My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 217


__ADS_3

Setelah bersiap, habis magrib Vanya, Vano, Fira dan Farrel janjian berangkat bareng ke rumah papa Wijaya. Mereka ketemuan di dekat rumah Farrel dan setelah itu mereka segera berangkat menuju rumah papa Wijaya.


"Assalamualaikum kami datang." teriak mereka semua kompak saat memasuki rumah mewah keluarga Wijaya.


"Waalaikum salam. Kok kompak banget sih kalian ini." jawab mama Vani.


"Harus dong, keluarga kita kan harus kompak, Iya gak?" ujar Vanya.


"Yoi." balas mereka semua.


Vano yang dulu si pendiem dan dingin terhadap orang lain pun mulai menunjukkan perubahannya, dan itu di sebabkan oleh Vanya. Istri Vano tercinta.


"Aduh bumil ini sekarang jadi makin cerewet ya." balas mama Vani pada Vanya.


"Harus dong, kan bumil harus selalu ceria." balas Vanya.


"Uuh mama jadi gemes deh." gemas mama Vani.


"Udah yuk kita masuk." ajak mama Vani.


"Papa kemana ma?" tanya Farrel.


"Papa belum pulang, katanya sih masih ada di jalan." jawab mama Vani.


"Kalian tunggu di sini biar mama siapkan." ujar mama Vani menyuruh anak anak serta menantunya bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"Kita bantuin ma." ujar Fira dan Vanya berdiri hendak mengikuti mama Vani ke dapur.


"Ehh, gak usah kalian di sini aja. Mama cuma tinggal mencicipi makanannya aja kok." larang mama Vani.


"Tapi kita juga pengen bantu bantu mama, masak iya kita yang lebih muda biarin mama repot sendirian." ujar Fira.


"Benar tuh kata kak Fira. Udah yuk kak kita ke dapur." menyeret Fira pergi ke dapur.


"Terserah kalian aja deh, pokoknya mama tadi udah ngelarang kalian." Putus asa mama Vani karena anak dan menantunya ini sangat keras kepala.


"Sayang jangan capek capek." teriak Vano.


"Iya." jawab Vanya.


"Wanita itu memang aneh, di suruh duduk duduk santai malah gak mau." komen Farrel.


"Ya emang gitu sifat wanita, tapi seharusnya kita bersyukur sih berjodoh dengan mereka yang mau melakukan pekerjaan rumah tanpa mengeluh, gak kayak wanita lain di luaran sana yang gak pernah masuk ke dapur." balas Vano.


"Bener kata lo." balas Farrel.


Mereka berdua ngobrol ngobrol santai sambil menunggu papa Wijaya serta makanan tersaji di meja makan.


-


Setelah makam malam bersama, mereka duduk bersantai di ruang keluarga untuk saling becanda bersama.


"Katanya kalian berempat mau ke Korea, apakah itu benar?" tanya papa Wijaya.

__ADS_1


"Iya pa, aku sama Fira mau sekalian bulan madu." jawab Farrel.


"Kalau aku sih mau babymoon sama Vanya." timpal Vano.


"Kenapa gak pakai jet pribadi aja?" tanya papa Wijaya lagi.


"Udah bosen pa." jawab Vano santai.


"Bisa bisanya kalian bosen, di saat orang lain malah ingin menaikinya." heran mama Vani.


"Namanya juga manusia ma." balas Farrel.


"Ya udah terserah kalian aja, asal kalian hati hati nanti." ujar papa Wijaya.


"Iya pa, kita akan saling menjaga satu sama lain. Ya gak Van?" balas Farrel.


"Yoi." balas Vano.


"Kalian udah menyiapkan semuanya?" tanya mama Vani.


"Udah ma, tadi sebelum ke sini kita sudah menyiapkan semuanya dan mengirimkannya ke bandara." jawab Fira.


"Baguslah kalau gitu, biar besok kalian tidak terlalu repot."


Mereka terus mengobrol sampai jam setengah sepuluh malam mereka mengakhirinya. Karena besok mereka akan pergi perjalanan jauh jadi harus bayak banyak istirahat.


