My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 20


__ADS_3

"Setuju kita harus merencanakan sesuatu agar mereka mau untuk segera di nikahkan."


"Siapa yang akan menikah ma...."


deg


Mama Fara dan mama Vani pun menengok ke belakang.


"VANO."Ucap mereka kompak.


"Kamu sudah sadar sayang."ucap mama Fara.


"Kalau aku belum sadar gak mungkin aku ngomong."ucap sinis Vano.


"Ya ampun sayang kamu ini baru sadar masak sudah gini sifatnya."


"Hmmm."


"Astaga anak kamu jeng kulkas banget."sahut mama Vani.


"Bagaimana keadaan kamu Vano masih ada yang sakit?"tambah mama Vani.


"Kepala aku masih pusing."to the poin Vano.


"Tante pangil dokter dulu ya buat periksa kamu."


"Hmmm."


Setelah mama Vani memanggil dokter. Dokter itu pun tiba dan segera memeriksa Vano.


Cklek.


Suara pintu terbuka.


Mereka semua melihat ke arah Vanya yang baru keluar dari kamar mandi. Vano yang melihat Vanya pun menggernyitkan dahinya bingung.


"Ngapain lo di sini."ucap Vano.


"Sayang kamu kok gitu sih nanya nya."Ucap mama Fara yang tidak enak karena ucapan anaknya.


"Lagian dia ngapain di sini ma."tanya Vano.


"Vanya jagain kamu dari semalam. Vanya sangat khawatir loh dengan keadaan kamu."terang mama Fara.


Sedangkan Vano hanya memandang Vanya sinis.


"Gimana keadaan kamu Van."tanya Vanya yang merubah pangilan lo menjadi kamu.


"Halah gak usah muna deh lo di depan mama gw. Pakek acara nanyain keadaan gw, padahal lo pasti senang kan gw sakit."


"VANO kamu kenapa ngomong begitu."bentak mama Fara.

__ADS_1


"Mama gak usah belain dia deh. Dia itu ketua OSIS yang suka menghukum Vano."


"Van kamu lupa sama yang kamu bilang sebelum pingsan."ucap Vanya lirih karena Vano bersikap kasar lagi kepadanya.


"Emang gw ngomong apa. Orang gw pingsan waktu jatuh dari motor."ucap Vano yang membuat orang yang ada di situ bingung.


"Dok.."ucap mama Fara.


"Sebentar saya periksa dulu."jawab dokter.


Dokter pun memeriksa keadaan Vano kembali sedangkan Vano di buat kebingungan.


"Apaan sih dok orang aku gak papa."keras kepala Vano sambil menampel tangan dokter yang sedang memeriksanya.


"Bisa ikut ke ruangan saya nyonya."ucap dokter.


"Baik dok. Sayang Vanya, Tante titip Vano sebentar ya."


"Iya Tan."


"Mama ikut Tante Fara dulu ya kamu jagain Vano."ucap mama Vani.


"Iya ma."


Mama Vani dan mama Fara pun keluar mengikuti dokter. Sementara Vanya yang di tinggal bersama Vano itu pun merasa Canggung.


"Eeemmm Van."ucap Vanya.


....


"DIAM. Gak usah aku kamu aku kamu. Jijik aku dengarnya, kita gak sedekat itu."bentak Vano yang berhasil membuat Vanya menunduk.


Vano pun langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Vanya. Sedangkan Vanya kini dia duduk di kursi tunggu yang ada di samping Vano.


-


Di ruangan dokter


"Seperti apa yang saya bilang kemarin nyonya sepertinya tuan muda Vano mengalami amnesia sementara." Jelas dokter itu.


"APA."ucap kompak mama Fara dan mama Vani.


"Apakah ini bisa di sembuhkan dok."tanya mama Fara yang khawatir akan keadaan anaknya.


"Bisa nyonya karena ini hanya bersifat sementara. Ajaklah tuan muda Vano pergi ke tempat tempat yang sering dia datangi, Dan bersikap lah seperti biasa. Itu akan memudahkan tuan muda Vano kembali mengingat ingatannya yang hilang."terang dokter.


(Hehehe seperti biasa ini aku ngasal ya tentang cara kesembuhan nya. soalnya aku juga gak ngerti masalah medis.)


"Baik dok akan kami lakukan. Kalau begitu kami permisi dulu."Ucap mama Fara pamit yang di ikuti mama Vani.


Saat di luar ruangan mereka pun berhenti di kursi tunggu untuk membicarakan sesuatu.

__ADS_1


"Gimana ini jeng apa kita nikahkan paksa saja mereka."ucap mama Fara.


"Benar kita harus paksa mereka untuk menikah nanti kita harus membicarakan masalah ini dengan suami kita."jawab mama Vani setuju.


"Tapi bagaimana kalau mereka menolak."


"Itu mah urusan gampang sini deh aku kasih tau."jawab mama Vani sambil membisikkan sesuatu ke mama Fara.


"Ide kamu bagus juga aku setuju."


"Lagian kalau mereka memang belum ada rasa nanti juga seiring berjalannya waktu pasti bakal saling suka."


"Hahahhh kayak kamu. Bilangnya aja gak suka sama Wijaya eh sekarang bucin banget."


"Hahahahhhh..."keduanya pun tertawa terbahak bahak mengingat masa percintaan mereka dulu.


"Maaf nyonya nyonya ketawanya bisa di kurangin sedikit gak. Karena ini di rumah sakit tempat orang sakit bukan tempat orang stand up comedy."tegur salah satu dokter yang lewat.


"Hehehe iya Dok maaf."ucap kompak keduanya.


"Siapa juga yang bilang rumah sakit tempat orang nyalon."tambah lirih mama Fara yang masih di dengar oleh dokter.


"Ada kok yang nyalon di rumah sakit."jawab dokter itu.


"Hah serius."ucap kompak keduanya dengan serius.


"Suster ngesot dia suka nyalon sama mbak kunti."


"Hahahhhhh.."ucap dokter itu serius dan di akhiri tawa yang mengelegar dan berlari dari sana dengan gaya ngondek.


Kedua orang tua itu pun bingung melihat dokter itu. Perasaan gak ada yang lucu tapi kenapa dia tertawa. Itu lagi kenapa gaya larinya kayak bencong yang biasanya mangkal di lampu merah. Perasaan juga tadi dokter itu melarang mereka tertawa tapi dia sekarang malah tertawa lebih keras dari mereka berdua.


"Dia kenapa?"tanya mama Fara.


"Gak tau, kehabisan obat mungkin."jawab mama Vani sambil mengangkat bahunya.


Tiba tiba ada beberapa suster yang berlarian dan berhenti di depan mereka.


"Maaf buk liat pria yang memakai pakaian dokter gak Buk."tanya salah satu suster itu.


"Liat dia berlari ke arah sana."Sambil menunjukkan arah dokter berlari tadi.


"Emang kenapa dengan dokter itu."lanjut mama Vani.


"Dia itu bukan dokter buk, dia itu salah satu pasien di rumah sakit jiwa yang kabur ke sini. Ya udah buk makasih kami akan mengejar pasien kami."suster suster itu pun pergi dengan berlari.


Sementara itu mama Fara dan mama Vani yang mendengar penjelasan suster itu pun menepuk jidatnya karena mereka berhasil di kibuli orang gila.


.....


...*Hehehe gimana garing ya candaan nya 😂...

__ADS_1


...Minta like komen vote dan favoritnya dong biar aku makin semangat nulisnya 😁🙏...


Follow Ig author*:@adhilla_021


__ADS_2