My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 153


__ADS_3

"Udah Lang, kasian dia." ucap Sonya memegangi tangan Galang yang akan memukul bos preman itu lagi.


"Dia udah bikin kamu ketakutan, dan kamu masih saja kasian pada mereka." entah kemana Panggilan lo yang biasa Galang gunakan ke Sonya.


"Aku gak papa kok, udah ya. Nanti kamu bisa kena masalah karena sudah menghabisi mereka. Kita pulang aja ya." bujuk Sonya, karena Sonya gak mau Galang terkena masalah dengan hukum karena menolong dirinya.


"Aaaahh. Kali ini kalian beruntung karena cewek gw nyelamatin kalian, tapi sampai gw ketemu kalian lagi. Abis lo pada." ancam Galang dan segera menyeret tangan Sonya masuk ke dalam mobilnya.


Galang pun segera melajukan mobilnya dengan kencang meninggalkan tempat tadi.


Sonya pun hanya diam saja, karena kalau mau ngajak ngobrol Galang waktunya belum pas karena emosi Galang yang belum stabil.


"Di mana rumah lo?" tanya Galang mengawali pembicaraan.


"Eemm daerah XXX." jawab Sonya agak gugup.


"Sorry soal yang tadi." ucap Galang karena merasa membuat Sonya ketakutan dengan emosinya tadi.


"Kamu gak salah kok, seharusnya aku yang bilang terimakasih sama kamu, karena udah mau menolong aku." balas Sonya menatap ke arah Galang.


Galang menoleh sebentar ke arah Sonya sambil tersenyum manis.


Sonya melihat ada bekas darah yang sudah mengering di sudut bibir Galang, dan itu membuat Sonya semakin merasa tidak enak.


"Santai aja, gw akan lakuin apa pun buat Lo." balas Galang.


"Maksud kamu?"


"Abaikan aja." jawab Galang, karena sepertinya Sonya tipe tipe orang yang tidak peka.


"Berhenti sebentar di supermarket sana." pinta Sonya.


"Mau ngapain, aku atar kamu sampai rumah." Galang pikir Sonya mau turun di supermarket sana saja, padahal mah Sonya mau beli sesuatu.


"Enggak, aku cuma mau beli sesuatu aja. Kamu tenang aja aku juga gak bakalan mau turun di sana udah malam juga." ujar Sonya yang entah sejak kapan menganti pangilannya dengan aku kamu ke Galang.


"Ooh kirain."


Galang pun menghentikan mobilnya di parkiran supermarket, dan Sonya pun segera turun untuk mencari barang yang bisa dia gunakan untuk mengobati luka di bibir Galang.


Karena tidak menemukan es batu, maka Sonya pun membeli beberapa es krim contong sebagai pengganti es batu buat mengompres sudut bibir Galang.


"Udah?" tanya Galang setelah Sonya masuk ke dalam mobil.


"Bentar." jawab Sonya.

__ADS_1


"Agak sini an deh." perintah Sonya dan Galang pun nurut saja.


"Auw..." rintih Galang saat tiba tiba Sonya menempelkan es krim yang dingin ke sudut bibirnya yang terluka.


"Tahan sebentar ya, ini agak perih dikit." ujar Sonya fokus mengobati luka Galang.


Galang pun menatap wajah cantik Sonya yang sangat dekat dengan wajahnya, rasanya Galang ingin sekali mencicipi bibir manis di depannya ini, tapi menahannya dari pada nanti Sonya makin ilfil sama dirinya kan.


"Dah, selesai." seru Sonya tapi Galang diam saja tak bergerak menjauh dari Sonya yang membuat Sonya heran.


Sonya pun menatap ke arah wajah Galang yang ternyata sedang menatapnya intens. Pandangan mereka bertemu satu sama lain.


"Cantik." celetuk Galang tanpa sadar memuji Sonya di depan Sonya langsung.


Sonya pun segera tersadar dan mengalihkan pandangan ke arah lain. Sonya di buat salting oleh perkataan Galang barusan.


"Ehh, maaf Maks..."


Cup.


mata Galang melotot mendapati apa yang barusan Sonya lakukan kepadanya. Sonya mencium bibir Galang.


