My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 84


__ADS_3

Flashback on:


Roka Farrel Dean Wang lelaki berumur 23 tahun, dia adalah putra tunggal dari Raymond Dean Wang dan Yeolita Dean Wang salah satu orang terkaya di negara C.


Raymond adalah kakak dari Wijaya. Karena masalah perebutan harta dari keluarga Yoelita mengakibatkan Reymond dan Yoelita meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil yang di sabotase oleh kakak dari Yoelita.


Beruntungnya pada saat itu Farrel tidak ikut serta dalam perjalanan jadi dia terselamatkan dari rencana jahat bibinya. Tapi karena Farrel adalah anak sekaligus sudah menjadi pewaris maka dari itu Farrel menjadi incaran selanjutnya dari bibinya sendiri.


Semenjak saat kepergian kedua orang tuanya Farrel dia yang saat itu masih berusia 14 tahun pun di bawa pulang ke Indonesia oleh pamannya yang tak lain adalah papanya Vanya yang bernama Wijaya.


Dari situlah Vanya sangat dekat dengan Farrel yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri. Mereka selalu melewati hari bersama sama, berbagi cerita, bercanda hingga belajar bersama hingga Farrel berumur 21 dan Vanya baru akan masuk dunia putih abu-abu dan peristiwa itulah terjadi.


Suatu ketika, bibi Farrel yang berniat membunuh Farrel namun selalu saja gagal karena banyak bodyguard bayangan yang di perintahkan oleh tuan Wijaya untuk melindungi Farrel yang selalu mengagalkan rencana.


Bibi Farrel pun memiliki rencana untuk memancing Farrel dengan menculik Vanya yang saat itu masih berusia 16 menjadi umpannya.


Bibi Farrel tahu kalau Farrel sangat menyayangi Vanya, Farrel akan melakukan apapun demi Vanya maka bibi Farrel pun menculik Vanya yang saat itu tengah berada di sebuah taman hiburan.


Vanya dan Farrel masuk ke dalam rumah hantu yang keadaannya sangat gelap minim penerangan. Bibi Farrel mengambil kesempatan itu untuk menculik Vanya dan sangat kebetulan sekali waktu itu yang mengikuti Vanya dan Farrel hanya ada 2 bodyguard saja.


"Kakak Vanya takut." ucap Vanya sambil mengeratkan pelukannya di lengan Farrel.


"Kok takut sih kan tadi princess yang minta." melihat kesana kemari hingga pandangannya tertuju pada sebuah hantu kuntilanak yang tertempel sebuah foto yang amat Farrel kenal.


Tanpa Farrel sadari dia melepaskan pelukan Vanya dan dia berjalan dengan cepat meninggalkan Vanya demi menghampiri foto almarhum mamanya yang dia lihat.


"Mama..." gumam Farrel.


"Aaaaaa... kakak jangan tinggalin Vanya, Vanya takut..." teriak ketakutan Vanya.


Farrel yang sudah dekat dengan foto itu pun membalikkan tubuhnya menatap ke arah Vanya yang tengah berjongkok ketakutan.


"Bentar princess di situ dulu jangan kemana-mana kakak ke sana dulu." ucap Farrel dan melanjutkan langkahnya menghampiri hantu kuntilanak palsu yang tadi terdapat foto mama Yeolita.


"Loh kok udah gak ada." bingung Farrel lantaran foto mamanya tadi sudah tidak berada di sana.


Farrel pun mencari cari foto itu hingga di membuka baju putih mbak kunti untuk mencari foto mamanya.


"Kok gak ada sih, perasaan tadi masih ada di sini." gumam Farrel masih terus mencari foto mamanya lagi hingga dia melupakan keberadaan Vanya.


"Apa gw salah lihat ya." gumam Farrel.


Tiba tiba saja ada yang memegang pundaknya dari belakang yang membuat bulu kuduknya berdiri. Farrel yang sedari tadi tidak takut dengan hantu jadi jadian yang ada di sana pun merinding dan berusaha membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memegang pundaknya.


