
"Kamu hamil sayang, sebentar lagi kita akan jadi mama papa."
Fira terdiam seketika setelah mendengar ucapan Farrel. Benarkah dirinya hamil, mana mungkin? Tapi bisa jadi sih, kan dia sudah menikah.
"Sayang." pangil Farrel lantaran Fira tak memberikan respon apa apa.
"Hah, iya apa?" kaget Fira.
"Kamu kenapa sih, kamu gak seneng kalau kita mau punya anak?"
"Bukan, bukan gitu, aku masih syok aja. Aku gak nyangka kalau aku bisa hamil."
"Ya kan kamu wanita, pasti ya bisa hamil lah."
"Ya tapi kan aku beda dengan wanita biasanya, dari dulu aku selalu hidup keras dan olahraga berat. Bahkan dulu aku sebelum nikah sama kamu datang bulanku selalu gak lancar." terang Fira seolah dia lupa rasa marahnya pada Farrel.
"Makanya mulai sekarang kamu harus nurut sama aku, aku gak mau dengar kamu dan bayi kita kenapa kenapa."
"Dan aku minta maaf soal di kantor tadi." lanjut Farrel membuat Fira mengingat masalahnya dengan Farrel tadi.
"Udah sana." usir Fira.
"Kamu ngusir aku?"
"Iya, sana pergi temui sekertaris sexy mu itu." usir Fira lagi.
Farrel tersenyum, ternyata Fira masih belum memaafkannya. Dia akan berusaha untuk mendapatkan maaf dari Fira apapun caranya.
"Sayang dengerin aku, aku gak ada apa apa dengan sekertaris di kantor. Dianya aja yang suka godain aku." jelas Farrel.
"Tapi kamu meresponnya, dan itu berarti sama aja." sungut Fira.
"Enggak yank, aku gak pernah respon dia." sanggah Farrel.
"Halah gak usah ngeles kamu, orang tadi aku udah liat sendiri dengan mata kepala aku kamu lagi di pegang pegang dadanya."
"Enggak yank, kamu itu salah faham. Nih coba kamu lihat, kemeja aku basah gara gara dia sengaja tumpahin minuman yang dia buat untuk aku ke dada aku. Dan dia berusaha untuk membersihkannya, tadi aku udah larang dia tapi dia tetap kekeuh untuk membersihkan dada aku. Dan akhirnya kamu tahu itu deh." jelas Farrel.
"Yakin?"
"Iya sayang aku gak bohong, lagian mana mungkin sih aku selingkuh sama modelan yang kayak gitu, kayak gak ada yang lain aja." balas Farrel.
__ADS_1
"Ooh jadi ada niat untuk selingkuh dari aku, iya?" marah Fira.
"Enggak yank enggak, bukan gitu maksud aku."
"Oh gak gitu, trus mau langsung nikah lagi gitu?" tuduh Fira.
"Aduh kok jadi panjang gini sih masalahnya, gara gara salah ngomong tadi." batin Farrel resah.
"Sayang kamu jangan marah marah ya, kasian loh anak kita. Masak harus denger mamanya marah marah gini." bujuk Farrel semoga saja bisa luluh.
"Kamu yang bikin aku marah marah gini." balas Fira.
"Iya iya, aku minta maaf ya, udah sekarang jangan marah marah lagi. Kamu mau apa, biar aku beliin?"
"Eeemmm aku mau nasi bakar yang ada di tikungan deket rumah." jawab Fira sambil membayangkan makan nasi bakar, hingga dia bisa melupakan kemarahannya pada Farrel.
"Ya udah tunggu bentar ya, aku beresin barang barang kamu dulu, setelah itu kita pulang dan beli nasi bakar." balas Farrel sambil mengelus rambut Fira di balas anggukan patuh oleh Fira.
Farrel membereskan barang-barang Fira seperti tas dan lain sebagainya sebelum pergi meninggalkan rumah sakit. Tak lupa dokter juga memeriksa keadaan Fira sebelum Fira pulang.
