My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 241


__ADS_3

"Ada apa sih lo kumpulin kita di sini?" tanya Farrel yang baru datang bersama Fira, tapi Fira langsung ke kamar Vanya.


"Bukan gw tapi nih, si Lucas." balas Vano.


"Udah lo berdua diem sini gw jelasin." ucap Lucas.


"Apaan?"


"Jadi gini, gw kan dari kemaren sibuk nyari siapa orang terdekat Vano yang katanya salah satu orang nya Aaron dan gw curiga orang itu adalah...." ujar Lucas menjeda ucapannya dan menatap Vano dan Farrel.


"Siapa cepat, jangan bikin kita penasaran." ucap Farrel gak sabaran.


"Tau tuh dari tadi bikin orang emosi mulu." timpal Vano.


"Antara Rangga dan Galang." lanjut Lucas.


"Heh lo kalau ngomong jangan sembarang, temen temen gw gak ada yang kayak gitu." tak terima Vano.


"Terserah kalian mau percaya atau enggak, yang pasti gw minta sama lo Van, jangan terlalu terbuka pada mereka berdua atau lo akan tahu akibatnya nanti." balas Lucas dengan wajah serius.


"Lo jangan becanda deh, cepetan ngomong siapa orangnya. Bukan Rangga dan Galang kan?" tanya Farrel yang tak percaya dengan Lucas.


"Gw serius, gw gak bohong. Terserah kalian mau percaya atau enggak yang pasti kalian harus hati-hati. Terutama lo Van, lo harus selalu ada di samping Vanya, untuk sementara lo jangan ke kantor atau kemanapun yang membuat Vanya sendirian di rumah. Gw udah bilang sama Om William dan Om William setuju. Om William yang akan tanganin perusahaan sendiri untuk sementara waktu ini hingga musuh keluar." jelas Lucas panjang kali lebar.


Vano terdiam, dia tak percaya dengan apa yang Lucas katakan. Meskipun bisa saja di antara temen temennya yang berkhianat, tapi kenapa harus temen terdekatnya yang paling dia sayang.


"Kita harus merencanakan sesuatu sebelum apa yang kita takutkan nanti terjadi, gw gak mau kejadian kayak kemarin terulang lagi." lanjut Lucas.


"Gw setuju ama lo Luc, memang kita gak tahu apa yang ada di otak mereka, tapi kita harus tetap waspada. Jangan sampai kita lengah untuk kali ini." setuju Farrel.


"Ya udah gw mau ke markas dulu, lo berdua hati hati." pamit Lucas dan berlalu pergi dari mansion Vano menuju markas.


"Udah gak usah di pikirin, yok samperin bini kita." ajak Farrel menepuk pundak Vano dan segera pergi meninggalkan Vano.


Vano pun ikut keluar dari ruang kerjanya menyusul Farrel untuk menemui istrinya.


-

__ADS_1


"Hai sayang hai princess nya kakak." sapa Farrel saat memasuki ruang nongkrong di lantai paling atas sendiri di mansion Vano.


"Kakak." heboh Vanya dan segera berlari berhambur ke pelukan Farrel.


"Vanya jangan lari." peringat Fira tapi tak di hiraukan oleh Vanya.


"Princess jangan lari dong, kasian nanti babynya." ucap Farrel lembut sambil mengelus rambut Vanya.


"Hehehe maaf lupa, habisnya Vanya kangen banget sama kakak." cengir Vanya.


"Wah apa apaan nih, pakai acara peluk pelukan segala." ucap Vano menghancurkan acara kangen kangenan kakak dan adik.


"Iisss apaan sih ganggu aja." sinis Vanya.


"Ayang aku ini suami kamu loh."


"Yang bilang supir aku juga siapa." balas Vanya.


"Udah udah kalian ini ribut mulu, yuk sini duduk kita nonton drakor bareng." ajak Fira.


Sedangkan Vano dan Farrel mereka bukannya menonton drama tapi malah nonton para istri mereka yang tingkahnya sangat lebay, kayak gak pernah cium*n aja. pikir Vano dan Farrel.


