
Sementara sekarang Cindy Kia dan orang suruhan Cindy tengah berparty merayakan keberhasilan mereka dalam mengacaukan acara Vano dan Vanya.
"Mari kita bersulang untuk keberhasilan kita hari ini." ajak Cindy.
Ting.
Suara tabrakan antar gelas yang berisi minuman beralkohol yang mereka konsumsi.
Glek.
Mereka menelan minuman beralkohol itu, menikmati setiap tetes air yang mengalir di tenggorokan mereka.
"Gimana nanti kalau orang itu ketangkap?" tanya Kia yang sudah setengah sadar.
"Hahahaha itu gak akan terjadi, karena aku sudah menyabotase mobil yang dia kendarai." tawa orang laki-laki itu.
Ya, yang menyusup masuk mengganti isi popper confetti dengan darah adalah orang suruhan laki yang pernah tidur dengan Cindy. Dan sekarang orang suruhannya itu tengah berusaha kabur dari kota ini, tapi karena mengetahui kekuatan Vano saat kuat sehingga membuat laki laki yang pernah tidur dengan Cindy itu berfikir untuk membunuh orang itu saja dari pada nanti semuanya akan bocor.
"Kamu memang yang terbaik." puji Cindy.
"Hahahaha... pasti dong, kamu gak ada niatan buat ngasih bonus ke aku?"
"Kamu mau bonus apa hmm?" tanya Cindy sambil mengelus pipi laki laki itu.
"Satu malam." jawab laki laki itu.
Tanpa mengatakan apa-apa, Cindy langsung menarik tangan lelaki itu menuju sebuah kamar yang berada di sana. Kondisi Cindy sudah mabuk berat, jadi dia tak sadar dengan apa yang dia lakukan saat ini. Sedangkan Kia yang keadaan masih setengah sadar pun tak mau ikut campur. Dia memilih masuk ke salah satu kamar yang tidak ada penghuninya, setelah itu dia menguncinya karena takut ada orang yang berniat jahat terhadap dirinya.
-
"Kakak mau kemana?" tanya Vanya yang melihat Farrel menghampiri dirinya.
"Kamu tahu Fira di mana gak?" tanya Farrel.
"Eemm... kayaknya sih tadi aku lihat kak Fira sama mama deh, soalnya kak Fira tadi mau muntah muntah." jawab Vanya.
"Ya udah makasih biar kakak coba telfon mama dulu."
"Kenapa gak telfon kak Fira aja langsung?"
"Tadi udah aku coba tapi gak di angkat angkat."
Farrel pun menghubungi mama Vani untuk menanyakan keberadaan Fira, dan setelah mendapatkan jawabannya pun Farrel memutuskan sambungan teleponnya.
"Di mana?" tanya Vanya penasaran.
"Mama bawa Fira pulang ke rumah mama, katanya Mama gak tega kalau biarin Fira di sini." jawab Farrel.
"Trus kakak mau ke sana?"
__ADS_1
"Enggak dulu deh nanti aja, kakak masih ada amanah dari suami kamu buat jagain kamu."
"Bagaimana kalau kita ke sana aja, aku juga sekalian ikut. Kan aku udah lama gak ke sana." usul Vanya.
"Kamu seriusan, terus teman teman kamu gimana?" tanya Farrel sambil melirik ketiga orang yang ada di sana.
"Ya aku ajak juga lah, kalian mau kan?" bertanya pada Sonya, Sisil dan Rangga.
"Kalian aja deh, aku mau pulang duluan. Masak iya nanti aku ikut nimbrung cewek cewek kan gak lucu."tolak Rangga.
"Ya gak papa, biar nanti lo jadi bodyguard buat kita. Ya gak?"
"Yoi."
"Hahahaha." tawa para cewek cewek.
"Iya deh terserah kalian, tapi sorry kali ini gw gak bisa. Mau ke basecamp soalnya." ujar Rangga.
"Ya udah kalau gitu kita langsung berangkat aja, yuk." ajak Farrel.
"Aku pulang duluan ya, nanti kamu hati hati." ucap Rangga pada Sisil dengan lembut.
"Iya, kamu juga hati hati ya, inget gak boleh berantem." balas Sisil.
"Iyah."
"Dadaaahh sayang." teriak Sisil di balas lambaian tangan oleh Rangga.