-


Pagi harinya mereka berempat sudah bersiap dengan pakaian rapi untuk pergi ke bandara Soekarno Hatta di antar oleh sopir masing masing.


"Farrel, Vano mama pesan sama kalian. Kalian harus jaga istri kalian baik baik, terutama kamu Vano. Jaga Vanya dengan baik karena kondisinya sekarang tengah berbadan dua." nasihat mama Fara.


"Baik ma, kami akan dengarkan kata kata mama." jawab Farrel.


"Iya ma." timpal Vano.


"Vanya nanti kamu yang nurut ya sama suami kamu, jangan bandel di sana. Jangan bantah apa yang suamimu katakan." nasihat papa Wijaya.


"Iya pa, lagian Vanya mana pernah sih bantah ucapan kalian." jawab Vanya.


"Iya kamu gak pernah bantah omongan kita kok, kamu kan anak yang penurut." balas Farrel jengah.


"Tuh tau."


"Kamu juga hati hati ya di sana, maaf bila anak mama yang satu ini suka bikin kamu pusing." nasihat mama Vani pada Fira.


"Iya ma." balas Fira.


"Farrel kamu jangan berbuat yang aneh aneh di sana, awas aja kalau sampai ketahuan papa." ujar papa Wijaya pada Farrel.


"Iya papa, kalian ini cerewet banget sih." ucap Farrel.


"Farrel..." sentak mama Vani dan papa Wijaya barengan.

__ADS_1


"Hehehe becanda ma, pa." cengir Farrel.


"Udah yuk kita berangkat, takut ketinggalan pesawat nanti." ajak Vano yang di setujui yang lain.


"Ma pa, kita berangkat dulu ya, mama sama papa harus jaga kesehatan di sini." pamit Vanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Iya, kamu juga harus jaga kesehatan di sana nanti. Makan yang teratur biar babynya sehat." balas mama Vani.


"Kami berangkat dulu ma, pa. Assalamualaikum." pamit Fira.


"Waalaikum salam." jawab mama Vani dan papa Wijaya.


Mereka berempat pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Wijaya menuju bandara Soekarno Hatta.


"Kenapa kok murung gitu?" tanya Vano pada Vanya dalam perjalanan.


"Gak papa, aku cuma merasa takut aja." jawab Vanya.


"Takut kenapa hmm?" menarik Vanya ke dalam pelukannya.


"Aku merasa akan terjadi sesuatu di antara kita nanti." balas Vanya.


"Itu cuma pemikiran kamu aja, kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa pada kita nanti." balas Vano.


"Semoga saja." Vanya menikmati pelukan Vano yang sangat nyaman bagi dirinya.


Hingga mereka sampai di bandara Soekarno Hatta, mereka pun langsung segera masuk dan melakukan cek in karena sebentar lagi pesawat menuju Korea akan segera berangkat.


"Sudah gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Farrel.


"Kayaknya enggak deh." balas Fira.


"Princess kenapa hmm, kok murung gitu? Bukannya senang habis ini mau ketemu para suami di Korea?" tanya Farrel sambil becanda sedikit.


Vanya tak menjawab, dia malah menengelamkan kepalanya di dada bidang Vano.


Farrel menatap Vano minta penjelasan dari pertanyaan tadi.


"Katanya perasaannya tidak enak." ucap Vano pada Farrel.


"Kamu gak usah khawatir gitu, kita kan nanti mau nonton konser jadi ya harus ceria dong." hibur Fira pada Vanya.


"Bener tuh kata Fira, katanya nanti juga mau foto ama Suga. Kalau mukanya sedih gitu emang Suga nya mau di ajak foto." timpal Vano.


"Senyum dong." lanjut Vano.


"Nih." Vanya menyengirkan mulutnya hingga menampilkan deretan giginya yang rapi.


"Nah gitu dong, itu baru istrinya Vano." balas Vano gemas.


"Dah yuk kita masuk." ajak Farrel.


Mereka berempat pun pergi menuju Korea, yang satunya untuk honeymoon yang satunya lagi untuk babymoon.

__ADS_1


...***...


__ADS_2