"Kalian berdua dari pada kayak gini mending langsung praktek aja di kamar ayo." ucap Vano yang di setujui Farrel.


"Apaan sih ganggu aja." sinir Vanya dan Fira yang membuat kedua lelaki itu melongo.


"Awas aja nanti aku habisin kamu." gumam Farrel.


Kedua lelaki itu pun dengan sabar menunggu para pawang mereka yang tengah nonton drama yang tengah booming akhir akhir ini di kalangan pecinta Korean.


-


Sementara di tempat Galang, dia sehabis menghantarkan Sonya sampai di depan rumahnya pun langsung menancap gas motornya menuju suatu tempat.


Sampai di sana dia langsung memarkirkan motornya di parkiran motor. Galang masuk dan di sambut hangat oleh orang orang di sana lantaran dia sudah berlangganan di sana.


Tempat yang Galang datangi adalah tempat nge-gym, Galang datang ke sana guna untuk melatih kekuatan ototnya serta ingin buat roti sobek di perutnya. Katanya sih biar kayak para aktor Korea yang badannya bagus bagus.

__ADS_1


"Semangat Lang, biar tujuan lo cepat tercapai." ucap Galang memberikan semangat pada dirinya sendiri.


Galang memulainya dengan pemanasan terlebih dahulu, setelah itu dia mulai mengangkat beban yang sudah di sediakan di sana.


-


Sedangkan Rangga, sehabis dari mansion Vano bukannya pulang tapi malah berkencan dengan Sisil di taman kota. Mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan mengelilingi taman sambil bercanda.


"Beb nanti kalau lulus sekolah kamu mau kuliah di mana?" tanya Sisil pada Rangga.


"Eemmm kita cari tempat duduk dulu yuk, biar enak ngobrolnya." ajak Rangga dan di angguki Sisil.


Mereka duduk di bangku taman, dengan tangan kanan Rangga yang merangkul pundak Sisil dari samping.


"Gimana pertanyaan ku yang tadi, nanti sehabis sekolah kamu mau kuliah di mana?" tanya Sisil lagi.


"Eemm...gak tahu sih nanti, kalau aku sih mungkin gak kuliah tapi gak tahu lagi nanti, siapa tahu kan ada keajaiban." jawab Rangga sambil tersenyum manis.


"Loh kok gak kuliah, emang kenapa?" tanya Sisil lagi.


"Kamu kan tahu aku hidup sendiri di sini, aku harus cari uang dulu buat biaya kehidupan aku sehari hari. Jangankan untuk kuliah, buat makan sehari hari aja aku kadang harus nyari dulu." jawab Rangga.


"Maaf ya aku sebagai pacar kamu gak bisa bantuin kamu kalau lagi kesusahan. Nanti kalau kamu lapar terus gak ada uang kamu bilang aja sama aku biar aku beliin makanan atau aku bawain makanan dari rumah."


"Hei kamu ngomong apa sih, seharusnya aku yang minta maaf karena sebagai pacar kamu belum bisa beliin apa apa buat kamu. Maaf belum bisa seperti yang lain, yang bisa beliin pacarnya sesuatu."


"Aku gak papa kok gak kamu beliin sesuatu. Kamu ada di sisih aku aja aku udah seneng banget." berhambur ke pelukan Rangga.


"Aku janji sama kamu, aku akan berusaha jadi orang yang sukses biar nanti bisa beliin kamu sesuatu yang bisa kamu banggain ke temen-temen kamu." membalas pelukan Sisil.


"Aku udah bangga banget kok punya kamu, kan banyak yang mau ada di posisi aku kayak gini. Di peluk oleh orang ganteng kayak kamu." gombal Sisil untuk mencairkan suasana.


"Bisa aja kamu." balas Rangga salting.


Entah mengapa Sisil dan Rangga saat berbicara seperti ini mereka langsung konek, sedangkan saat berbicara sama temen temennya hanya ha ha doang. Mungkin ini yang di namakan pasangan serasi yang saling melengkapi satu sama lain.


...***...

__ADS_1


__ADS_2