Rangga pun juga ikutan beranjak pergi dari sana meninggalkan mansion mewah Vano tanpa berpamitan dulu, karena dia tahu kalau Vano dan yang lain mungkin tengah sibuk.
-
Saat ini papa William, papa Wijaya serta Lucas sudah berada di dalam markas. Mereka tengah menunggu kedatangan anak buah papa William yang tengah mengejar mobil orang yang membuat kekacauan di acara Vano.
"Kenapa lama banget sih Om, Om yakin anak buah Om bisa tangkap pelakunya?" kesal Lucas karena yang di tunggu tak datang datang.
"Sabar napa, kamu ini masih muda udah gak sabaran." balas papa William.
"Kalau kayak gini itu gak bisa di sabarin Om." balas Lucas.
"Udah ya jangan debat lagi, pusing aku dengernya." sahut papa Wijaya.
"Di potong aja Om kepalanya biar gak pusing, kalau Om perlu bantuan saya siap kok buat bantu." balas Lucas si gada akhlak.
"Hahaha...." tawa mengejek papa William.
"Kenapa Om, sakit?" tanya Lucas yang melihat papa William tertawa.
"Iya sakit perut gara gara liat kamu." jawab papa William ngasal.
__ADS_1
"Sini coba saya liat, siapa tahu kan ada yang perlu di robek perutnya, atau mungkin ususnya mau di keluarin."
"Hahahaha...." sekarang gantian papa Wijaya yang menertawakan papa William.
"Berani kamu sama Om?" sentak papa William.
"Situ makan nasi, saya juga makan nasi. Ngapain takut." balas Lucas dan segera beranjak pergi sebelum nanti papa William mengeluarkan ancaman untuk mencabut fasilitas yang beliau berikan pada Lucas.
"Lucas sini kamu." pangil papa William tapi tak di hiraukan oleh Lucas, Lucas terus berjalan ke arah belakang markas dan tak menengok ke belakang sama sekali.
"Si*lan tuh anak, bapaknya aja gak berani sama aku. Itu anaknya malah kurang ajar." umpat papa William.
"Sabar Wil sabar, biasalah anak muda. Kayak kamu gak pernah muda aja." ucap papa Wijaya untuk menenangkan papa William.
"Untung aja anaknya Leo, coba kalau bukan udah aku cincang cincang dia."
"Udah jangan marah marah mulu nanti cepet tua."
"Sial*n kamu." menendang kaki papa Wijaya.
Lihatlah, tingkah mereka sudah seperti anak ABG yang tengah berantem gara gara rebutan cewek.
-
Vano fokus terhadap layar komputer serta tangannya tak pernah berhenti menari nari di atas keyboard. Vano tengah mencoba mencari sesuatu yang mungkin dapat membantunya untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang selama ini ada di benaknya.
"Udah gw duga." gumam Vano sambil tersenyum mengerikan setelah mendapatkan apa yang dia cari.
"Tapi, ada hubungan apa dia dengan Aaron?" heran Vano.
Vano teringat saat masa masa dia tengah duduk di bangku sekolah menengah pertama atau biasa di singkat SMP. Dari dulu dia sudah menjadi incaran para kaum hawa di mana pun dia berada, termasuk saat di sekolah.
Ada salah satu teman seangkatannya tapi beda kelas dengan Vano. Namanya adalah Selly, dia salah satu murid yang pandai di sekolahnya. Bahkan dulu dia sering menjadi partner Vano saat mengikuti olimpiade sebagai perwakilan sekolah.
...***...
Bentar lagi aku tamatin novel ini, dan ini adalah konflik terakhir dari cerita ini. Makasih buat kalian yang udah baca cerita ini sampai akhir dan yang selalu setia dukung cerita ini.
Aku ada giveaway buat yang sering ngevote atau ngasih hadiah ke karya ini.
Di atas ini, aku ngambil 3 pemenang. Juara 1 ada pulsa 100k, juara 2 pulsa 50k dan juara 3 pulsa 25k.
Aku ngambilnya rangking umum ya bukan Mingguan. Jadi yang mau dapat bisa nih perbanyak vote atau yang lainnya 😁😁
Pemenang akan aku umumin satu hari setelah novel ini tamat ya🤭
Tetap semangat puasanya buat yang sedang puasa 🥰
__ADS_1