My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 27


__ADS_3

Tiga hari berlalu tibalah acara pernikahan mereka di gelar di sebuah hotel mewah milik keluarga William yang telah di dekorasi sangat mewah, meskipun ini acara di hadiri oleh para keluarga. Tapi tetap saja para orang tua tidak mau pernikahan anak-anaknya bila hanya di lakukan dengan sederhana.



Semua tamu sudah hadir, Vanya dan Vano tidak jadi mengundang para sahabatnya karena mereka takut kalau akan tersebar, meskipun mereka percaya kepada sahabat sahabatnya tetapi apa salahnya bila mengantisipasi.


Di sebuah kamar hotel Vanya sudah selesai di rias. Vanya sekarang duduk melamun memikirkan bagaimana nasib pernikahannya nanti. Tiba-tiba ada suara pintu terbuka yang menghentikan lamunan Vanya.


"Sayang.."ucap mama Vani saat memasuki kamar hotel Vanya.


"Mama... Hiks hiks hiks.."tangis Vanya pecah saat melihat mamanya.


Vanya pun beranjak dan segera memeluk mamanya.


"Hei, sudah dong jangan nangis nanti make up nya luntur."


"Hiks hiks hiks.... maafin Vanya ma, selama ini Vanya belum bisa jadi anak yang baik buat mama. Vanya sayang sama mama..hiks hiks hiks..."ucap Vanya dalam pelukan mamanya.


"Kamu ngomong apa sih sayang. Kamu itu udah jadi anak yang terbaik buat mama. Mama juga sangat sayang kepada kamu."


Vanya terus memeluk mamanya dengan erat seolah enggan melepaskan pelukan itu.


Pintu kamar kembali terbuka masuklah lelaki yang sangat Vanya sayangi di dunia ini.


"Ada apa nih kok wanita wanita papa pada nangis hmm?"ucap papa Wijaya.


"Papa ..."Vanya melepaskan pelukan mamanya dan beralih memeluk papanya.


"Kenapa hmm. Sayangnya papa kok nangis nanti jelek loh."ucap papa Wijaya menggoda anak semata wayangnya.


"Auw. Sakit sayang."ucap papa Wijaya kesakitan karena mendapat cubitan dari anaknya.


"Papa rese."ucap Vanya manja.


Papa Wijaya yang mendengar suara manja anaknya pun terkekeh.


"Udah aah jangan nangis. Senyum dong."papa Wijaya melepaskan pelukan itu dan memandang wajah anaknya dengan tersenyum yang membuat Vanya juga tersenyum.


"Nah kalau gini kan makin cantik anak papa."tambah papa Wijaya saat melihat senyum manis anaknya.


"Iyalah anaknya siapa dulu."ucap mama Vani.


"Anak papa..."Jawab papa Wijaya yang membuat istrinya kesal.


"Enak aja anak papa, Vanya ini anak mama."ucap mama Vani tidak terima dengan perkataan suaminya.


"Anak papa."


"Anak mama."


"Anak papa."


"Anak mama. Orang mama yang mengandung."

__ADS_1


"Iya mama yang mengandung tapi kalau gak ada papa mana mungkin ada Vanya."jawab papa Wijaya tidak mau mengalah dengan istrinya.


Vanya yang merasa omongan kedua orang tuanya menuju yang lebih intim lagi pun berusaha melerainya.


"Pa,ma stop."ucap Vanya.


"DIAM KAMU."Bentak mereka bersama.


Vanya pun melongo mendapat bentakan itu. Bukannya takut Vanya malah membiarkan adegan itu berlanjut, dia pun pergi ke tempat duduknya tadi. Vanya duduk sambil melihat adegan drama live di depannya.


Mama papa Vanya masih terus berdebat, seakan mereka lupa kalau sebentar lagi akan ada acara penting. Vanya pun merubah cara duduknya kini dia duduk sambil menopang tangannya di dagu.


"Di tambah makan popcorn enak nih. Kapan lagi coba nonton drama live."ucap Vanya yang membuat kegiatan mama papanya berhenti.


Mama dan papanya itu saling pandang dan menatap Vanya yang sedang melihat mereka.