-
Sementara itu, sekarang Vano tengah menyantap masakan mamanya dengan lahap. Bahkan ini Vano sudah nambah kedua kalinya.
"Van kamu berapa lama gak makan?" tanya papa William.
Ya, papa William tadi pulang karena di telfon mama Fara katanya Vano dan Vanya ada di kediaman keluarga William, alhasil papa William memutuskan untuk pulang meninggalkan semua pekerjaannya di kantor.
"Gak lama juga sih, tadi pagi juga sarapan." jawab Vano acuh dan tetap melanjutkan makannya.
"Enak banget ya?" tanya mama Fara.
"Enak pakai banget ma, kalau bisa Vano mau dong setiap hari di masakin mama selama Vanya aku larang buat masak." balas Vano.
"Ya udah kalian pindah saja tinggal di sini lagi, nanti kan bisa mama masakin tiap hari." usul mama Fara.
"Kalau soal itu gak bisa ma, Vano males kalau tiap hari harus ketemu tuh bocil." sindir Vano pada Vino yang sedari tadi anteng dengan makanannya.
"Emang susah ya jadi orang ganteng, apa apa selalu salah. Diam kayak gini aja udah salah." ucap Vino dengan nada yang agak keras agar semua orang dengar.
"Udah Vin, kamu gak usah dengerin kakak kamu. Kan ada kak Vanya yang selalu sayang sama Vino." balas Vanya yang sedari tadi hanya menyimak obrolan mereka.
__ADS_1
"Ayang..."
"Apa?" garang Vanya.
"Gak apa apa kok, hehehe." cengir Vano dengan senyuman terpaksa.
"Awas aja nanti gak bakal aku ajak kamu ke sini lagi kalau tau jadinya kayak gini." batin Vano menggerutuki kebodohannya yang mengajak Vanya ke rumah kedua orang tuanya.
"Wleek." ledek Vino menjulurkan lidahnya ke arah Vano.
"Heh bocil." Vano akan membalas perbuatan Vino tapi sebelum dia melakukan pembalasan, dia sudah mendapatkan plototan mata yang sangat menyeramkan dari singa betina miliknya. Alhasil Vano pun mengurungkan niatnya.
Sedangkan Vino yang mendapat pembelaan dari Vanya, dia merasa menang di atas awan.
"Kok Vanya jadi suka banget ya deket deket sama Vino, jangan sampai nanti anak gw niru sifat tuh bocah." batin Vano berdoa.
Vano meletakkan sendok makannya dan pamit pergi katanya sih udah kenyang.
"Huuu dasar tukang ngambek." sorak Vino, tak berkaca dulu sebelum berbicara.
"Vino sudah, kamu ini kayak gak pernah ngambek aja." tegur mama Fara.
"Iya mama cantik." balas Vino centil.
"Ma, pa Vanya susul Vano dulu ya." pamit Vanya setelah menghabiskan makanan miliknya.
"Iya sayang, kamu hati hati ya." balas mama Fara.
Vanya pun segera pergi mencari keberadaan Vano yang entah berada di mana sekarang, seingat Vanya tadi Vano berjalan menuju belakang rumah. Vanya pun mencoba mencarinya ke sana, dan benar saja, dia mendapati Vano dengan duduk anteng di kursi taman dengan pandangan lurus ke depan.
Vanya pun berjalan menghampiri Vano dengan mengendap endap, Vanya berniat untuk mengerjai Vano.
Hap.
Vanya menutup kedua mata Vano mengunakan tangannya.
"Udah deh yank, aku tahu itu kamu." ucap Vano yang membuat Vanya kesal. Padahal tadi dia sudah berusaha berjalan dengan sangat pelan agar Vano tidak mengetahuinya, ehh tau taunya Vano malah sudah tahu.
"Kok kamu tahu sih?"tanya Vanya.
"Ya tahu lah, aku itu udah hafal banget sama bau badan serta parfum kamu." balas Vano.
__ADS_1
...***...