My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 90


__ADS_3

"Ya udah ayo kita pergi sebelum nanti ada orang tahu." ajak Rangga.


Mereka semua pun akan pergi tapi baru satu langkah maju.


"Tunggu." ucap Vano yang membuat semua anggota black Crow berhenti dan berbalik menatap Vano.


"Kenapa Van?" tanya Galang.


"Kalian mau tinggalin tuh mayat di sini?" tanya Vano pada anggota black Crow.


Mereka semua pun mengangguk.


"Kalian gak mikir apa kalau nanti polisi bakal mencari siapa yang udah bikin Damar mati, secarakan dia mati gak ada bekas lukanya sama sekali."


Para anggota black Crow pun berfikir, benar apa kata Vano, pasti nanti para polisi akan mencari bukti bukti yang ada.


"Trus ini gimana?" tanya Rangga.


"Ya kita harus buat seolah olah Damar kecelakaan tunggal di sini." jawab Vano santai.


"Caranya?" tanya Rangga lagi.


"Gini, tadi kan Galang sama Aji udah nyentuh tubuh Damar kan?" Galang dan Aji pun menganggukkan kepalanya.


"Dan pastinya itu akan menimbulkan jejak sidik jari, jadi kita harus menghilangkan sidik jari kalian. Jangan lupa pakai ini." Vano memberi kantong kresek yang ada di setir motornya yang berisi banyak sarung tangan.


Mereka semua pun menuruti perintah Vano dengan memakai sarung tangan pemberian Vano.


"Trus cara hilanginnya gimana?" tanya Galang setelah memakai sarung tangan.


"Ya kita cucilah pakai ringso." jawab Vano.


"Trus ringsonya mana?"


"Ada nih di saku celana gw tapi cuma sedikit." Vano mengambil kantong plastik kecil dari saku celananya yang berisi serbuk putih.


"Sekarang lo berdua cari air di sekitar sini, ingat jangan meninggalkan jejak." utus Vano pada dua anak black Crow.

__ADS_1


"Baik kita cari dulu." mereka berdua pun pergi mencari sedikit air di sekitar sana.


"Dan lo Lang, lo siapin motor Damar bawa kesini." perintah Vano pada Galang yang tanpa ba-bi-bu segera Galang lakukan.


"Ini Van airnya." ucap dua anak black Crow yang Vano tugaskan untuk mencari air tadi.


Vano menerima air yang berada dalam kemasan kresek hitam itu dan segera menyiramkan ke daerah tubuh yang tadi sempat di sentuh Aji dan Galang setelah itu dia kasih ringso dan setelahnya dia bilas kembali.


"Trus ini mau lo apaan lagi?" tanya Rangga.


"Seperti yang gw bilang tadi buat seolah dia mati karena kecelakaan tunggal." jawab Vano.


"Ada tisu gak?" lanjut Vano yang mendapat gelengan kepala dari anak black Crow yang ada di sana.


Mendengar itu Vano pun mengelap tubuh Damar yang basah mengunakan baju Damar sendiri, karena mau mengunakan bajunya, Vano ingat kalau harga bajunya itu setara dengan beli motor baru masak iya mau di buat ngelap tubuh mayat sih kan sayang.


Setelahnya Vano pergi ke motornya dan mengambil tali yang dia bawa dan segera mengikat tubuh Damar dan ujung tali yang satunya lagi dia ikatkan ke motor Damar yang sudah Galang bawa tadi.


"Mau lo apain Van?" tanya Aji yang mewakili semua pikiran anak black Crow yang melihat aksi Vano.


"Udah kalian liat aja." jawab Vano dan melanjutkan aksinya.


"Kalian semua minggir tapi jangan sampai kalian menginjak rumput karena nanti bakal meninggalkan jejak kaki." ucap Vano.


Para anak anggota black Crow pun minggir dari jalan tapi gak minggir minggir banget agar tak menginjak rumput yang ada di sana.


