My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 31


__ADS_3

Setelah itu dia akan beranjak meninggalkan kamar Vanya tapi pergerakan tangannya langsung dicekal oleh Vanya dan menariknya dengan kasar di dalam alam bawah sadar Vanya. Vano yang tidak siap pun jatuh dan...


"Shitt."


umpat Vano karena tanpa di sengaja tangannya menyentuh buah dada Vanya.


"Tahan Vano tahan, jangan sampai lo lepas kendali. Ya meskipun itu udah halal bagi lo."ucap Vano sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Vanya.


"Pokoknya gw harus cepat cepat pergi dari sini sebelum rudal meledak di tempat yang belum waktunya untuk di singahi."ucap Vano lagi.


Vano terus berusaha melepaskan tangan Vanya dengan hati hati agar tidak menggangu tidurnya.


"Akhirnya lepas juga."ucap Vano saat berhasil melepaskan tangan Vanya.


"Jangan tinggalin aku sendiri Hiks hiks hiks.."


"Aku takut. Jangan tinggalin aku Hiks hiks hiks..."racau Vanya sambil menangis.


"Ehh ehh cup cup jangan nangis nanti aku beliin lollipop deh beneran."


"Ehh emang Vanya suka lolipop ya."ucap aneh Vano.


"Jangan pergi... hiks hiks hiks.."


"Iya iya ini gw gak jadi pergi."nyerah Vano.


Akhirnya Vano memutuskan untuk duduk di ranjang samping Vanya tidur.


Dibawah alam sadar Vanya menarik Vano hingga Vano jatuh tiduran di samping Vanya. Dan Vanya pun segera melingkarkan tangannya di pinggang Vano.


"Ehh apa apaan nih kok gw serasa mau di perkos* gini ya."ucap Vano sambil melotot melihat tangan Vanya yang berada di pinggangnya.


"Awas aja besok pagi kalau ada orang teriak teriak bilang kalau gw apa apain. Gw perkos* beneran baru tau rasa." Ucap ambigu Vano.


"Gw ngomong apaan sih. Mana ada suami perkos* istrinya yang ada malah dapat pahala. Lagian siapa juga yang mau perkosa nih anak gada sexy sexy nya." ucap Vano lagi.


Vanya yang memeluk Vano pun menemukan ketenangan tersendiri hingga membuatnya tidur terlelap dengan tenang.


Setelah beberapa saat Vano mendengar suara nafas teratur, yang menandakan bahwa orang yang sedang memeluknya telah tidur dengan lelap.


Vano yang melihat Vanya sudah tenang pun memutuskan untuk menyusul menemui mimpi indahnya tanpa berniat pindah tempat tidur.


-

__ADS_1


Pagi yang cerah, sinar matahari masuk melalui celah-celah jendela yang berhasil mengusik tidur seorang lelaki yang tengah berada dalam pelukan seorang perempuan.


Vano mengerjapkan matanya, pemandangan pertama yang di lihatnya adalah muka polos istrinya yang tetap cantik meskipun tanpa make up yang menghiasi wajahnya.


Vano memandangi wajah Vanya seakan terhipnotis akan kecantikan Vanya hingga Vano lupa bahwa Vanya adalah musuh bebuyutannya di sekolah.


"Cantik."satu kata yang terlontar dari mulut sexy Vano tanpa dia sadari.


Tiba-tiba ada pergerakan dari Vanya yang membuat Vano cepat cepat memejamkan matanya. Vano pura pura tidur agar bisa melihat ekspresi Vanya saat mengetahui bahwa dirinya sedang memeluk tubuh Vano.


"Eemmhh."lengkuh Vanya.


Perlahan lahan mata indah dengan bulu mata yang lentik itu terbuka melihat keadaan sekitar.


"Aa..eeumm..."hampir saja Vanya berteriak tapi segera Vanya menutup mulutnya saat mengingat bahwa Vano adalah suaminya.


Vanya merasa malu dengan dirinya sendiri kenapa dia bisa memeluk Vano. Vanya mengingat adegan semalam yang membuat pipinya merah merona. Sesaat Vanya memandangi wajah Vano yang sedang tidur yang terlihat sangat tampan.



...(mandangin suami sendiri gapapa kan😁)...



"Ganteng banget sih suamiku."


"Ehh aku harus cepat cepat bangun nih jangan sampai Vano tau kalau aku semalam memeluk dirinya Waktu tidur bisa keluar nanti sungutnya."Ucap Vanya dan segera Vanya beranjak dari ranjang.


Vanya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Vano yang mendengar ucapan Vanya pun hanya tersenyum geli dalam hati. Apalagi waktu melihat tingkah Vanya saat berlari ke kamar mandi membuatnya gemes saja.


"Gemes banget sih jadi mau nerkam."ucap Vano.


"Ehh. Lo ngomong apaan sih Van, jangan ngaco Lo. Masak cewek kayak Vanya mau di terkam yang bagusan dikit napa."


"Ngapain juga gw mikirin si Vanya mending lanjut tidur mumpung hari ini free."tambah Vano lagi dan segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya untuk menuju alam mimpinya.


-


Sebelum kuar dari kamar, Vanya tidak lupa menyiapkan air hangat untuk mandi dan baju santai untuk Vano.


Meskipun Vano belum menganggapnya sebagai istrinya tapi Vanya akan tetap menjalankan tugas sebagai seorang istri yang selalu menyiapkan keperluan suaminya.

__ADS_1


Setelah di rasa kebutuhan Vano telah dia siapkan Vanya segera pergi meninggalkan kamar sebelum Vano bangun dari mimpi indahnya.


Vanya bingung mau masak apa, sedangkan di apartemen ini tidak ada yang bisa di masak. Akhirnya dia memutuskan untuk memesan gofood untuk sarapan pagi ini.


"Huft..."


"Bingung mau ngapain. Mau bersih bersih gak ada yang kotor, mau bangunin Vano takut. Trus aku harus ngapain!" Monolog Vanya.


"Mending aku nonton drakor aja dari pada gabut."


Vanya pun mulai mem-play drakor yang di bintangi oleh pacar halunya alias Chan Eun-woo.


"Iih kenapa mereka berantem sih."


"Auw.."


"Tuh kan mukanya jadi benyok."


"Tapi gapapa meskipun benyok tetep ganteng kok."


Vanya terus mengoceh saat melihat pacar halunya berantem dengan lawan mainnya.


-


Dalam dunia mimpi Vano, dia bertemu dengan bidadari yang membuat Vano terpana akan kecantikan walaupun hanya di lihat dari belakang.


"Aduh ini mimpi atau apa sih kenapa ada bidadari di depan gw. Dari belakang aja cantik apalagi dari depan."


Vano terus memperhatikan bidadari cantik nya itu dari kejauhan.


"Seandainya aja itu bidadari yang jadi istriku, betapa bahagianya aku."


"Bagaimana kalau aku samperin aja. Trus ajak kenalan siapa taukah dia jomblo."


Vano pun menghampiri bidadari itu saat sudah ada di depan hanya berjarak satu langkah darinya Vano memegang pundak bidadari itu.


"Hai bidadari surga." Sapa Vano.


Bidadari itu pun berbalik dan...


"Aaaa..."teriak kencang Vano saat melihat wajah bidadari itu.


...****...

__ADS_1


Bagaimana wajah bidadari itu?


__ADS_2