar karena gw cuma ngomong sekali gak ada replay."


"Iya iya."


"Jadi sebenarnya lo itu ilang ingatan..." Belum selesai Galang berbicara, Vano sudah memotongnya dengan ocehannya.


"Hilang ingatan, perasaan gak deh buktinya gw masih ingat lo, Rangga, mama, papa, Vino, trus gw juga ingat di mana letak brangkas papa yang sering gw ambil uangnya dulu waktu kecil." oceh Vano.


"Serah lo deh Van, cape gw." kesal Galang lantaran Vano yang memotong ucapannya.


"Cape ya, sama saya juga." goda Vano mengikuti omongan anak gaul jaman sekarang.

__ADS_1


"Gw serius Vano. Udah deh kita mending gak usah sahabatan aja, gw gapapa kok gw ikhlas lahir batin." Galang semakin di buat kesal dengan kelakuan Vano yang menurutnya sangat menjengkelkan.


"Atututu AA' Galang lagi marah nih, sini neng peluk." goda Vano lagi yang membuat Galang hampir muntah.


"Udah deh Van, lo mau gw jelasin tentang ingatan lo apa enggak, kalau enggak gw tutup telfonnya. Enek gw denger suara lo kayak gitu, masih mending si Rangga dari pada Lo."


"Kalem dong bos kalem, jangan marah marah gitu nanti Dinda marah."


"Lo ngomong apaan sih Van, fix lo udah ketempelan jin di sana. Nanti kalau lo pulang harus di rukyah dulu."


"Sembarangan aja lo kalau ngomong."


"Udah terserah lo gw dah cape. Intinya gw cuma mau jelasin kalau sebenarnya lo itu hilang ingatan cuma sebagian memori ingatan lo aja yang hilang enggak semuanya. Dan yang hilang dari ingatan lo itu adalah momen momen kedekatan lo dengan Vanya. Udah itu aja yang bisa gw jelasin, selebihnya lo cari tau sendiri." jelas Galang panjang lebar dan cepat agar tidak di potong Vano lagi.


"Maksud lo gw pernah dekat sama Vanya gitu?" tanya Vano dengan mode serius setelah mendengar penjelasan Galang.


"Bisa di bilang begitu. Udah gw matiin dulu. Bye.."


"Oh iya gw lupa, lo jangan bilang siapa siapa ya kalau gw kasih tau lo tentang masalah lo ini. Byee..." lanjut Galang dan segera mematikan sambungan telepon sebelum di cercar dengan berbagai pertanyaan lagi oleh Vano.


Di sebrang sana Galang segera menonaktifkan ponselnya agar tidak bisa di ganggu oleh Vano lagi.


"Lang, Lang. Halo Lang." pangil Vano pada Galang yang sudah memutuskan sambungan telepon.


"S*alan nih anak berani beraninya tutup telefon gw."Geruntu Vano sambil melempar ponselnya ke ranjang dan di merebahkan kembali tubuhnya sambil memikirkan perkataan Galang.


"Gw hilang ingatan, kayaknya gak mungkin deh." ucap Vano memandang langit langit kamarnya.


"Tapi bisa jadi sih, kan akhir akhir ini kepala gw sering pusing." lanjut Vano.


"Kalau iya gw lupa ingatan trus gw dulu ada hubungan sama Vanya berarti selama ini gw..."


berusaha mengingat sesuatu tentang kebersamaannya dengan Vanya seperti apa yang Galang bilang tadi.


"Auw... kenapa kepala gw pusing sih." keluh Vanya sambil memegang kepalanya.


Sekelebat bayangan Vanya yang meminta pertolongan saat di dalam hutan muncul di ingatan Vano.


"*Tolong... tolong..."


"Vanya, kamu di mana Van*?"


"Auw kepala gw." teriak Vano sambil memukuli kepalanya.


"Auwww..." teriak Vano dan langsung pingsan tak sadarkan diri di atas ranjang king size nya.


Berhubung kamar yang Vano tempati ini kedap suara, jadi orang orang yang ada di mansion mewah itu tidak mendengar teriakkan kesakitan Vano.


...***...

__ADS_1


Buat kalian yang masih sabar dan setia mengikuti alur cerita ini aku ucapkan terima kasih banyak. lop lop dah buat kalian🥰🥰🥰❤️❤️❤️


Btw hari senin nih, vote boleh kali ya😂🙏


__ADS_2