My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 107


__ADS_3

Sepulang sekolah Vano menempati janjinya untuk mentraktir makan teman temannya dan juga teman teman Vanya. Vano mengajak mereka makan di restoran bintang lima dengan makanan yang harganya senilai fantastis, tapi bagi seorang Vano mah segitu gak bakal bikin dia bangkrut.


"Seriusan Van lo traktir kita makan di sini?" tanya Rangga tak percaya.


"Ya udah kalau gak mau, lo makan di pinggir jalan aja." balas Vano.


"Ya gak mau lah enak aja, mumpung ada gratisan harus di manfaatkan."


"Ya udah kalian pesan saja sesuka kalian nanti gw yang bayar. Sayang kamu mau pesan apa?" tanya Vano lembut kepada Vano.


"Samain aja sama kamu by."jawab Vanya sok manis.


Huek.


"Napa lo Lang, masuk angin?" tanya Rangga pada Galang yang sepertinya ingin memuntahkan sesuatu.


"Bukan masuk angin, tapi gw jijik liat kemesraan mereka berdua, lebay tauk." jawab Galang mengatai Vano.


"Lo masih mau makan di sini gak? Kalau gak silahkan pergi." usir Vano pada Galang.


"Hehehe becanda Van, lagian lo sama Vanya tuh kek aneh gitu kalau romantis romantisan, biasanya kan selalu perang."


"Bilang aja kalau lo iri."


"Bener tuh Van gw rasa Galang iri sama kalian berdua, kan doi nya dia gak peka orang ceweknya Galang gadis bar bar." timpal Rangga menyetujui ucapan Vano.


"Sesama gak punya doi gak usah ngatain." balas Galang pada Rangga.


"Sorry ya, gw udah punya doi. Ya gak Hanny." mencolek dagu Sisil yang duduk di sebelahnya yang sedari tadi diam.


"Hah apaan?" loading Sisil.


"Wah parah lo Sil, kalian jadian gada bilang bilang ke gw." ucap Vanya.


"Bener lo Sil, tega banget sih lo jadian ama Rangga kok gak cerita cerita sama gw dan Vanya." timpal Sonya yang sama dengan Sisil diam di tempat.


"Lah kalian gak usah percaya sama Rangga, dia itu ngarang."


"Kok kamu gak ngakuin aku sih Hanny." mendramatisir Rangga.


"Lo apaan sih, pake ngaku ngaku jadi pacar gw segala, lo kira gw cewe apaan. Jadian aja belum." omel Sisil pada Rangga.


"Oh lo mau gw tembak beneran, Ok." Rangga berdiri dan menekuk lutut nya di hadapan Sisil.


"Sil, lo mau gak jadi cewek gw?" Rangga menembak Sisil gak ada romantis romantisnya.


"Udah Sil terima aja dari pada jomblo." kompor Sonya.

__ADS_1


"Iya Sil, bener kata Sonya mending lo terima aja si Rangga. Liat tuh mukanya kalian banget." timpal Vanya sambil mengejek Rangga.


"Hahaha lo bener banget Van, mukanya kek orang lagi nahan berak setahun." Galang ikut mengejek Rangga.


"Siala* lo berdua. Gimana Sil, lo mau kan jadi pacar gw?" tanya Rangga lagi.


"Eeemmm gimana ya, lo gada romantis romantisnya, masak lo nembak gw di acara traktiran temen sih kan gak modal banget." jawab polos Sisil.


"Hahaha gak modal lo Rang." tawa Galang.


"Maaf kalau aku gak modal, tapi ini lah aku. Aku gak sekaya Vano atau pun setampan Vano, tapi aku serius nembak kamu. Aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu. Jadi mau kah kamu jadi pacar aku?" Tanya Rangga lagi dengan wajah serius nya.


"Iya aku mau kok." jawab Sisil akhirnya menerima Rangga juga.


"Makasih sayang." langsung memeluk tubuh Sisil.


"Ciee ciee Sisil gak jomblo lagi nih." goda Sonya.


