My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 77


__ADS_3

Selesai makan mereka semua duduk santai di ruang televisi, atau lebih tepatnya mereka tengah melihat Vino yang tengah asik dengan mainan yang di belikan papanya dari luar negeri.


"Ini untuk mama." ucap papa William memberikan dua kantong belanjaan kepada mama Fara.


Mama Fara hanya memandangnya saja tanpa mau menerima pemberian papa William.


"Mama...." ucap Vino memperingati mamanya agar menerima pemberian papanya.


"Baiklah." akhirnya mama Fara pun menerima oleh oleh yang di berikan papa William.


"Gitu dong kan mama Vino cantik jadi harus nurut sama Vino." ucap Vino bangga.


"Dih, gak kebalik tuh. Kamu yang seharusnya nurut sama mama." balas mama Fara.


"Ya enggak lah." jawab Vino.


"Udah udah kalian ini kenapa ribut terus sih." lerai papa William.


"Kayak situ gak pernah aja." sindir mama Fara.


"Ya kan-kan..."


"Kan apa hmm?" potong mama Fara.


"Kan- kan ini oleh oleh buat menantu papa tersayang." jawab gugup papa William dan segera mengalihkan pembicaraan yang ada.


"Cih, menghindar." balas mama Fara sambil beranjak pergi beserta membawa oleh-oleh dari papa William.


"Loh mama mau ke mana?" tanya Vino.


"Kamar." jawab sinis mama Fara.


"Sayang ini ya hadiah dari papa, maaf papa pergi dulu mau nyusul ibu negara ke kamar." memberikan kantong belanjaan kepada Vanya dan segera pergi mengejar istri tercintanya.


"Makasih pa." Vanya menerima oleh oleh dari papa William dengan senang hati.


"Vin aku ke kamar dulu ya." pamit Vanya pada Vino yang tengah main.


"Vino ikut kak." jawab Vino dan segera membereskan mainannya setelah itu dia bawa ke kamar mengikuti Vanya.


-


Italia


Vano sedang belingsetan di atas ranjang, dia bingung mau telfon Vanya apa enggak. Vano sangat merindukan Vanya tapi dia bingung mau mengawali pembicaraannya nanti gimana.


"Argghhh..." teriak Vano sambil menjambak rambutnya pusing.


"Gw pengen telfon Vanya, tapi gw bingung gimana nanti mulai bicaranya." monolog Vano.


Tok tok tok


Pintu kamar Vano di ketuk dari luar. Vano pun beranjak untuk membukakan pintu kamarnya.


"Ada apa?" tanya Vano cuek setelah mengetahui siapa yang sudah mengganggunya.


"Sabar bang jangan ngegas nanti cepet tua. Tapi gak papa sih kalau lo tua trus metong biar bini lo buat gw." canda Lucas. Ya orang yang mengetuk pintu kamar Vano tadi adalah Lucas.

__ADS_1


"Sekate kate lo kalau ngomong, lo doa in gw mati HAH." marah Vano.


"Sabar pak, sabar. Ingat jantung bapak nanti kumat jangan marah marah mulu." goda Lucas lagi.


Bug.


Vano meninju muka Lucas dan berhasil mengenai pipi sebelah kanannya.


"Sia*an lo, sakit b*go." umpat Lucas memegangi pipinya yang melempem.


"Apa? mau tambah lagi yang sebelah kiri?" tanya Vano serius.


"Oh tentu tidak brother, kita kan pren masak lo main tinju tinju aja lo kira gw samsak?"


"Emang, lo itu samsak yang pingin gw tinju trus."


"Udah deh, gw mau ngajak lo jalan ke mall. Lo jadikan beliin istri lo yang katanya cantik itu oleh oleh." ucap Lucas menjelaskan tujuan dia ke kamar Vano.


"Ya jadilah, ngomong dong dari tadi jangan bikin orang kesel." jawab Vano dan berlalu masuk ke dalam kamarnya di ikuti Lucas.


"Tar gw ganti baju dulu." lanjut Vano dan segera mengganti pakaiannya di walk in closed.


"Hmm." jawab Lucas sambil merebahkan tubuhnya di ranjang king size milik Vano.


Setelah menunggu Vano ganti pakaian, mereka berdua pun segera turun ke lantai bawah untuk mengambil mobil.


