
Matahari mulai menampakkan wajahnya di ufuk timur. Kicauan burung burung yang berterbangan di luar sana dan hawa dingin yang menyelimuti pagi ini. Membuat seseorang enggan untuk beranjak dari tempat tidur.
Sepasang mata sayup-sayup mulai terbuka dan berusaha untuk melihat keadaan sekitar dan....
"Aaaaaa..."
Gubrak
Suara benda terjatuh ke lantai dengan kerasnya.
"Anj** sakit beg*."umpat Vano kesakitan sambil mengelus panta*nya yang mencium lantai.
Ya benda yang terjatuh itu adalah Vano.
flashback on
Vanya membuka matanya dia merasa ada sesuatu yang berat menimpa perutnya. Vanya pun mencoba untuk melihat benda itu. Saat Vanya melihatnya ternyata itu adalah sebuah tangan kekar seseorang. Tunggu, Vanya ingat sesuatu...
"Kalo ini tangan seseorang berarti..."
"Tunggu, semalam dia tidur dengan Va..."
Vanya pun mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat muka orang itu. Karena posisi tidur kepala Vanya yang berada di ceruk leher Vano dan kepala Vano yang berada di atas kepala Vanya, jadi otomatis saat Vanya mendongakkan kepalanya bibir Vano mencium kening Vanya. Sontak Vanya langsung berteriak.
"Aaaaa .."
Teriakkan Vanya sambil mendorong badan Vano dengan sekuat tenaga yang membuat Vano terlempar ke lantai.
Flashback off.
Vanya yang melihat Vano kesakitan pun merasa bersalah.
"Ma-maaf."
Tidak ada jawaban dari Vano. Vano hanya menatap tajam ke arah Vanya.
Vanya yang mendapat tatapan itu pun menundukkan kepalanya.
"Ma-maaf."ucap Vanya lagi.
Vano pun berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi tanpa menghiraukan ucapan Vanya.
Vanya yang tidak di hiraukan itu pun merasa bersalah. Seharusnya dia tidak boleh melakukan itu karena bagaimanapun Vano juga berhak menyentuh tubuhnya sebagai seorang suami. Vanya pun memikirkan cara untuk meminta maaf kepada Vano.
-
Di posisi Vano dia sedang bercermin di kamar mandi setelah mencuci muka dan membersihkan giginya.
"Gilak sakit banget panta* gw."
"Emang anj** tuh si Vanya."
"Di saat orang orang malam pertamanya dapat *** ***, lah gw dapat tendangan maut."
"Kurang estetik apa lagi coba nikah sama musuh di sekolah, terus malam pertama dapat tendangan, setelah ini dapat apa lagi. Jangan sampai apes lagi."
Geruntu Vano sambil merapikan rambutnya dan tanpa dia sadari dia telah mengakui pernikahan ini.
-
Setelah melakukan persiapan untuk pulang ke apartemen Vano tanpa ada pembicaraan di antara mereka berdua. Sekarang mereka telah melakukan sarapan bersama kedua orang tua mereka di restoran yang ada di Williams hotel.
__ADS_1
"Eemm ngomong ngomong gimana malam pertamanya sayang?"tanya mama Fara
Vanya yang mendengar itu pun menyemburkan minuman yang dia minum ke arah orang yang ada di depannya. Dan orang itu tak lain dan tak bukan adalah Vano.
Byuurrr
"****.."umpat Vano sambil memejamkan matanya.
Tuh kan apa yang Vano bilang di kamar mandi tadi, belum sehari saja dia udah apes.
"Kamu gapapa sayang? Minumannya gak enak atau gimana?"tanya mama Fara khawatir.
"Bukannya nanyain keadaan anaknya ini malah siapa yang di tanya. Yang salah siapa yang di khawatirin siapa."lirih Vano tanpa ada yang mendengarnya.
"Enggak kok ma, minumannya enak cuma Vanya tadi kebanyakan minumnya jadi mungkin gak muat di dalam mulut Vanya."kilah Vanya.
"Ooh..."
"Hahaha... muka kak Vano jelek. Jadi sekarang Vino yang paling tampan."ucap Vino menghina kakaknya.
Vano mendengar itu pun menatap Vino dengan memelotot kan matanya.
Vino yang melihat tatapan mata kakaknya pun menciut.
"Mama..."Suara manja Vino.
"Hufft."Vano menghela nafasnya.
Menghadapi adik tersayangnya ini harus mengunakan kesabaran ekstra.Vano pun memilih beranjak ke toilet untuk membasuh mukanya dari pada harus adu mulut dengan adiknya. Vanya yang melihat itu pun merasa bersalah. Masalah yang tadi pagi saja dia belum minta maaf ini sudah membuat masalah baru lagi.
Acara makan pun selesai. Sekarang mereka semua pergi mengunakan mobil masing-masing menuju rumah mereka masing-masing.
Vanya dan Vano berada dalam satu mobil, tepatnya di mobil Vano. Mereka menuju apartemen Vano yang akan menjadi tempat tinggal mereka. Di dalam mobil suasana hening tidak ada pembicaraan di antara keduanya.
Vano berjalan di depan sambil membawa kopernya di ikuti Vanya yang ada di belakang juga membawa satu koper besar miliknya.
