
Jam menunjukkan pukul 09.45 malam yang artinya kurang 15 menit lagi mereka akan menghentikan pencarian ini dan akan di lanjutkan esok hari.
"Pak kayaknya kita belum cari ke arah sana deh."ucap salah satu murid.
"Ya udah ayo kita coba cari ke sana "jawab tim sar.
Mereka berjalan ke arah yang di tuju tadi.
Sementara di posisi Vanya dia sudah menggigil kedinginan juga ketakutan karena dia tadi hanya memakai jaket tipis. Vanya berusaha berjalan kembali di sisa tenaganya karena dia juga kehausan dan kelaparan sambil berteriak-teriak minta tolong.
"Tolon..g..."teriakan Vanya yang sudah mulai lemah.
"Siapa pun tolong..."
"Hiks hiks hiks aku takut.."air mata Vanya jatuh lagi saat melihat sekelilingnya yang gelap gulita tanpa ada penerangan.
"Papa Vanya takut pa... tolong..."
Tenaga Vanya sudah lemah, akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan duduk di akar pohon yang besar. Vanya duduk sambil memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya dan terus menangis ketakutan.
Hiks hiks hiks hiks....
Sementara di posisi Vano dia masih menyelurusi hutan tanpa memikirkan keselamatannya sendiri.
"VANYA. VAN. LO DENGER GW KAN."Teriakan Vano.
"Pokoknya apa pun yang terjadi gw harus bisa menemukan Vanya. Gw udah janji bakal jaga Vanya. Ya Allah selamatkan lah Vanya."Doa Vano.
"Gw janji kalo gw bisa menemukan Vanya gw akan menyatakan bahwa gw menyukai Vanya."janji Vano pada diri sendiri.
-
Vanya masih duduk di atas akar pohon dan masih sesenggukan tiba tiba ada suara sesuatu yang membuat dia mendongak kan kepalanya.
ssttt sstttt ssttt (anggap aja suara ular ya wkwkwk)
"Suara apa itu."panik Vanya sambil menengok kearah suara tersebut.
"Astaghfirullah ular."Panik Vanya sambil berdiri dan berlari.
"Tolong... Tolong.."teriak Vanya sekencang mungkin sambil berlari.
Ular itu terus mendekati Vanya.
Vanya panik bukan main saat melihat kebelakang ternyata itu adalah ular kobra. Vanya terus berlari karena keadaan yang gelap jadi menghalangi penglihatannya.
Saat Vanya berlari sambil menengok kebelakang tanpa dia ketahui di depannya ada sebuah ranting pohon yang menghalangi jalan akhirnya Vanya terjatuh.
Bruk
"Auw ."Ringis Vanya karena lututnya terluka.
Vanya melihat ular itu semakin dekat dengannya. Vanya berusaha berdiri tapi tidak bisa.
"Tolong.... tolong... siapa pun tolong aku.."
"Papa mama kakak tolongin Vanya."
Hiks hiks hiks..
"Hus hus hus.."Vanya berusaha mengusir ular kobra itu yang ada di depannya dan siap mematoknya.
Di posisi Vano dia masih terus berusaha mencari Vanya.
"VANYA. VANYA. VAN. LO DENGER GW KAN. LO DI MANA VAN."
"VANYA."Teriakan Vano.
Vanya yang berusaha mengusir ular itu pun mendengar teriakkan seseorang yang tidak asing di telinganya.
"VANYA. VANYA..."teriakan tersebut semakin dekat dengannya.
"Tolong gw di sini."ucap Vanya sedikit berteriak.
"Hus hus hus "Vanya masih berusaha mengusir ular kobra itu.
__ADS_1
Vano yang mendengar ada suara seseorang pun langsung berteriak kembali.
"VANYA ITU LO KAN."teriak Vano.
"IYA INI GW TOLONG VAN GW DI SINI "Jawab Vanya sambil terus mengusir ular itu.
Vano yang mendengar asal suara itu pun langsung berlari ke arah suara itu.
Vano pun akhirnya melihat Vanya yang sedang terduduk dan seperti menahan rasa sakit.
"Van lo gak papa kan."tanya Vano yang berjalan menghampiri Vanya.
"Stop Van."larang Vanya.
"Tolongin gw Van di depan gw ada ular."
Vano pun berhenti dan melihat di depan Vanya ada seekor ular yang mau mematok Vanya.
"Van lo jangan gerak."suruh Vano.
Vano mencari dahan pohon yang ada di sekitar situ buat mengusir ular.
"Hus hus hus.."usir Vano.
Ular itu bukannya malah pergi tapi dia semakin ganas karena dia merasa hidupnya terancam. Ular itu mendekati Vanya dan akan mematoknya.
Vano yang melihat itu pun tidak tinggal diam.
"Vanya awas.."
"Auw.."
ssttt ssttt ssttt (gini gak sih nulis nya 😂)
setelah mematok ular itu pun pergi meninggalkan mereka.
"Auw.."