Brum Brum Brum....


Suara motor Damar yang di kendari oleh Vano.


Vano memasukkan gigi persneling dan segera menarik gas dan melajukan motor Damar dengan kencang dengan posisi mayat Damar yang terseret hingga menimbulkan lecet lecet di mayat Damar dan celana Damar pun banyak yang sobek.


Mereka yang ada di sana pun meneguk ludahnya kasar dan merasa takut dengan Vano setelah melihat apa yang di lakukan oleh Vano pada mayat Damar. Bahkan sudah jadi mayat saja di perlakukan begitu oleh Vano apalagi kalau masih hidup pasti bakal di cincang habis habisan oleh Vano.


"Bus*t si Vano ngeri juga uyyy." ucap Galang.


"Bener Vano serem banget, bulu kuduk gw aja ampe berdiri nih saking ngerinya." timpal salah satu anggota anak Black Crow sambil memegang tengkuknya.

__ADS_1


"Ngeri bener dah jadi gak sia sia kita balas dendamnya." ucap Rangga yang di angguki oleh yang lainnya.


Setelah hampir sampai di ujung jalan Vano memutar motornya dengan kencang hingga mayat Damar terpental pental ke aspal. Dan setelahnya Vano melajukan lagi motor Damar bahkan lebih kencang dari yang tadi hingga helm yang Damar kenakan hancur dan terlepas dari kepala Damar.


Vano melajukan motor Damar menuju portal yang ada di pinggir jalan, saat akan sampai di portal itu Vano naik ke atas motor dan lompat dari atas motor yang melaju dengan kecepatan tinggi hingga dia tersungkur ke aspal tapi dia tidak apa-apa.


Sedangkan motor Damar pun menabrak portal itu hingga ringsek sebab tadi motor melaju dengan kecepatan maka motor itu menabrak portal itu dengan kerasnya. Jangan tanyakan gimana keadaan mayat Damar, yang pastinya sudah banyak lecet lecet di seluruh tubuh Damar.


Melihat Vano lompat dari atas motor Damar, anak black Crow pun segera berlari menghampiri Vano untuk melihat bagaimana keadaan Vano.


"Van lo gak apa-apa kan?" tanya Galang panik.


Mereka pun membantu Vano untuk berdiri dan akan memapah tubuh Vano tapi segera di tolak oleh Vano.


"Gw gak kenapa kenapa, kita selesaikan urus mayat Damar dulu." ucap Vano menolak bantuan temannya.


Vano pun berjalan ke arah di mana mayat Damar tersungkur dan setelah itu dia membuka pengikat tali yang mengikat mayat Damar.


"Kalian angkat nih mayat. taruh deket dekat motornya." perintah Vano yang segera di laksanakan oleh mereka.


"Hufft akhirnya selesai juga." ucap Vano melepaskan sarung tangan yang ada di tangannya.


"Kalian kumpulin semua sarung tangannya, kresek serta tali yang kita gunakan tadi nanti kita bakar di basecamp." ucap Vano.


Mereka pun ikut melepaskan sarung tangannya dan mengambil kresek yang di gunakan untuk mengambil air tadi serta plastik tempat wadah ringso dan tali tadi dan memasukkannya ke dalam kantong kresek yang di sediakan oleh Vano.


"Sudah aman kan? Gak ada yang tersisa kan?" tanya Vano memastikan.


"Gak ada Van."


"Ya udah ayo kita pulang ke basecamp sekarang." Vano pun segera menaiki motornya tak lupa dia membawa kantong kresek tempat sampah tadi dan di ikuti yang lainnya.


Brum Brum Brum..


Suara motor anak black Crow meninggalkan tempat kejadian tadi tanpa meninggalkan jejak apapun.


...***...

__ADS_1


Nanti kalau sempat saya lanjut 😁


Senin nih jangan lupa dukungannya 🙏😁😁


__ADS_2