
Vanya dan Vano tengah sampai di mall setelah mengisi perut mereka yang lapar.
"Kita mau cari apa?" tanya Vanya bingung.
"Ya terserah kamu mau cari apa, tas, baju, sepatu atau apapun itu." balas Vano.
"Emmm...apa ya.." bingung Vanya memikirkan apa yang akan dia beli.
"Coat kamu udah banyak belum?" tanya Vano karena bertepatan nanti di Korea musim dingin.
"Nah, untung kamu ingetin. Aku mau beli Coat, sepatu boot, topi rajut sama syal." balas Vanya.
"Ya udah ayo kita cari."
Mereka mencari toko yang menjual baju baju untuk musim dingin. Setelah menemukannya Vanya santai antusias dalam memilih apa yang dia inginkan.
"Van sini deh." pangil Vanya pada Vano yang tengah mengekor di belakangnya.
Vano mendekat dan Vanya pun memakaikan topi rajut serta syal pada Vano.
"Nah cocok ini buat kamu. Nanti di sana kita pakai baju couple ya." ujar Vanya.
"Iya terserah kamu aja."
Vanya pun mengambil banyak macam Coat dengan dua pasang dua pasang, yang satu untuk dirinya dan satunya lagi untuk Vano.
Setelah mendapatkan yang mereka cari, sekarang Vanya dan Vano tengah menuju toko sepatu untuk mencari sepatu boot buat Vanya.
Barang barang mereka pun sudah di bawa ke mobil oleh bodyguard yang mengikuti Vano dan Vanya.
"Ini bagus gak?" tanya Vanya meminta pendapat Vano.
"Bagus, cuma itu ketinggian buat kamu. Kamu kan lagi hamil jadi pakai yang tidak ber hak ya." saran dan pendapat Vano.
Vanya pun nurut, dia mengembalikan sepatu tapi ke tempat asalnya. Dan mencari sepatu yang lain lagi.
"Coba yang ini deh." ujar Vano mengambilkan satu pasang sepatu berwarna hitam untuk Vanya dan memakaikannya pada kaki Vanya.
"Gimana muat gak?" tanya Vano di balas anggukan oleh Vanya.
Vanya merasa sangat di ratukan oleh Vano. Bagaimana tidak, Vano tidak malu berjongkok dan memakaikan sepatu untuk Vanya di tempat umum yang terdapat banyak orang.
"Aku beli dua ya." pinta Vanya.
"Iya terserah kamu, satu lusin pun gak papa." jawab Vano yang banyak uang.
"Makasih." balas Vanya senang dan mencari lagi sepatu yang mungkin menarik perhatiannya.
"Nah ini dia." seru Vanya akan mengambil sepatu boot lagi, tapi udah keduluan sama tangan orang lain.
"Yah..."
"Loh, Vanya." ucap seseorang yang mengambil sepatu tadi yang suaranya tidak asing di telinga Vanya.
"Kak Fira." balas Vanya setelah melihat wajah orang itu.
"Kalian ngapain di sini?" tanya Farrel.
__ADS_1
"Mau makan." balas Vano judes.
Udah tahu ini toko sepatu ya pasti mau beli sepatu lah, dasar Farrel aneh.
"Makan kok di sini?" heran Farrel.
"Ya ampun kak, udah tahu ini toko sepatu ya pasti kita lagi nyari sepatu lah." kesal Vano.
"Udah kalian berdua ini ngapain ribut sih." sela Vanya.
"Tau tuh." timpal Fira.
"Kakak kamu tuh." tuduh Vano pada Farrel.
"Lah kok aku, orang lo yang mulai juga." tak terima Farrel.
"Ribut aja tros." sentak Vanya membuat keduanya terdiam.
"Kamu mau sepatu ini?" tanya Fira yang memegang sepatu yang Vanya inginkan dan dirinya inginkan.
"Iya, tapi gak papa buat kakak aja biar Vanya cari yang lain." jawab Vanya.
"Gak usah, nih buat kamu aja. Aku juga tidak terlalu suka suka banget." menyerahkan sepatu itu pada Vanya.
"Gak usah kak, ini buat kakak aja." balas Vanya.
