My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 170


__ADS_3

...Hai, maaf untuk yang part kemaren yang bagian akhir itu author salah ketik, yang aslinya nama Farrel jadi Lucas. Tapi udah author revisi kok😁🙏...


Farrel mengejar beberapa orang itu, tapi saat dia sudah dekat dengan orang yang membopong tubuh seseorang, dia tiba tiba di hadang oleh beberapa orang yang datang tiba-tiba.


Bug bug bug.


Orang orang itu langsung menyerang Farrel, dan Farrel pun menyerang balik mereka semua. Dan beberapa anak buahnya yang berjaga di luar, melihat Farrel di keroyok pun segera membantu bosnya.


-


Sedangkan anak buah Farrel yang ada di mobil, mereka melihat orang white Devil memasukkan seseorang yang di tutupi sebuah kain ke dalam mobil, dan segera melajukan mobilnya meninggalkan mall. Anak buah Farrel pun segera mengikutinya.


-


"Fira." pangil Lucas saat melihat Fira yang tengah di keroyok banyak orang.


"Lucas, Vanya udah di bawa sama mereka." ucap Fira sambil terus mengindari pukulan dari lawan.


Melihat Fira yang kualahan karena saking banyaknya yang melawan Fira, akhirnya Lucas memilih membantu Fira dulu. Karena dia pikir di luar sudah ada Farrel yang berjaga.


Bug bug bug.


Krak.


Dor.


"Aaaaa." teriak histeris pengunjung yang ada di sana saat mendengar ada suara tembakan dari Fira yang di arahkan ke atap.


Seketika semuanya berhenti menyerang Fira dan Lucas


"Fir lo jangan gila, di sini masih banyak orang." ucap Lucas pada Fira.


"Apakah gw peduli." bodo amat Fira.


Fira maju mendekati bos dari beberapa orang yang ada di depannya.


"Serahin temen gw atau lo mati di tangan gw." ucap Fira tegas.


"Hahaha... tidak semudah itu cantik." balas orang itu.


"Oooh baiklah baiklah." Fira berbalik badan menghadap Lucas dan...

__ADS_1


Dor dor dor dor


Beberapa tembakan Fira keluarkan dan itu tepat mengenai jantung atau pun perut semua anak buah white Devil hanya menyisakan ketuanya saja.


Merasa terancam, orang itu pun mengeluarkan pistol nya juga dan siap untuk menembak Fira. Tapi Fira tidak sebodoh itu, tepat saat orang itu melepaskan pelatuk pistol Fira segera mengambil orang yang sudah sekarat sebagai tameng untuk dirinya. Alhasil anak buah white Devil yang kena.


Tiba tiba saja beberapa orang yang tak lain anak buah Farrel tadi masuk ke sana dan melindungi Fira serta Lucas.


"Kalian urus dia, gw mau cari Vanya." perintah Fira dan segera menarik Lucas yang masih melongo melihat aksi Fira.


"Gilak nih cewek, pantesan Vano bilang kalau Fira itu cewek bukan sembarang cewek." batin Lucas sambil mengikuti langkah Fira.


Sementara Farrel tadi sudah berhasil melumpuhkan lawan dan Farrel pun segera mencari keberadaan Fira serta Lucas untuk mengejar orang yang menculik Vanya. Farrel memasuki mall, dan berlari menuju tempat Fira.


-


Orang yang tadi di lihat Lucas yang sedang mendorong kado, sekarang dia sedang berada di depan mall berusaha memasukkan kado ke dalam mobil box.


Tidak ada yang curiga kalau kado itu berisi manusia yang sangat cantik seperti Vanya, karena keadaan depan mall yang sudah sepi jadi aman aman aja.


Bodohnya Vano, dia tidak kepikiran kalau musuhnya itu bakal mengelabuhi mereka. Bahkan sekarang anak buahnya sudah kecolongan mengejar mobil yang di kira membawa Vanya, padahal mah itu bukan Vanya.


Dan bodohnya lagi, kenapa tidak ada yang berjaga di depan mall, kenapa hanya di belakang mall saja.