Setelah menaiki lift akhirnya mereka sampai di depan pintu apartemen. Vano segera membuka pintu dengan memasukkan Pin apartemen nya.
Setelah pintu terbuka mereka segera masuk. Saat berada di dalam Vanya terpesona dengan kemegahan apartemen Vano yang menurutnya sangat mewah.
"CK. gak usah norak deh."ucap Vano saat melihat tingkah Vanya.
"Eh. I-iya kamu bilang apa?"kaget Vanya karena dia tidak terlalu mendengar apa yang Vano ucapkan.
"Gak. Ayo ke atas gw tunjukkin kamar Lo."
Mereka pun naik ke lantai dua di mana letak kamar mereka berada.
"Ini kamar lo. Kalau kamar gw yang di sebelah kanan kamar lo."jelas Vanya.
"Kita beda kamar."tanya Vanya.
"Menurut lo."
"Jangan mimpi ya kita bakal satu kamar."
"Tapi kan kita su..."
"Sudah menikah. Itu yang mau lo ucapin hmm."
"Ingat ya, kita itu menikah kerena perjodohan bukan karena cinta jadi jangan mimpi terlalu tinggi."ucap Vano panjang lebar sambil berlalu menuju kamarnya.
__ADS_1
Brak.
Suara pintu tertutup secara kasar.
Vanya pun memejamkan matanya saat mendengar pintu yang tertutup dengan kasar itu.
"Sabar Vanya lo harus kuat. Lo harus bisa membuat Vano mengingat semuanya, kalaupun Vano gak bisa kembali mengingat lo, maka lo harus bisa membuat Vano jatuh cinta lagi."ucap Vanya menyemangati dirinya sendiri.
Vanya pun masuk ke dalam kamarnya dan membereskan semua barang barangnya.
Bultaoreune. fire.....
Nada dering lagu boy grup BTS yang berasal dari ponsel Vanya terus berdering. Vanya pun beranjak mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya. Vanya pun tersenyum dan segera mengangkat panggilan video call dari sahabatnya.
"Ha.."
"Vanya lo kemana saja. Kenapa gak masuk sekolah selama tiga hari."Suara cempereng Sisil berhasil menghentikan sapaan Vanya.
"Iya Van lo kemana aja sih kita kangen tau, sepi kelas kita kalau gak ada lo."timpal Sonya yang berada di samping Sisil.
"Hehehe maaf gak pamit ke kalian dulu. Kemaren aku pergi ke rumah nenek ini baru sampai rumah. Eh lo pada kok bisa bersama, itu bukannya di kamar Sisil ya?"
"*Yah lo Van jalan jalan gak ajak ajak kita. Kita kan juga pengen jalan-jalan, pengen mencicipi kuliner daerah sana. Ya gak Son?"
"Enak aja itu mah elo kali. Gw mah kalau jalan jalan ya menikmati pemandangan sambil berfoto foto buat di upload ke Ig*."
"Kan ini acara keluarga mana mungkin aku ajak kalian. Lain kali saja kita jalan jalan seharian. Eh lo pada belum jawab pertanyaan gw ya, itu Sonya ngapain ada di di rumah Sisil?"
"Oh ini kita lagi mau tidur bareng kan besok hari Minggu jadi kita mau begadang nonton drakor. Gw sama Sonya mau liat suami sama pacar kita yang lagi main film."
"Benar kata Sisil. Tapi ada yang kurang kalau gak ada lo tuh sepi. Biasanya kan lo yang paling heboh kalau nonton drakor. Lo ke sini dong Van kita tunggu."
"Yah gw pengen banget, tapi lo pada tau kan gw harus belajar siapa tau kan nanti gw ada kesempatan buat ikut olimpiade itu."
"Bener juga sih. Ehh, btw itu kamar siapa Van? Perasaan kamar lo gak kayak gitu deh."tanya Sonya.
"Em.. em.. ini kamar.. kamar sementara gw. iya ini kamar sementara gw, kamar gw lagi di renovasi jadi untuk sementara gw tinggal di kamar tamu dulu."jawab Vanya gugup. Dia lupa kalau sahabatnya itu pasti banyak tanya.
"Ooh kamar tamu.'' jawab Sonya.
"Tapi kayaknya kamar lo baru di renovasi deh Van kok sekarang di renovasi lagi?" Tanya Sisil bingung.
"Emm.. gw.. gw udah bosen sama modelnya. Gw mau kamar yang sedikit ada warna pink nya gitu."
"Bukannya lo gak suka warna pink ya?" Skak mat Sonya. Vanya salah ngomong.
"Ehh ngapain sih kita bahas kamar gw. Mendingan lo ceritain gimana alur cerita drakor nya."Vanya berusaha mengalihkan pembicaraan mereka karena sudah bingung mau menjawab apa.
"Iiih sumpah lo harus nonton nih drama ceritanya tuh si cowok... bla bla bla."
Mereka terus berbicara tentang drama yang di bintangi Chan Eun-woo hingga malam pun datang tanpa mereka sadari.
Tok tok tok
"Lo mau makan apa?"teriak seorang pria.
"Mampus."
***
...Hai maaf ya baru nongol lagi aku kemaren kamaren otak gak jalan sama aku kena flu jadi agak pusing. Ramein lagi dong like dan komentarnya biar semangat aku 😁🙏🙏...
__ADS_1
Follow Ig author:@adhilla_021