"Van lo gak papa kan Van."panik Vanya karena Vano telah menolongnya dari patokan ular sehingga kaki Vano yang terkena karena tadi Vano berusaha menendang ular itu.
Vanya pun membuka jaket tipis nya dan menyobek kaos bagian dalamnya untuk mengikat kaki Vano yang terkena gigitan ular supaya racunnya tidak menjalar kemana-mana.
"Van apa yang lo lakuin. Gw gak papa."ucap Vano.
"Udah lo diam jangan banyak bicara."
Vanya mengangkat kaki Vano dan mau menghisap racun yang di tinggalkan ular tadi.
Vano yang melihat itu pun melarangnya.
"Lo mau ngapain. Nanti kalo lo hisap itu racunnya dan gak sengaja lo telan itu akan bahaya bagi tubuh lo."
"Tapi..."
"Udah jangan. Sini kainnya."pinta Vano pada Vanya.
"Biar aku saja."ucap Vanya sambil mengikat kaki Vano yang terkena gigitan ular tadi.
"auw.. pelan pelan bodoh."umpat Vano kesakitan.
"Dah selesai."ucap Vanya.
"Lo masih bisa jalan kan."tanya Vanya.
"Bisa tapi papah gw ya "
"Iya ayo berdiri."Vanya membantu Vano berdiri.
"Auw."ringis Vanya karena lulutnya yang terluka tadi bersenggolan dengan kain celananya.
"Lo kenapa Van. Mana yang luka."Panik Vano.
"Gw gak papa cuma lulut gw aja yang luka."
"Oh ya lo bawa handphone kan."tanya Vanya.
__ADS_1
"Ada sih tapi baterainya habis."
"Yah sama kalau gitu. ya udah kita jalan aja dulu siapa tau nanti ketemu orang orang."
Vanya memapah Vano dengan hati hati.
-
Di posisi Galang dkk mereka istirahat sebentar karena kelelahan.
"Udah hampir jam sepuluh nih kita kembali ke tempat kemping ya."ucap tim sar.
"Tapi pak gimana keadaan sahabat saya juga Vanya."tanya Galang.
"Kita sudah tidak bisa melanjutkan pencarian ini lagi. Untuk bapak guru mungkin bisa menghubungi keluarga korban."
"Baik pak "ucap pak Joko.
"Ya udah ayo kita kembali. Kalian terus berdoa saja supaya mereka tidak kenapa-kenapa."ucap tim sar santai.
Mereka pun berjalan menuju arah tempat kemping.
-
"Van Van kaki gw makin sakit badan gw juga makin lemah."ucap lirih Vano.
Karena pengaruh racun yang sudah mulai menyebar membuat Vano lemah bahkan tenaganya hampir habis.
"Van lo harus kuat. Kita harus keluar dari sini ok "ucap Vanya.
"Gw udah gak kuat Vanya."
"Ya udah kita berhenti di sini dulu."Vanya memapah Vano untuk duduk di dahan pohon yang tumbang di sebelahnya.
Setelah duduk Vanya merasa bahwa dia semakin kedinginan. Vano yang melihat itu pun melepaskan jaketnya dan memakaikan nya.
"Apa yang lo lakuin. Nanti lo kedinginan."ucap Vanya sambil menengok ke arah Vano yang mukanya sudah memucat.
"Gw gak papa. Lo yang kedinginan."jawab Vano.
Setelah adegan itu pun keheningan terjadi. Hingga Vano memulai pembicaraan.
"Vanya aku mau ngomong sama Lo."ucap lemah Vano yang hampir tak di dengar oleh Vanya karena tenaga Vano yang hampir habis.
"Udah lo diam jangan banyak bicara. Lo harus kuat kita keluar sama sama dari sini."
"Gw su-ka sam-a lo Van-ya."
"Maksud lo."tanya Vanya bingung.
Vano merebahkan kepalanya pada pundak Vanya dan Vanya pun merangkul punggung Vano.
"Gw sa-yang sama Lo. Gw cin-ta sama lo Van-ya."ucap Vano sambil menutup matanya.
"Gak salah tuh lo ngomong gitu."ucap Vanya dan menunggu jawaban Vano tapi Vano hanya diam saja. Vanya pun melanjutkan ucapannya sambil menengok ke arah Vano.
"Sebenarnya sih gw juga sud..."
"VANO. VAN BANGUN VAN."Teriak Vanya sambil menggoyangkan punggung Vano tetapi tidak ada respon dari Vano.
"Van lo jangan bercanda dong Van gak lucu."
Hiks hiks hiks..
Vanya pun masih berusaha membangunkan dan sesekali dia mencium kening Vano sambil menangis sesenggukan.....
.....
Hehehe Udah dulu ya 😂
...*Hai readers yang masih setia membaca cerita aku. Hari ini aku up dua eps loh 😁....
...Jangan lupa like komen vote dan favoritnya ya biar gak ketinggalan kalo author update 😁🙏...
Follow Ig author*:@adhilla_021
__ADS_1