-


"Farrel, lo kok di sini. Lo berhasil dapetin Vanya kan?" tanya Fira.


Farrel mengelengkan kepalanya.


"Gw gak tahu, tapi anak buah gw udah ngejar tuh mobil yang bawa Vanya." jawab Farrel.


"Ya udah ayo cepat kita susul anak buah Lo." ajak Lucas.


"Ayo."


Mereka pun segera pergi kebelakang mall untuk mengambil mobil mereka dan segera melaju dengan kecepatan tinggi menyusul orang orang Farrel mengunakan mobil taksi tadi yang Vano siapkan.


"Ehh, jangan bilang rencana kita udah ketahuan sama mereka, soalnya tadi waktu Vanya di bekap semua cctv eror dan handset yang ada di telinga kita ini tiba-tiba mati. Dan waktu gw coba untuk mengembalikan sistem cctv itu, kek ada yang halangin." ucap Lucas dalam perjalanan.


Farrel yang menyetir mobil, Lucas yang duduk di sampingnya dan Fira duduk di jok belakang.

__ADS_1


"Gw rasa kek nya emang mereka udah tahu deh." balas Fira.


"Pantesan tadi waktu gw coba hubungi kalian itu gak bisa ternyata ada yang hack. Dan gw juga tadi berusaha buat hubungi Vano melalui telepon tapi gak bisa." ujar Farrel.


"Oh iya gw lupa, gw kan punya telefon ya." cengoh Lucas sambil menepuk jidatnya sendiri.


"Trus sekarang Vano gimana?" tanya Fira mengabaikan Lucas, karena itu menurutnya sangat tidak penting.


"Nah itu yang gw bingung, Vano gak ada kabar terus kita cara mau ngabarin dia juga gimana?" timpal Farrel.


"Udah kira urus nanti saja si Vano, sekarang kita fokus buat nyari Vanya dulu." sela Lucas.


"Bener kata Lo, kita cari adik gw dulu. Bisa habis gw sama bokap kalau sampai Vanya kenapa napa."


Farrel menambah kecepatan mobilnya untuk mencari Vanya.


-


"Hahahaha.... dasar bodoh." tawa Marvel karena anak buahnya berhasil membawa Vanya tanpa sepengetahuan dari anak buah Vano.


"Katanya aja mafia terkejam, tapi masak masalah kayak gini aja bisa gw kibulin."


Marvel terus tertawa bangga dengan keberhasilan yang dia rain, Marvel menyuruh pelayan yang ada di mansionnya untuk menyiapkan kamar buat kelinci kecilnya.


"Jangan lupa nanti kalian harus menyampaikan segala keperluan dia di mansion ini, jangan sampai buat dia nangis. Kalau sampai dia nangis kalian tahu akibatnya." ancam Marvel pada para pelayan yang berjejer di depannya. Setelah itu dia pergi meninggalkan mereka.


-


Tak hanya Marvel saja yang senang, bibinya Farrel Fen Wang juga senang karena Marvel berhasil menculik Vanya. Nanti akan dia gunakan buat mengancam Farrel dan menyuruh Farrel untuk menandatangani surat wasiat milik Farrel agar menjadi miliknya.


"Hahahaha aku kaya raya, aku kaya raya. Hahaha..." tawa bibi Fen seperti orang tidak waras alias gila.


-


Vano memanjat dinding yang memagari mansion Marvel, setelah itu dia melompat ke pohon dan turun melalui batang pohon. Setelah berhasil masuk ke halaman mansion Marvel, dia berjalan mengendap-endap untuk bisa memasuki mansion Marvel.


"Gw harus hati hati, jangan sampai ketangkap kamera cctv." gumam Vano sambil bersembunyi di balik dinding.


Saat Vano akan berjalan kembali, dia kaget dan segera sembunyi di balik dinding yang tadi karena ada beberapa anak buah Marvel yang sepertinya patrol mengelilingi mansion.


"Hufft... selamat, gw harus lebih hati-hati nih." ucap Vano pelan.

__ADS_1


Melihat kondisi yang sudah aman, Vano melanjutkan misinya lagi untuk masuk ke dalam mansion Marvel.


...***...


__ADS_2