My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 279


__ADS_3

Vanya dan Vano sudah sampai di rumah sakit, mereka segera menuju ruangan dokter yang biasa memeriksa kandungan Vanya.


"Mari tuan nyonya silahkan duduk." ucap dokter mempersilahkan Vanya dan Vano duduk.


Vano dan Vanya pun duduk sesuai perintah dari dokter.


"Gimana, ada yang di keluhkan akhir akhir ini?" tanya dokter itu.


"Tidak ada dok, semuanya normal normal aja." jawab Vanya.


"Mari silahkan berbaring dulu, biar saya periksa." perintah dokter itu.


Vanya pun berbaring di atas bangkar dengan di bantu Vano.


Asisten dokter mulai mengoleskan jel pada bagian perut Vanya dan setelah itu dokter mulai meletakkan sebuah alat yang terhubung dengan monitor ke atas perut Vanya.


"Posisi bayinya sudah sempurna, saya minta sama tuan untuk sering sering mengajak nyonya melakukan hubungan suami istri untuk mempermudah jalan bayi." jelas dokter itu yang membuat Vano senang bukan main.


"Baik dok, akan saya ajak istri saya main sesering mungkin." balas Vano.


Sedangkan Vanya hanya diam saja, dia terlalu malu kalau harus ikutan membicarakan hal seintim itu.


Pemeriksaan terus berlanjut, mulai dari detak jantung bayi, tensi darah Vanya dan lain sebagainya hingga selesai. Setelah itu mereka pun keluar meninggalkan ruangan dokter tempat Vanya di periksa tadi.


"Loh, itu bukannya kak Farrel sama kak Fira?" ucap Vanya yang melihat keberadaan Farrel dan Fira yang tengah duduk di sebuah kursi tunggu.


"Oh iya itu mereka." balas Vano.


"Kita samperin yuk." ajak Vanya menyeret tangan Vano untuk mendekati Farrel dan Fira.


"Kak." pangil Vanya.


"Loh kalian." kaget Farrel dan Fira.


"Kakak ngapain di sini?" tanya Vanya.


"Ini kakak mau nganterin Fira periksa kandungan, kalau kalian?" balik tanya Farrel.


"Aku juga sama, tapi udah selesai." balas Vanya.


"Oooh."


"Kenapa gak langsung masuk aja? Aku bisa bilang sama dokternya." tawar Vano.


"Enggak usah Van, tadi juga Farrel udah nawarin aku, tapi aku gak mau. Aku mau sekalian melihat ibu ibu hamil yang lain sambil menunggu antrian." tolak Fira.


"Oooh gitu."


"Gimana kandungan kamu?" tanya Fira.


"Alhamdulillah sehat, posisi bayinya juga sudah sempurna." jawab Vanya.


"Wah Alhamdulillah kalau gitu." balasan Fira ikut senang.

__ADS_1


"Usia kehamilan kakak kan udah enam bulan, kakak mau liat jenis kelaminnya gak?" tanya Vanya.


"Kalau soal itu kakak gak mau lihat dulu, asal dia sehat. Biar jadi rahasia." balas Fira.


"Kita pulang duluan ya kak, soalnya aku mau mampir ke rumah mama Fara." pamit Vanya.


"Iya kalian hati hati ya." balas Fira.


"Gw duluan." pamit Vano pada Farrel.


"Iya hati hati, jagain princess gw." balas Farrel di acungi jempol oleh Vano.


Mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju kediaman kedua orang tua Vano. Katanya Vanya ingin makan masakan mama Fara.


Vano juga harus menyiapkan mental untuk ketemu adiknya, bisa jadi nanti akan ada aja tingkah yang di buat oleh tuh bocah.


Dalam perjalanan menuju kediaman mama Fara, Vanya memakan rujak buah yang Vano belikan dengan lahap. Tapi dia hanya memilih jambu kristal nya aja. Jadi Vanya membuka tiga bungkus sekaligus dan memilih milih jambu kristal nya.


"Tahu gitu tadi aku minta isi jambu aja yank." ucap Vano.


"Ya salah sendiri kamu gak tanya sama kau." balas Vanya cuek sambil terus memakan rujak.