"Kalian mau kemana?" tanya Om Leo saat melihat keduanya menuruni anak tangga.


"Kita mau ke jalan jalan keluar pa." jawab Lucas.


"Ya udah, kalian mau di kawal bodyguard apa gak?" tanya Om Leo yang langsung mendapat gelengan cepat oleh Vano dan Lucas.


"Gak, gak usah pa. Kita bisa kok jaga diri." jawab Lucas cepat yang di angguki Vano.


"Ya udah kalian hati hati, ingat jangan lupa bawa senjata buat jaga jaga, kita gak tahu mana lawan mana kawan." wejangan Om Leo.


"Iya Pa/Om." jawab Vano dan Lucas kompak.


"Ya udah kita pamit dulu Om, Assalamualaikum."


"Waalaikum salam." jawab Om Leo.


Vano dan Lucas pun segera masuk ke dalam mobil dengan Vano yang memegang kemudi.



...(Ini Vano kalau lagi pegang kemudi.)...



...(Style yang Vano pakai.)...


"Van nanti pulangnya lo juga ya yang nyetir." ucap Lucas setelan mobil mulai berjalan.


"Mumpung suasana hati gw lagi baik jadi gw setuju, sekalian nanti lo belanja sepuasnya gw yang bayar." ucap Vano tetap fokus mengemudi tanpa menoleh ke arah Lucas.


"Seriusan lo Van?" tanya Lucas tidak percaya.

__ADS_1


"Iya lah mana ada seorang Geovano Alexander William bohong." sombong Vano.


"Ok kalau itu mau lo, bakal gw abisin uang Lo." balas Lucas.


"Silahkan kalau lo bisa. Gw aja dari dulu udah coba buat abisin tapi gak abis abis sampai sekarang." tantang Vano.


"Ya lo sumbangin atau apa gitu kek biar cepat abis."


"Udah gw lakuin semuanya tapi uangnya tetap aja gak abis abis, malah yang ada makin banyak."


"Ya udah lo kasih aja ke gw, tar gw abisin dah, bener." sambil mengacungkan jari tengah dan jari telunjuknya membentuk huruf V.


"Ogah, tar lo buat traktir temen temen lo yang suka pamerin harta orang tuanya tanpa mau bekerja." tolak Vano yang mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Lucas jika sudah memegang banyak uang.


"Lah, apa bedanya sama lo."


"Ya jelas bedalah. Selama ini gw selalu bantu bopak, lah temen temen lo hanya suka ongkang-ongkang kaki aja tanpa mau membantu bisnis orang tua." jawab Vano yang tak terima lantaran di sama kan dengan temen temen Lucas.


"Iya, iya.... yang bentar lagi jadi Presdir."


"Emang, dan jangan lupakan kalau gw Presdir nya lo yang jadi asisten gw."


"Dih ogah banget, masak iya sih gw harus liat muka lo mulu setiap hari bosan jadinya." tolak Lucas.


"Gak ada penolakan."


"Serah lo dah Van, mau gw tolak sekeras apapun juga gak bakal bisa." Lucas mengalah.


"Nah gitu dong."


Setelah itu tidak ada lagi pembicaraan hingga mereka sampai di mall.


Setelah memakirkan mobilnya Vano dan Lucas segera memasuki mall yang mereka datangi.


"Lo seriusan kan Van mau traktir gw?" tanya Lucas gak percaya.


"Menurut lo?" tanya balik Vano.


"Ya kan buat jaga jaga aja, siapa tau kan lo lagi kerjain gw. Masak nanti gw udah belanja banyak trus lo gak mau bayarin, mana gw gak bawa dompet lagi."


"Lo gak bawa dompet?" tanya Vano menghentikan langkahnya.


"Hehehe enggak." cengir Lucas.


"Fix dah, emang lo udah niat mau porotin gw." ucap Vano sambil melanjutkan langkahnya.


"Ehh tapi kan lo yang nawarin tadi." sambil mengejar langkah panjang Vano.


...***...



...Happy birthday Bro.....


...🎉🎉🎊🥳🥳...


Maaf author numpang ngucapin hari ini selingkuhan author lagi ulang tahun soalnya 😂

__ADS_1


__ADS_2