My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 66


__ADS_3

Mereka semua masuk ke dalam mansion mewah nan megah yang bernuansa gaya Eropa.


"Sebaiknya kamu istirahat dulu Van agar nanti saat latihan badan kamu sudah siap. Papa juga mau istirahat dulu." suruh papa William yang di angguki oleh Vano.


"Baik pa, kalau gitu Vano ke kamar dulu."


"Mari Van, Om tunjukkan kamar kamu." ucap paman Leo.


"Iya Om."


"Kamu juga istirahat aja dulu Rud." Ucap papa William.


"Baik tuan." jawab Rudi.


"Leo sekalian saja kamu tunjukkan kamar Rudi juga."


"Baik tuan."


Mereka pun pergi ke kamar mereka masing-masing untuk istirahat dengan paman Leo yang menunjukkan di mana letak kamar Vano dan Rudi.


-


Pukul satu siang waktu Indonesia, Vanya telah selesai mengikuti olimpiade sekarang tinggal menunggu pengumuman siapa pemenang olimpiade tingkat nasional tahun ini.


"Baiklah untuk para peserta dan pendampingnya di persilahkan untuk tenang terlebih dahulu karena pengumuman siapa pemenang olimpiade tingkat nasional tahun 2021 akan di umumkan." ucap pembawa acara yang berada di atas Penggung.


"Buk gimana kalau Vanya tidak bisa mengharumkan nama sekolah?" tanya Vanya takut.


"Kamu berdoa saja, tadi kan kamu sudah berusaha semaksimal mungkin jadi sekarang tinggal menunggu hasil dari perjuangan kamu." jawab ibu Ita yang bertugas sebagai pendamping Vanya.


"Tapi Vanya takut akan mengecewakan sekolahan kita buk."


"Sssttt, udah kalau pun kamu kalah kita semua bangga sama kamu. Bagi kami kamu adalah pemenangnya." Bu Ita berusaha menenangkan Vanya agar tidak terlalu khawatir.


"Baik bapak,ibu dan adik adik sekalian. Disini saya akan membacakan siapa pemenang olimpiade tahun 2021 jadi mohon untuk tenang sebentar." ucap seorang bapak-bapak yang memiliki perut yang agak buncit.


"Udah kamu banyak banyak berdoa saja. Kita dengerin itu pengumumannya mau di mulai." ucap Bu Ita yang di angguki Vanya.


"Ada yang bisa tebak siapa kira-kira juara 1, 2 dan 3 dalam olimpiade tahun ini?" tanya MC kepada semua orang yang berada di sana.


Semua orang ricuh saling menyebutkan nama sekolahan masing-masing tapi tidak dengan Vanya, dia hanya diam dan memelintir jari jarinya untuk menghilangkan rasa gugup dalam dirinya.


"Tenang tenang kita langsung dengarkan saja apa kata pak Bowo selaku ketua pelaksana olimpiade tahun ini. Silahkan di umumkan pak." suruh MC.


"Baik langsung saja kita bacakan pemenangnya dari yang juara tiga dulu." Ucap pak Bowo dari atas panggung.


"Juara tiga di raih oleh...." lanjut pak Bowo menggantung.


"Aaaaa nungguin ya...." lawak pak Bowo.


Hahahaha


Tawa semua orang kecuali Vanya, dia hanya diam saja. Vanya terlalu takut kalau dia sampai kalah karena tadi ada 1 soal yang dia gak bisa jadi takut kalau sampai kalah dan dia jadi gagal untuk bertemu dengan Dia.


"Baiklah baiklah, saya serius kali ini. Jadi juara tiga dalam olimpiade tingkat nasional tahun 2021 di raih oleh ananda Silvia Putri Widoyo dari SMA Taruna Negara."


Prok prok prok.


Tepuk tangan orang orang sebagai apresiasi kepada sang juara ke tiga.

__ADS_1


"Ananda Silvia Putri Widoyo silahkan naik ke atas panggung."


Anak yang bernama Silfia itu pun naik ke atas panggung.


"Baik kita lanjut membacakan juara kedua dalam olimpiade tingkat nasional tahun 2021 di raih oleh....."


Semua orang diam menunggu kelanjutan ucapan Pak Bowo dengan jantung yang deg deg ser.


"Ananda Rizal Abdullah dari SMA 2 negeri Jakarta."


Prok prok prok


Tepukan tangan tak kalah meriah dari pemenang juara ke tiga tadi.


"Untuk Ananda Rizal Abdullah silahkan naik ke atas panggung."


Rizal Abdullah pun naik ke atas panggung menyusul Silvia Putri Widoyo.


"Inilah yang di tunggu tunggu pembacaan pemenang olimpiade tingkat nasional tahun 2021 yang akan di raih oleh sekolah manakah kira kira..." tanya MC kepada seluruh orang yang ada di sana.


"Aduh buk kita pulang saja yuk percuma kita nungguin Vanya juga gak mungkin jadi pemenangnya." ucap Vanya pesimis.


