
"Halo brother and halo baby." sapa Rangga.
"Bebeb, kamu kok bisa ada di sini?" kaget Sisil saat melihat keberadaan Rangga di hadapannya.
"Ya bisa dong, apa sih yang gak bisa buat kamu." gombal Rangga.
"Huek, jijik gw dengernya." jijik Galang.
"Kenapa lo, iri?"tanya Rangga.
"Bilang bos." sahut Sisil.
"Dasar pasangan prik."
"Biarin yang penting so sweet, ya gak beb?"
"Yoi." balas Sisil.
"Kalian ini lucu banget ya, Tante jadi teringat masa muda Tante dulu." ujar mamanya Sonya sambil membawa nampan yang berisi dua gelas air minum.
"Pasti Tante dulunya jadi idaman para cowok-cowok di sekolahan Tante?" tebak Rangga.
"Loh kok kamu tahu?" balas mamanya Sonya.
"Ya jelas lah, orang sudah berumur aja Tante cantik. Apalagi waktu muda dulu pasti cantik banget." goda Rangga.
"Bisa aja kamu ini."
"Ma Sonya sama temen temen mau pergi ke rumah Vanya, kita mau bantu bantu di sana." ucap Sonya saat sampai di ruang tamu setelah berganti pakaian.
"Iya nanti pulangnya jangan malem malem ya, Galang Tante titip Sonya ya!"
"Siap Tante, Galang nanti akan jaga Sonya di manapun Sonya berada." balas Galang.
"Ya udah yuk kita pergi, takut nanti ke sorean sampai sananya." ajak Sonya dan di angguki yang lain.
"Kita pamit dulu ma, Assalamualaikum." mereka pun saling salim ke mamanya Sonya dengan bergantian, setelah itu mereka pergi menuju kediaman Vano dengan Galang yang membonceng Sonya dan Rangga yang membonceng Sisil.
-
"Temen temen kamu mana Van, katanya mau datang bantu bantu?" tanya mama Fara pada Vano.
"Tak tahu ma, mungkin masih di jalan." balas Vano.
Sekarang keadaan Vano sudah mulai membaik, mungkin efek dari obat yang dia minum sudah meresap di tubuhnya. Panasnya juga sudah menurun, Vanya sangat bersyukur karena Vano tidak sakit terlalu serius.
"Ini Lucas juga mana kenapa dia belum sampai?" ucap Farrel.
__ADS_1
"Tau tuh bocah, awas aja nanti kalau dia butuh gw, gak bakal gw bantu." balas Vano.
"Apa lo bilang? Gak bantu gw, silahkan. Tapi ingat gw juga gak akan mau bantuin lo." sahut Lucas tiba tiba yang sepertinya baru saja datang.
"Bikin kaget aja kamu Lucas." kaget mama Fara pasalnya tadi di belakangnya tidak ada orang, ehh tiba tiba malah ada suara. Kan mama Fara jadi kaget.
"Hehehe sorry ma, sengaja." cengir Lucas.
"Auw sakit ma, lepasin." rintih Lucas lantaran mama Fara menjewer telinganya.
"Ngomong apa tadi kamu, kamu ulangi sekali lagi, nih kuping akan lepas dari tempatnya." ancam mama Fara.
"Hehehe gak ma, tadi Lucas cuma becanda."
Karena merasa kasian, mama Fara pun melepaskan jewerannya dari telinga Lucas. Lucas mengelus telinganya yang sudah memerah akibat dari perbuatannya sendiri.
"Sakit banget lagi." keluh Lucas sambil mengelus kupingnya yang sudah memerah.
"Gak usah lebay deh lo," sinis Farrel.
"Apa lo?" balas Lucas.
"Udah yank kamu jangan berantem sama Lucas nanti malah yang ada anak kita mirip dia." ujar Fira membuat Farrel bergidik ngeri.
"Amit amit jabang bayi, enak aja gw yang bikin ya harus mirip sama gw lah."
"Enak aja." Vano melemparkan bantal sofa ke arah Lucas dan itu tepat sasaran mengenai kepalanya.