"Haduh ngapain kalian jadi ikutan ribut sih, kenapa gak couple an aja kalian berdua." sela Farrel sambil memberikan ide.
"Boleh juga tuh, gimana Van kamu mau kan?" tanya Fira.
"Boleh, kan kita juga belum pernah couple an." jawab Vanya.
Setelah mereka mendapatkan sepatu dengan Vanya yang berjumlah lima yang tadi katanya cuma mau beli dua. Dan Vano, Fira dan Farrel yang juga telah mendapatkan sepatu.
"Kalian mau kemana sih kok tumben Vanya beli sepatu banyak gitu?" tanya Fira.
"Mau ke Korea besok." jawab Vanya.
"Lah kok sama." kompak Farrel dan juga Fira.
"Maksud kalian, kalian juga mau ke Korea gitu?" tanya Vano.
"Iya besok pagi berangkatnya." jawab Farrel.
"Samaan dong berarti. Gw sama Vanya juga besok pagi berangkatnya." balas Vano.
"Yeee berarti nanti aku ada temennya di sana." seru Vanya.
"Kak Fira, nanti juga mau nonton konser kan?" lanjut Vanya bertanya pada Fira.
"Ya pasti iya dong, orang aku pengen ke Korea cuma mau liat mas suami konser." balas Fira.
"Berarti kita sama sama aja nonton konsernya."
"Kamu udah ada linstik nya belum?" tanya Fira.
"Ada sih, cuma aku mau beli lagi buat Vano." balas Vanya.
__ADS_1
"Ooh kalau aku sih gak perlu, soalnya aku udah punya dua." balas Fira.
Mereka berdua yang tengah asik membicarakan hal apa yang akan mereka bawa ketika melihat konser nanti, sedangkan kedua laki laki itu seolah menjadi bodyguard bagi kedua wanita itu.
"Kayaknya kita harus pindah profesi jadi idol K-Pop deh kak." ujar Vano pada Farrel.
"Bener, masak iya kita di kacangin kayak gini. Ini aja masih di indo, apalagi kalau udah di Korea nanti." balas Farrel.
"Ayo lah kita debut, sekalian kita masuk di agensi yang sama kayak BTS."
"Gas lah." balas Farrel.
Drrtt drrtt drrtt...
Tiba tiba saja ponsel Vano berdering, Vano pun menghentikan langkahnya dan mengangkat panggilan yang tak lain dari mama Vani.
'Halo ma.' sapa Vano.
'Kalian lagi dimana sih kok kayak berisik gitu?' tanya mama Vani.
'Ooh ini kita lagi di mall ma, ada apa ya ma kok tiba tiba telfon Vano?'
'Jadi gini mama ingin kalian nanti makan malam sekaligus menginap di sini, kalian bisa kan?' pinta mama Vani.
'Oh iya ma bisa, nanti Vano kasih tahu Vanya dulu.'
'Oke, kalau gitu mama tutup dulu ya telfonnya. Salam buat Vanya, kalian hati hati ya.'
'Iya ma.'
Sambungan telefon pun terputus.
"Kenapa Van?" tanya Vanya.
"Ini nanti kita di suruh makan malam sama nginap di rumah papa Wijaya." jawab Vano.
"Ooh, kok mama gak langsung telfon aku aja." ucap Vanya.
"Ya mungkin waktu mau telfon ketemunya nomor Vano dulu bukan nomor kamu." ucap Farrel.
"Kita juga di suruh ke sana kan byy?" ucap Fira bertanya pada Farrel.
"Iya tadi pagi mama ngabarinnya." balas Farrel.
"Ya udah kalau gitu kita berangkat sama sama aja besok dari rumah mama, kita satu pesawat kan?" seru Vanya.
"Kayaknya sih iya, soalnya aku sama Fira naik di penerbangan pertama."
"Ya udah sama kalau gitu." balas Vano.
"Tumben lo gak naik jet pribadi?" tanya Farrel.
"Dah bosen." jawab Vano.
"Ya udah yuk kita pulang, siap siap buat besok." ajak Vanya yang di setujui oleh mereka semua.
Mereka berempat pun pulang ke rumah masing-masing untuk menyiapkan segala keperluan untuk besok pergi ke Korea.
__ADS_1
...***...