"Permisi tuan muda."Ucap orang itu yang tak lain adalah salah satu bodyguard yang mengikuti Farrel dan Vanya.


"Hufft.. kirain siapa bikin kaget saja." lega Farrel mengelus dadanya.


"Maaf tuan karena telah membuat tuan muda kaget."


"Iya gapapa. Ada apa kamu ke sini." tanya Farrel lantaran tadi kedua bodyguard hanya menunggu di luar rumah hantu dan tidak ikut ke dalam.


"Saya cuma mau tanya, di mana keberadaan nona Vanya." tanya bodyguard itu.


Deg...


"Princess.." gumam Farrel dan segera kembali ke tempat dia meninggalkan Vanya tadi dan di ikuti bodyguard yang tadi.

__ADS_1


"PRINCESS KAMU DIMANA." Teriak Farrel lantaran tak menemukan Vanya di tempat yang tadi.


"Kenapa tuan muda?" tanya bodyguard itu.


"Princess hilang, tadi dia ada di sini." jawab Farrel dengan muka khawatir.


"Coba tuan muda telfon nona Vanya, mungkin saja nona sudah keluar dari sini." saran bodyguard itu.


Farrel pun menghubungi telfon Vanya tapi hasilnya nihil tidak ada respon dari sebrang sana yang ada hanya suara operator.


"Ehh tunggu, sepertinya ada suara dering telepon." ucap Farrel.


Farrel dan bodyguard itu pun celingukan di sana mencari sesuatu di tengah kegelapan.


"Ini tuan muda." bodyguard itu menemukan sebuah ponsel berwarna gold yang terdapat stiker BTS.


"Ini kan handphone Vanya." ucap Farrel.


"VANYA KAMU DI MANA VANYA." Teriak Farrel lagi.


"NONA VANYA NONA DI MANA." Bodyguard itu ikut berteriak mencari Vanya.


Bodyguard itu pun memberi pesan kepada temannya yang ada di luar untuk mencari Vanya.


"VANYA KAMU DI MANA, MAAFIN KAKAK TADI UDAH TINGGALIN KAMU." Teriak Farrel lagi tapi yang dia dapat bukan suara Vanya melainkan suara mbak kunti.


Hihihi....


Suara serem itu membuat bulu kuduk keduanya berdiri.


drrtt..


Rahang Farrel mengeras setelah membaca pesan itu.


"Vanya tidak ada di sini, dia di culik. Sebaiknya kita segera pergi dari sini dan cepat hubungi bodyguard yang lain untuk mencari Vanya." ucap Farrel memerintahkan kepada bodyguard tadi.


Mereka berdua pun keluar dan mencari Vanya, tak lupa juga Farrel menghubungi papa Vanya kalau Vanya di culik.


Sudah tiga hari Vanya di culik tapi tidak membuahkan hasil apapun dari pencarian anak buah papa Wijaya.


Hingga saat Farrel tengah termenung di sebuah taman, dia mendapat pesan dari seseorang.


'Kalau kamu mau Vanya selamat silahkan datang ke alamat XXX tanpa memberitahukan kepada siapapun. Kalau sampai kamu ke sini bawa teman, jangan harap kamu bisa melihat senyum Vanya lagi.' Isi pesan yang Farrel terima.


Karena saat itu pikiran Farrel sedang kacau tanpa ba-bi-bu Farrel pun pergi ke sana sendirian.


Setelah sampai di sebuah tempat yang di sebutkan dalam pesan tadi, Farrel segera masuk, di sana dia melihat Vanya yang tengah duduk terikat dengan mulut yang di lakban.


"Princess." ucap Farrel dan segera berlari menghampiri Vanya, tapi belum sampai dia di tempat Vanya sudah ada sebuah pisau yang melayang ke arahnya dan berhasil mengenai lengan sebelah kanannya.


"Auwss..."