Merasa tak ada respon dari Galang, Sonya pun menjauhkan bibirnya dari bibir Galang dan memperbaiki posisi duduknya.


Galang pun mengikuti kemauan Sonya meskipun pikirannya masih terbayang bayang akan yang tadi Sonya lakukan.


Dalam perjalanan menuju rumah Sonya, mereka berdua hanya diam saja tak ada yang berbicara satu sama lain.


"Yang mana rumahnya?" tanya Galang saat mobilnya sudah memasuki kompleks perumahan elit.


"Itu di depan yang pagarnya cat hitam." jawab Sonya menunjuk sebuah rumah yang menurut Galang mewah.


Galang menghentikan mobilnya di depan gerbang yang di tunjuk oleh Sonya tadi.


"Makasih Lang udah nolongin aku dan juga anterin aku ke rumah." ucap Sonya sambil membuka sabuk pengaman.


"Iya sama sama." jawab Galang.


"Kamu gak mau mampir dulu?" tanya Sonya.


"Lain kali aja, udah malam gak baik bertamu ke rumah orang."


"Ya udah kalau gitu aku keluar dulu, sekali lagi terima kasih banyak." Sonya akan membuka pintu mobil tapi dengan cepat Galang menarik tangan Sonya dan...


Cup.

__ADS_1


Galang mengecup bibir Sonya yang membuat mata Sonya melotot sempurna karena kaget.


"Maaf karena tadi bikin kamu sakit hati, aku sebenarnya tadi mau membalas ciuman kamu tapi aku sadar tempatnya gak pas." ucap Galang setelah melepaskan ciumannya.


Sonya yang mendengar itu pun pipinya bersemu merah karena malu mengingat kelakuannya tadi yang main nyosor aja tak melihat situasi sekitar.


"Mungkin aku bukan cowok romantis yang kayak di drakor drakor yang kamu tonton, tapi aku serius cinta dan sayang sama kmu."


"Kamu mau kan jadi pacar aku." lanjut Galang mengungkapkan perasaannya pada Sonya.


Jantung Sonya rasanya mau copot mendengar ungkapan Galang, Sonya kira Galang selama ini hanya becanda saja sama dia, ehh taunya itu beneran.


"Kamu gak lagi becanda kan?" tanya Sonya memastikan.


"Dari dulu aku ngomong sama kamu itu aku serius, kamu nya aja yang gak pernah nganggepin." jawab Galang.


"Jadi kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Galang lagi.


"Iya aku mau." jawab Sonya malu malu.


Mendengar perasaannya selama ini ternyata terbalaskan, Galang pun segera menarik Sonya dalam pelukannya. Dan Sonya pun membalas pelukan Galang.


Dalam pelukan Galang Sonya jadi teringat tentang kejadian tadi saat dirinya hampir di culik, Sonya bilang kalau yang menolong dirinya cowok maka Sonya akan menjadikannya suami. Dan sekarang ini terjadi, ya walaupun masih pacaran sih.


"Masih be kamu udah mau nerima aku sebagai cowok kamu, aku janji aku bakal berusaha buat kamu bahagia." ucap Galang sambil menciumi rambut Sonya yang sangat wangi.


"Tapi kamu janji, gak ada yang namanya pelakor dalam hubungan kita." ucap Sonya melepaskan diri dari pelukan Galang.


"Aku gak bisa janji, tapi akan aku usahakan untuk tidak membuat kamu sakit hati. Aku mohon sama kamu nanti jika aku ada berbuat salah kamu bilang sama aku jangan malah diemin aku. Karena aku mau hubungan kita ini bertahan sampai nanti kejenjang yang lebih serius." ungkapan Galang yang membuat Sonya terharu.


"Ternyata kamu dewasa banget ya." salut Sonya.


"Dari dulu aku selalu bersikap dewasa, kamunya aja yang gak sadar."


"Sini peluk lagi." Galang merentangkan kedua tangannya.


Sonya menatap sekitar karena takut kalau sampai kepergok orang bisa berabe nanti. Setelah memastikan aman Sonya pun berhambur ke pelukan Galang.


"I love you." ungkap Galang.


"I love you too babe." balas Sonya.


Mereka pun terus berpelukan saling mencari kenyamanan dalam pelukan tersebut.


...***...

__ADS_1


__ADS_2