"Kenapa berhenti ma,pa?"tanya Vanya.


"Kamu.."ucap mama Vani berhenti.


"Kenapa ma? Padahal seru loh dramanya udah kayak drama Korea tau gak."ucap Vanya tanpa dosa.


"Kenapa kamu cuma melihat saja. Kenapa kamu tidak hentikan."ucap mama Vani.


"Tadi sih sudah berusaha tapi malah mendapat bentakan. Ya udah Vanya tonton aja rumayan kan dapat tontonan gratis."


"Astaga kamu itu anak siapa sih?"ucap mama Vani yang melihat sikap anaknya.


"Anak mama papa lah."jawab santai Vanya.


"Enak saja anak kamu itu."jawab papa Wijaya karena tidak terima dengan tuduhan istrinya.


"Anak papa."ucap mama Vani.


"Anak mama. Kan mama yang mengandung."balas papa Wijaya.


"Tapi kan papa yang buat."jawab mama Vani.


Mereka pun ribut kembali.


"Hufft... Mulai deh."ucap Vanya.


Vanya pun membiarkan adegan itu berlangsung. Hingga suara ketukan pintu membuat papa dan mama Vanya berhenti berdebat.


Tok tok tok


"Masuk."jawab Vanya.


Orang itu pun masuk. Dia adalah salah satu orang suruhan keluarga William.


"Permisi tuan acara akadnya akan segera di mulai mempelai wanita di suruh pergi ke tempat acara."ucap orang itu.


"Hah. Oh iya, baiklah kita akan segera turun."ucap papa Wijaya linglung.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan."pamit orang itu.


"Ya udah ayo kita turun."ucap mama Vani seolah lupa apa yang barusan terjadi antara dirinya dan suaminya.


"Bentar ma, Vanya mau bercermin dulu."


Setelah menunggu Vanya bercermin mereka semua pun pergi ke ballroom hotel dengan Vanya berada di tengah di apit mama papanya.


-


Di ballroom hotel semua sudah siap mempelai pria sudah duduk di tempatnya, di sampingnya ada papa William yang akan menjadi saksi pernikahan anaknya.


"Ingat ucapan papa kemarin malam. Mas kawinnya jangan bikin malu keluarga."ucap papa William mengingatkan anaknya.


"Hmm."jawab Vano tanpa mengalihkan pandangan lurus nya.


Semua keluarga pun takjub melihat kecantikan Vanya yang baru memasuki ballroom hotel.


"Ya ampun cantik banget."


"Benar dia cantik banget, cocok sama Vano."


"Fix sih ini mah pasangan serasi yang satu cantik yang satunya ganteng."


Bla bla bla...


Itulah omongan orang orang yang melihat kecantikan Vanya yang menurut mereka bagai bidadari.


Vano yang mendengar pembicaraan mereka pun hanya diam saja tanpa mau memandang keberadaan Vanya.


Vanya telah sampai di tempat akad. Vanya di persilahkan duduk di samping Vano. Vanya pun merasa jantungnya mau copot.


"Aduh aku deg degan banget."ucap Vanya dalam hati.


"Bagaimana apakah acara bisa di mulai."tanya pak penghulu.


"Hmm."jawab Vano seperti biasa tanpa menghilangkan ciri khasnya.


"Baik silahkan di jabat tangan bapak Wijaya-nya mas Vano."Suruh pak penghulu.


Setelah berjabat tangan akad pun di mulai.


"Saudara Giovano Alexander William, saya nikahkan engkau dengan putri saya Vanya Fairosa Wijaya binti Wijaya dengan mas kawin satu set Belian dan saham William's crops 200.000 lot juga uang senilai 300.000 U$ dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Vanya Fairosa Wijaya binti Wijaya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."jawab lantang Vano dengan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi?"tanya pak penghulu kepada para saksi.


"....."


Hening tidak ada jawaban....


***

__ADS_1


Wah kenapa nih kok gak ada yang jawab...


...Maaf ya aku jarang up, mungkin akhir akhir ini bakal jarang up karena di rumah ada hajatan 🙏😁...


__ADS_2