"Iya tinggal lo yang jomblo." ejek Vanya pada Sonya.


"Enak aja, pacar gw tuh banyak. Ada kim taehyung, Jungkook, namjoon, min yoongi, park Jimin, J-Hope, sama jin." jawab Sonya menyebutkan nama ke tujuh bujang hybe.


"Yee itu mah dalam dunia halu lo doang."


"Gak papa yang penting gw happy gak nangis nangis mulu gara gara cowok." jawab Sonya lagi.


"Lagian siapa juga yang mau sama Lo." jawab judes Sonya.


"Hahaha... semangat Lang, gw yakin lo pasti bisa taklukin si Sonya." Rangga memberi semangat pada Galang.


"Sakit hati abang neng." mendramatisir Galang. Belum apa apa aja udah di tolak.😂


"Udah kan acara nembak menembaknya, kalau udah cepat kalian pesan makanan keburu sore nanti." perintah Vano.


Akhirnya mereka pun makan makanan restoran bintang lima yang di bayarin Vano.


-


Sementara Farrel dia sekarang tengah berada di taman belakang rumah untuk berjemur di bawah teriaknya matahari. Farrel duduk sendirian di bangku yang ada di taman sambil memainkan handphonenya.


"Permisi tuan." ucap pelayan berhasil mengagetkan Farrel.


Farrel pun menatap seorang pelayan wanita yang di tangannya memegang sebuah kerdus paket.


"Ada apa?" tanya dingin Farrel.


"Ini ada kiriman paket untuk tuan." menyodorkan kerdus itu.

__ADS_1


Farrel pun menerimanya, dia membolak-balikkan kerdus yang tak bernama itu.


"Dari siapa ini?"


"Saya tidak tahu tuan, tadi tukang kurirnya tidak mengatakan apapun setelah memberikan paket ini." jawab pelayan itu agak takut.


"Ya sudah kamu bisa pergi." usir Farrel.


"Permisi tuan." pamit pelayan itu.


Farrel tak menjawab, tangan Farrel pun terulur untuk membuka paket itu.


"Astaghfirullah." kaget Farrel melihat isi paket itu.


Farrel mengambil foto kedua orang tuanya bersama dirinya yang berlumuran darah yang masih segar, di baliknya foto itu dan di sana ada sebuah tulisan ancaman.


Jangan harap kamu bisa selamat dari maut mu.


Isi tulisan itu.


"Gak salah lagi, ini pasti ulah bibi." tebak Farrel.


"Gw harus cepat gabung dengan mafia Vano supaya bisa melawan bibi sekaligus mengambil apa yang selama ini aku punya."


Farrel pun mengembalikan foto itu ke dalam kardus lagi dan beranjak membawa kerdus itu masuk ke dalam rumah guna dia perlihatkan pada Vano dan papa Wijaya.


-


"Ada informasi apa yang membuat kamu datang ke sini?" tanya mister X pada seseorang.


"Anak William ternyata sudah punya wanita, jadi kita bisa manfaatkan wanita itu untuk menaklukkan Vano." lapor orang itu.


"Hahaha aku sudah menduganya. Kerjakanlah apa yang ingin kamu lakukan, kalau ada kendala kamu hubungi aku, aku selalu ada di belakang mu." ucap mister X sambil tertawa seram.


"Baiklah kalau begitu kita tunggu waktu yang tepat saja setelah itu kita mulai misinya." jawab orang itu.


"Pergilah." usir mister X.


Orang itu pun pergi meninggalkan tempat persembunyian mister X yang sangat gelap itu.


"Hahaha sekali dayung dua tiga pulau terlampaui." tawa mister X.


Ya orang yang memberi informasi kepada mister X itu juga sebagai kambing hitam dalam rencana yang mister X itu lakukan, tapi orang itu tak tahu, yang dia tahu mister X ini tengah berkerja sama dengan dirinya untuk membalaskan dendam kepada keluarga William.


...***...


Buat yang minta konflik lagi, nih aku kasih.

__ADS_1


Semoga gak bosan baca cerita aku ya 😁🥰


__ADS_2