"Emmm emmm." Vanya berusaha berteriak memanggil kakaknya tapi tidak bisa lantaran ada lakban yang menutup mulutnya.


"Hahaha.... Farrel Farrel akhirnya bibi bisa bunuh kamu setelah ini." ucap seseorang yang tak lain adalah bibinya Farrel datang menghampiri Farrel.


"Bibi." ucap Farrel kaget.

__ADS_1


"Kenapa hmm, kaget?" menghampiri Farrel yang tengah memegang lengannya yang mengeluarkan darah.


"Kenapa bibi melakukan ini?"


"Kamu tanya kenapa? Karena bibi ingin menguasai harta kamu." jawab bibi Farrel.


Tanpa bibi Farrel ketahui ternyata di luar sana sudah di kepung oleh anak buah papa Wijaya, papa Wijaya tidak sebodoh itu yang tidak tahu kemana Farrel pergi. Dia mendapat informasi kalau Farrel pergi ke arah hutan dari salah satu bodyguard yang mengawasi Farrel dari jauh.


Mereka menyebar dan dengan cara halus tanpa suara mereka menghabisi anak buah bibinya Farrel hingga tak tersisa. Dan setelah itu mereka masuk dengan hati hati hingga sampai di tempat Vanya.


Bibi Farrel yang tengah berdiri di hadapan Farrel yang otomatis dia membelakangi Vanya itu pun tidak tahu kalau ikatan Vanya sudah terlepas.


Tapi saat Vanya akan di bawa keluar dari ruangan itu bibinya Farrel mengetahuinya.


"Berhenti kalian." teriak bibi Farrel dan mengarahkan senjata api ke arah Vanya.


Farrel yang mengetahui bahwa bibinya sudah menarik pelatuk senjata api itu pun berusaha bertindak dengan cepat.


"Jangan..."


Dor.


Farrel terkena tembakan tepat didadanya karena melindungi Vanya.


Sedangkan Vanya yang mendengar itu pun berusaha melihat ke belakang tapi di tahan oleh tangan kanan papa Wijaya dan segera menggendong Vanya agar lebih cepat dan Vanya tidak melihat apa yang terjadi di dalam.


Bibinya Farrel yang mengetahui bahwa tembakannya mengenai Farrel bukannya merasa bersalah dia malah menambahkan tembakan lagi.


Dor.


"Aa...." teriakkan Farrel mengelegar di tempat itu hingga akhirnya dia pingsan.


Semua orang terlambat menyelamatkan Farrel dari tembakan pun segera menangkap pelaku ada juga yang membawa tubuh Farrel ke rumah sakit.


Sampai di rumah sakit Farrel di nyatakan koma lantaran kedua peluru yang mengenai tubuh Farrel hampir saja mengenai jantungnya dan yang satunya lagi bersarang di perut Farrel.


Flashback off.


" Jadi begitulah ceritanya." Farrel mengakhiri ceritanya.


"Trus kamu kan kaya, kenapa gak di bawa ke rumah sakit yang lebih canggih saja di luar negeri." tanya Vanya.


"Iiss kamu ini, kamu pikir semudah itu membawa aku ke luar negeri sedangkan bibi saja berhasil kabur dari penjara." jawab Farrel.


"Kok kamu tahu kalau bibi kamu sudah kabur, kan kamu koma?" tanya Vanya.


"Ya kan aku sudah sadar princess." menarik hidung Vanya yang membuat Vanya mengerucutkan bibirnya.


"Emang kamu sudah sadar sejak kapan?"


"Emmm... berapa ya...


...***...


Dah besok lagi kalau aku ingat 😂


Oh yang sebelumnya namanya wang yibo aku revisi ya 😂

__ADS_1


maaf ya bila ceritanya melantur atau berbelit-belit dan gak masuk akal soalnya aku gak bisa buat cerita yang singkat gitu 🙏😁😁


mohon di maklumi baru bikin cerita aku 😂😂


__ADS_2