My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 106


__ADS_3

"Yang mana sih, perasaan aku gak ada telfonan sama kak Farrel deh." ujar Vano.


"Ada...itu loh yang di ruang kerja kamu..." jelas Vanya yang sudah mulai ngegas.


"Yang mana sih, kok aku lupa ya." ucap Vano pura pura berfikir.


"Iiisss awas sana." Vanya keluar dari pelukan Vano dan tidur miring membelakangi Vano.


"Mulai deh." gumam Vano.


"Sayang..." pangil Vano mendekatkan dirinya pada Vanya.


Tak ada jawaban dari Vanya.


"Yank." pangil Vano lagi dan masih sama.


"Hadap sini dong." pinta Vano dengan jari telunjuknya yang menusuk-nusuk lengan Vanya yang terbuka.


"Apaan sih." Vanya mengerakkan lengannya agar Vano menghentikan kegiatannya.


"Ayang..." pangil Vano dengan nada yang bisa membuat pertahanan Vanya runtuh.


"Tahan Vanya tahan." batin Vanya.


"Yank, kamu tahu gak." ucap Vano yang berhasil membuat telinga Vanya menajam untuk mendengarkan apa yang akan Vano ucapkan.


"Aku kan ada kerja sama dengan perusahaan di Korea, dan kamu tahu gak ternyata..." Vano menggantungkan ucapan dan melirik Vanya untuk melihat respon nya.


Lama Vanya menunggu kelanjutan ucapan Vano tapi tak kunjung juga Vano melanjutkannya hingga membuat Vanya greget sendiri.


"Apa?" tanya Vanya berbalik menghadap Vano.


"Apanya?" tanya Vano.


"Iiisss itu tadi loh kelanjutan cerita kamu." greget Vanya.


"Emang aku ngomong apaan?" tanya Vano.


"Tauk ahh." Vanya sudah kesal sekesal kesalnya.


Vanya bangkit dari ranjang dan beranjak akan keluar dari kamar.


"Kamu mau kemana yank?" tanya Vano ikutan bangkit dari ranjang.


Vanya tak menjawab ucapan Vano dan segera keluar dari kamar.


Brak.


Suara pintu kamar yang di tutup secara kasar oleh Vanya.


"Yank." pangil Vano dan pergi mengejar Vanya.


Vanya berjalan menuruni anak tangga dengan setengah berlari.


"Yank kamu mau kemana?" teriak Vano agak panik takut Vanya kenapa napa karena melihat Vanya yang malah memilih menggunakan anak tangga dari pada lift. Mana Vanya jalannya setengah berlari lagi.


"Kamu mau kemana?" tanya Vano setelah berhasil mencekal tangan Vanya.


"Lepas hiks." berontak Vanya sambil menangis.

__ADS_1


Ternyata sedari keluar kamar Vanya sudah menangis.


"Hei, kamu kenapa hmm?"


Pakai tanya segala lagi, ya itu karena perbuatan lo Vano... Orang istri lagi hamil moodnya sering berubah malah di buat jengkel.


"Hiks hiks hiks..." Tangis Vanya semakin pecah.


Vano pun menarik Vanya dalam pelukannya.


"Cup cup cup udah ya, bilang sama aku kamu kenapa nangis hmm? Ada yang sakit?" tanya Vano mengelus rambut serta punggung Vanya.


"Kamu jahat jahat jahat..." teriak Vanya sambil memukuli dada bidang Vano.


"Hei." mencekal tangan Vanya agar Vanya menghentikan aksinya.


"Kamu jahat, hiks hiks hiks..." ucap Vanya lagi.


"Aku jahat kenapa, bilang sama aku kalau aku ada salah sama kamu. Jangan nangis seperti ini."


Nih orang keknya amnesia beneran deh.


"Kamu gak sadar apa salah kamu dari tadi?" tanya Vanya kesal.


"Emang aku ngapain?"


"VANO...kamu kok ngeselin banget sih. Boleh gak tukar tambah sama Kang Tae Moo." greget Vanya.


"Ya jangan dong, yang modelan kayak aku ini limited edition loh."


"Iya saking limited nya sampai sampai gada yang mau." balas Vanya.


"Udah ya jangan marah marah, kasian baby nya." bujuk Vano sambil mengelus perut Vanya.