"Udah udah kalian ini kok malah berantem sih, kayak Vino tuh anteng." lerai mama Fara.
Semua orang pun mengalihkan pandangannya ke arah Vino yang tengah asik menonton film action di televisi.
"Itu mah cuma kebetulan aja Ma, biasanya juga petakilan tuh anak." balas Vano.
"Assalamualaikum." terdengar teriakkan heboh dari luar.
"Waalaikum salam." balas mereka yang berada di dalam mansion.
"Halo brother and sister." sapa Rangga dan duduk di sofa sebelah Farrel tanpa menunggu di persilahkan terlebih dahulu.
"Siapa yang nyuruh lo duduk di sini?" tanya Farrel dingin.
"Hehehe gak ada bang, cuma mau duduk di sini aja." cengir Rangga.
"Farrel... tamu itu adalah raja, jadi kamu harus menjamunya. Silahkan kalian duduk dulu." tegur mama Fara dan mempersilahkan temen temen Vanya dan Vano untuk duduk.
Mereka pun duduk di sofa yang masih kosong, dan kebetulan sekali Sisil mendapatkan tempat duduk di tengah tengah antara Lucas dan Rangga.
__ADS_1
"Hai cantik." sapa Lucas dengan gombalan andalannya di balas senyuman saja oleh Sisil.
Sedangkan Rangga yang mendengar itu pun menatap tajam Lucas, setajam silet.
"Lo jangan bikin sahabat gw berantem ama pacarnya ya." peringat Vano pada Lucas agar tak banyak gaya.
"Lah gw salah apa, perasaan gw duduk anteng di sini."
"Iya badan lo doang yang anteng, tapi mulut lo gak bisa diem." balas Vano.
"Udah kamu jangan berantem ama Lucas, kamu gak inget sama yang tadi." peringat Vanya pada Vano.
"Iiihh amit amit ya, pokoknya anak aku harus mirip sama aku gak boleh seperti orang lain."
"Makanya diem, jangan berantem mulu."
Sepertinya jurus seperti itu bisa di andalkan, buktinya sekarang Farrel dan Vano tak lagi berantem sama Lucas. Malah yang ada mereka bertiga nanti sering bersatu dalam melakukan segala hal.
"Ya udah tanpa basa basi soalnya ini udah mau sore, ayo kita siapin konsep buat lusa nanti." ucap Fira menengahi pembicaraan mereka.
"Vanya, Vano kalian berdua udah ada konsep buat acara lusa gak?" tanya Farrel.
"Kalau kita sih terserah orang tua sama kalian yang mau bantu." balas Vanya di angguki Vano.
"Kalau gitu berarti kita tanya Tante Fara dulu, Tante nanti ingin konsepnya seperti apa?" tanya Fira.
"Kalau Tante sama Vani sih inginnya temanya modern, kan dari keluarga juga gak ada yang kental kental banget sama adat daerah." jawab mama Fara.
"Oke berarti nanti kita bikin acara semewah mungkin. Ehh tapi lo berdua udah tahu jenis kelamin calon anak kalian belum?" tanya Farrel.
"Udah dong." balas Vano senang sambil mengelus perut Vanya.
"Perempuan atau laki-laki?" tanya Sisil dan Sonya antusias.
"Ada deh, lusa nanti kalian juga akan tau."
"Yah kok lo berdua gitu sih, kita kan pren masak mau rahasia rahasia-an." mendramatisir Galang dengan ekspresi wajah sedu.
"Halah gak usah gitu muka lo, emang kalau lo tau, mau lo apain calon ponakan gw?" sinis Lucas.
"Maksud lo?" tanya Galang bingung.
"Ehh udah udah, ayo kita kembali ke topik awal lagi." sela Farrel sebelum nanti Lucas makin menjadi ngomongnya.
Mereka semua pun mencari cari konsep yang mewah melalui banyak sumber dari internet sampai ke tanya tanya tukang jasa pesta.
...***...
__ADS_1