"Lah, tadi kan aku udah nawarin kamu, tapi kamu gak mau jawab." balas Vano tak mau kalah.


"Ya biarin." balas Vanya yang sudah kalah dalam berdebat.


Vano tak menyahuti lagi ucapan Vanya, nanti yang ada bisa bisa mereka berantem lagi.


"Oh iya aku belum punya buah tangan, untung aja kamu ngingetin." menepuk jidatnya.


"Terus kamu mau bawa apa?" tanya Vano lagi.


"Apa ya, aku bingung."


"Gimana kalau minyak aja, kan minyak lagi mahal." lanjut Vanya mengeluarkan idenya.


"Kamu itu ada ada aja deh, meskipun minyak mahal di rumah juga pasti ada." balas Vano.


"Terus di beliin apa dong."


"Beliin martabak mungkin." usul Vano.


"Ngawur kamu, di kira mau apel anak orang apa sampai bawa martabak." tolak Vanya.


"Ya terus apa sayang ku...." greget Vano.


"Sayuran aja gimana, biar nanti sekalian aku bisa masak masak di sana." jawab Vanya.


"Ya udah terserah kamu aja, berarti kita ke supermarket dulu ya?"


"Iya."


Mereka pun membeli segala keperluan dapur untuk di bawa ke rumah mama Fara. Vanya mengambil banyak barang hingga satu troli penuh dengan belanjaan Vanya.

__ADS_1


"Yank udah, ini udah banyak banget loh." ucap Vano menghentikan Vanya yang akan mengambil sayuran yang lain lagi.


"Masak sih," melihat ke dalam troli. "Oh iya udah banyak." lanjutnya dan mengembalikan sayuran yang tadi dia ambil ketempat semula.


Mereka berjalan hendak menuju kasir, tapi Vanya menahan tangan Vano agar berhenti.


"Kenapa?" tanya Vano.


"Aku mau beliin camilan sama es krim dulu buat Vino." jawab Vanya.


"Ya udah sana ambil." suruh Vano.


"Yang banyak sekalian, siapa tau nanti kamu juga mau." lanjut Vano.


Dengan semangat empat lima, Vanya mengambil banyak camilan dan beberapa cup es krim. Dia meletakkannya di troli yang baru Vano ambil lagi.


"Kamu mau ini?" tanya Vanya melihatkan Snack yang biasa Vano buat camilan di rumah.


"Boleh." balas Vano.


Vanya pun memasukkan Snack itu juga ke dalam troli. Setelah di rasa semuanya sudah lengkap barulah mereka pergi ke tempat kasir untuk membayarnya.


Setelah selesai mereka segera pergi menuju rumah keluarga William.


-


"Gimana keadaan kandungan istri saya dok?" tanya Farrel pada dokter yang memeriksa kandungan Fira.


"Bentar tuan, saya mau memastikannya lagi." balas dokter itu dengan serius.


Farrel dan Fira yang mendengar ucapan dokter itu pun perasaannya menjadi campur aduk gak karuan, mereka takut terjadi sesuatu pada bayi mereka.


"Lihat tuan, nyonya." suruh dokter untuk pada Farrel dan Fira agar melihat sebuah gambar yang berada dalam sebuah monitor.


Fira dan Farrel bingung itu apa, lantaran mereka tidak mengerti dunia perdokteran.


"Itu apa dok?" tanya Fira mewakili Farrel.


"Ini anak kalian, dan saya baru tahu ternyata bayi kalian kembar. Dan keadaannya semua sehat." jelas dokter itu yang membuat Farrel dan Fira kaget plus senang.


"Dokter gak lagi becanda kan?" tanya Farrel.


"Benar tuan, bayi kalian kembar." jawab dokter itu.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah." ucap syukur Fira.


"Tuan tolong di perhatikan ya pola makan nyonya, agar kedua bayinya tetap sehat dan bisa keluar dengan normal nanti." pesan dokter itu dan di angguki Farrel.


Dokter pun melanjutkan pemeriksaannya hingga selesai setelah itu dia memberikan resep vitamin buat Fira.


Setelah selesai mereka pun langsung menuju kediaman papa Wijaya untuk memberitahukan kabar bahagia ini.


...***...

__ADS_1


__ADS_2