"Iya maaf ya Daddy udah bikin mommy kesel. Kembali ke kamar yok." ajak Vano.


"Janji dulu besok ajak aku ke tempat yang kak Farrel sebut tadi." Vanya memberikan syarat pada Vano.


"Jangan ya, itu bahaya buat kamu." Vano berusaha membujuk Vanya agar membatalkan keinginannya.


"Gak mau, pokoknya besok kamu harus ajak aku ke sana." kekeh Vanya.


"Ke tempat yang lain aja ya." tawar Vano.


"Gak mau." tolak Vanya.


"Kamu nanti kalau di sana aku yakin kamu bakalan takut. Aku takut kamu nanti akan trauma lagi."


"Pokoknya aku mau ke sana, kalau kamu gak mau antar aku, aku bakal minta antar sama kak Farrel." ancam Vanya.


"Kok gitu."


"Ya terserah aku, salah sendiri gak mau ajak aku ke sana."


"Iya iya, besok aku bawa kamu ke tempat itu." final Vano.


"Yes, makasih Daddy. Emuah." setelah mengecup pipi Vano, Vanya segera berlari ke lift untuk naik ke lantai di mana kamarnya berada.


"Daddy." gumam Vano senang mendengarnya Panggilan Vanya tadi, hingga tidak sadar kalau Vanya sudah tidak ada di sana.

__ADS_1


"Ke atas yuk yank." ajak Vano tapi tak mendapati Vanya di sana.


"Loh, yank yank, sayang." pangil Vano.


Vano melihat lift yang ada menaiki naik ke lantai kamarnya pun tahu kalau istri yang ada di sana.


"Lemes bestie di tinggal ayang." tiru Vano pada kata kata Vino waktu di taman dulu yang katanya kata kata itu sempat viral di tikt*k.


"Mau main main rupanya ya... Tunggu aku mommy." lanjut Vano dan segera berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


-


Keesokan harinya seperti yang Farrel janjikan waktu itu, jika Fira sudah sembuh Farrel akan mengajak Fira ke suatu tempat. Dan sekarang Farrel akan menempati janjinya itu.


"Kita mau kemana sih?" tanya Fira pada Farrel yang tengah memegang kemudi.


"Ada deh." jawab Farrel.


"Iisss menyebalkan." Fira membuang wajahnya menghadap ke kaca pintu sebelahnya, menatap pemandangan yang ada di pinggir jalan.


Farrel menoleh dan tersenyum setelah itu dia kembali fokus pada jalan yang ada di hadapannya.


"Kamu udah sarapan belum?" tanya Farrel.


"Belum." jawab Fira.


Mendengar itu pun Farrel mengetikkan sesuatu di ponselnya dengan hati hati sambil bolak balik menatap jalanan di hadapannya.


"Kamu ngapain?" tanya Fira kepo.


"Ada deh." lagi dan lagi kalimat itu yang keluar dari mulut Farrel.


"Kamu kok nyebelin banget sih, perasaan dulu waktu kecil kamu gak gini deh." heran Fira.


"Tapi tetap ganteng kan." PD Farrel.


"Dih, PD banget."


"Harus dong."


Mereka terus berbicara sampai mobil Farrel berhenti di parkiran taman yang sangat indah dengan banyak bunga bunga bermekaran.


"Wow indah banget." gumam Fira menatap hamparan bunga di depannya dari dalam mobil.


"Yuk turun." ajak Farrel.


Fira pun turun mengikuti Farrel.


"Kamu ngapain ajak aku ke taman Rel, jangan bilang kalau kamu mau nembak aku?" tebak Fira.


"Kalau Iya, kamu terima gak?" tanya balik Farrel.


"Eemmmm keknya iya deh." jawab Fira.


"Ok deal hari ini tanggal ini jam ini kita resmi pacaran." putus Farrel.


"Hah, kok gitu?" kaget Fira, pasalnya tadi Fira kira Farrel hanya becanda. Dan dia pun tadi jawabnya ngasal, ya... meskipun dalam hatinya juga mengatakan iya.


"Aku gak terima penolakan."

__ADS_1


...***...


...Udah ya segitu dulu, maaf upload nya kemalaman soalnya tadi siang sibuk 🤭...


__ADS_2