"Kamu jangan pesimis gitu dong, ibu yakin kamu pasti yang jadi pemenangnya secarakan tahun lalu kamu juga pemenangnya." ibu Ita berusaha menenangkan Vanya agar dia bisa berfikir positif.


"Tapi sekarang beda buk. Tadi Vanya ada yang gak bisa jawab jadi Vanya tadi asal jawab agar tidak kosong jawaban nya. Itu pun kalau benar rezeki Vanya tapi kalau salah skor nilai Vanya juga bakal di kurang lima poin."


"Kamu berdoa saja supaya jawaban kamu benar."


"Baiklah kita liat sekarang siapa pemenangnya." ucap MC.


"Pemenang olimpiade tingkat nasional tahun pelajaran 2021 di raih oleh..."


"Ananda Vanya Fairosa Wijaya dari SMA Negeri 1 Jakarta."


Prok prok prok


Tepuk tangan serta seruan heboh dari orang orang yang menyaksikan acara tersebut.


"Wah juara bertahan nih."


"Ya Allah udah cantik, anak orang kaya, pinter lagi. Insecure deh aku jadinya."


"Cowok manakah yang beruntung bisa dapatin Vanya."


"Vanya mau gak jadi pacar gw."


"Vanya mau gak jadi calon menantu ibu."


Bla bla bla..


Dan masih banyak lagi lainnya. Tapi Vanya hanya diam, dia masih belum percaya bahwa dialah yang menjadi pemenangnya.


"Ananda Vanya silahkan naik ke atas panggung." pangil pembawa acara lantaran Vanya tidak maju maju ke depan.


"Vanya, kamu udah di pangil." Pangil ibu Ita tapi tidak di respon oleh Vanya.


"Vanya." pangil buk Ita lagi sambil memegang lengan kiri Vanya.


"Hah, iya buk ada apa?" kaget Vanya.

__ADS_1


"Itu dari tadi kamu udah di pangil loh suruh naik ke atas panggung."


"Ini gak mimpi kan buk?" tanya Vanya yang masih belum percaya juga.


"Auw." adu Vanya lantaran ibu Ita mencubit lengan kirinya.


"Sakit kan, berarti kamu tidak mimpi." ucap ibu Ita setelah mencubit Vanya.


"Iya buk Vanya beneran menang." ucap haru Vanya.


"Udah sekarang kamu naik ke atas panggung, sudah di tunggu loh. Nanti di ambil yang lain nangis.."


"Hehehe iya buk." Vanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Saya ulangi sekali lagi, Ananda Vanya Fairosa Wijaya dari SMA Negeri 1 Jakarta silahkan naik ke atas panggung." pangil MC sekali lagi.


Vanya pun naik ke atas panggung dengan di iringi sorakan sorakan dari orang orang.


"Vanya, Vanya, Vanya..."


Setelah menerima hadiah dan piagam juga teropi penghargaan Vanya dan ibu Ita pun pergi dari tempat yang di buat untuk menyelenggarakan olimpiade tadi.


"Vanya kamu mau langsung ibu antar ke rumah kamu atau ke sekolah?" tanya ibu Ita yang memegang setir kemudi.


"Ke sekolah saja Bu, tadi Vanya bawa mobil." jawab Vanya.


Keheningan pun mengiringi perjalanan hingga sampai di halaman SMA Negeri 1 Jakarta.


Vanya turun dari mobil dan di sambut oleh murid murid SMA Negeri 1 Jakarta dengan heboh.


"Vanya Vanya Vanya...." Teriakkan murid murid sambil memegang sepanduk yang bertuliskan selamat kepada Vanya karena telah berhasil mengharumkan nama sekolah tercinta mereka.


"VANYA." teriak Sisil dan Sonya sambil memeluk Vanya dengan erat.


"Congratulation sayangku, makin cinta deh aku jadinya." ucap lebay Sonya.


"Idih gak usah lebay deh Sony, ini juga lepasin pelukannya sesek tauk."


Mereka pun melepaskan pelukannya.


"Sumpah deh lo tuh hebat banget Van, otak ku yang rada lemot ini kan jadi insecure." ucap Sisil yang tak kalah lebaynya dari Sonya.


"Bukan rada tapi emang lemot banget." balas Sonya jutek.


"Yee otakku ini tuh limited edition tauk."


"Iya dah serah lo." Sonya mengalah dari pada nanti gak ada ujungnya.


"Udah deh kalian ini ribut mulu, btw makasih ya sambutannya." ucap Vanya dengan tulus.


"Kayak ama siapa aja sih lo Van, btw traktiran nya jangan lupa. Ya gak Sil?" ucap Sonya.


"Yoi."


"Beres kalau itu mah, yuk anterin aku ke kantor tadi di pangil sama kepsek." ajak Vanya.


"Kuy." jawab kompak Sonya dan Sisil.


Mereka pun berjalan melewati banyak murid yang menyambut Vanya tadi untuk menuju kantor dimana kepala sekolah berada.

__ADS_1


...***...


__ADS_2