My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 231


__ADS_3

"VANO." ucap barengan mama Vani dan papa Wijaya.


Mereka berdua pun berjalan dengan cepat menghampiri Vano untuk melihat keadaannya.


"Kamu gak papa kan? Mereka gak apa apain kamu kan? Mana yang sakit, bilang sama mama?" berondong pertanyaan yang terlontar dari bibir mama Vani.


"Ma, satu satu dong kalau tanya, Vanonya jadi bingung." sela Vanya.


"Tau nih mama kamu, bukannya senang nanti yang ada Vano malah stress kalau dengan pertanyaan mama kamu." timpal papa Wijaya yang setuju dengan ucapan anaknya.


"Apaan sih kalian berdua, orang Vanonya aja biasa aja kok. Kenapa kalian yang repot." sewot mama Vani.


"Ada apa ini pagi pagi kok udah ribut?" tanya Farrel yang baru datang bersama Fira.


"Tau nih mama kamu." balas papa Wijaya.


"Kok mama sih?" tak terima mama Vani.


Sedangkan Vano hanya diam saja, dia bingung harus menjawab dan membela siapa di sini. Kalau bela istrinya nanti di kira menantu gak tahu diri, tapi kalau bela salah satu dari mertuanya nanti istrinya yang merajuk. Kan Vano jadi pusing.


"Udah udah mama sama papa jangan ribut, yuk Van kita berangkat sekarang mumpung masih pagi biar nanti kita gak ngantri panjang panjang." lerai Farrel dan mengajak Vano pergi ke tukang urut.

__ADS_1


"Ehhh.. kalian mau kemana lagi?" cegah papa Wijaya.


"Kita mau ke tukang urut pa, kaki Vano dua duanya keseleo jadi kakinya susah kalau di buat jalan." terang Farrel.


"Oooh gitu, ya udah tungguin papa bentar, papa mau ikut." ujar papa Wijaya dan segera berlalu pergi menuju kamarnya.


"Pasti ini sakit ya? Farrel kamu sudah temuin tukang urut yang terbaik kan?" tanya mama Vani sambil menatap kaki Vano.


"Udah ma, semalam Farrel minta tolong orang Farrel untuk mencarinya." balas Farrel.


"Aku ikut ya." pinta Vanya.


"Enggak kamu di rumah saja sama kak Fira, aku gak mau kamu kecapekan. Kamu harus banyak banyak istirahat di rumah dan jangan lupa makannya juga jangan telat." larang Vano.


"Princess nya kakak, kamu di rumah aja ya. Emang kamu tega nanti liat Vano menjerit kesakitan waktu kakinya di pijat." ucap Farrel dengan lembut agar Vanya menurut.


"Iya kamu di rumah aja ya sama kakak dan mama. Nanti kakak buatin kamu rujak deh, gimana mau gak?" rayu Fira.


"Ya udah deh, tapi nanti setelah selesai kalian harus langsung pulang jangan mampir ke mana mana."


"Iya nanti kita langsung pulang kok, kak aku sisain ya rujaknya nanti." ucap Vano membuat semua yang ada di sana terheran heran.

__ADS_1


"Rujak? Sejak kapan kamu suka rujak?" heran mama Farrel.


"Udah pokoknya sisain buat aku." balas Vano tak menjelaskan kenapa dirinya mau rujak.


"Ya , udah nanti kakak sisain buat kalian." balas Fira.


"Yok." ajak papa Wijaya yang sudah rapi dengan setelan santainya.


"Ya udah kalau gitu kami pamit pergi dulu ya, Assalamu'alaikum." pamit Vano dan Farrel.


"Waalaikum salam, hati hati jangan ngebut bawa mobilnya." balas para kaum hawa.


Farrel dan papa Wijaya pun membantu Vano untuk berjalan keluar rumah menuju mobil yang akan mereka gunakan pergi ke tukang urut nanti. Sampai di mobil mereka bertiga dengan Farrel yang memegang kemudi pun segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Wijaya menuju jalanan kota yang lumayan padat pagi ini.


"Yok kita masuk sarapan." ajak mama Vani setelah tak melihat mobil Farrel lagi di pandangan matanya.


"Yuk." balas Vanya dan Fira.


Mereka bertiga pun masuk buat melakukan sarapan setelah itu mereka sibuk dengan aktivitasnya masing-masing tapi masih tetap berada di dalam rumah.


...***...

__ADS_1


Aku sempetin up meskipun hanya sedikit 😂😂😂🙏


__ADS_2