
Malam pun tiba, kini keluarga besar Wijaya beserta para menantunya tengah melakukan makan malam bersama di kediaman Wijaya.
"Pa, Ma habis ini kita mau pamit pulang ya." ijin Vano.
"Loh kok udah mau pulang sih, nginap di sini aja ya." balas mama Vani melarang Vano dan Vanya pulang.
"Pekerjaan Vano udah numpuk ma di rumah, jadi Vano mau lembur malam ini." balas Vano.
"Gak bisa di tunda dulu apa, kamu kan juga baru sembuh."
"Gak bisa ma, udah terlalu lama Vano menundanya."
"Ya udah kalau udah gitu mama bisa apa, Vanya nanti kamu pulang langsung istirahat ya, kamu gak boleh capek capek."
"Iya ma, nanti Vanya sampai mansion akan langsung istirahat." balas Vanya.
"Kalian juga mau pulang?" tanya mama Vani di tujukan pada Farrel dan Fira.
"Enggak ma, kita berdua pulang besok pagi aja sekalian Farrel berangkat ke kantor papa." jawab Farrel.
"Baguslah biar rumah ini gak sepi."
"Van, jagain Vanya ya." pinta papa Wijaya yang sedari tadi diam.
"Tanpa papa minta juga Vano akan tetap menjaga Vanya." balas Vano mantap.
__ADS_1
"Nanti kalian pulangnya hati hati, biar di antar sopir aja."
"Iya pa." balas Vano.
Vanya dan Fira pun hanya sebagai pendengar yang baik saja. Karena bingung juga mau ngomong apa.
Setelah makan malam selesai, Vanya dan Vano sudah bersiap akan pulang. Saat ini mereka telah berpamitan pada keluarganya.
"Ma, pa, kak Vanya sama Vano pamit pulang dulu ya." pamit Vanya.
"Iya kalian hati hati ya, nanti kalau kamu mau sesuatu atau butuh sesuatu telfon mama ya." balas mama Vani.
"Iya ma." balas Vanya sambil memeluk tubuh mama Vani.
"Pa Vanya pulang dulu ya." pamit Vanya memeluk papa Wijaya.
"Siap pa." hormat Vanya yang membuat semua orang tersenyum.
"Kak Vanya pamit ya, jangan lupa kalian harus cepat cepat nyusul punya baby. Biar nanti bisa jadi teman main anak Vanya." pamit Vanya pada Farrel dan Fira di sertai candaan.
"Iya nanti kakak buatin selusin." canda Farrel.
"Auw, sakit yank." ringis Farrel lantaran Fira mencubit perutnya.
"Makanya kalau ngomong tuh di pikir dulu." omel Fira.
__ADS_1
"Kak yang kuat ya hadapin kak Farrel, Vanya mau pamit dulu." pamit Vanya pada Fira.
"Iya kamu hati hati ya, di jaga kandungnya agak kalian berdua tetap sehat."
"Iya kak."
setelah itu gantian Vano yang pamit, tapi tak seheboh pamitan Vanya tadi. dia hanya berjabat tangan seperti biasa saja.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Wijaya menuju mansion Vano dan Vanya.
-
Sementara di tempat lain, seseorang tengah marah marah lantaran bos dia sudah kalah bahkan mati di tangan Vano dan yang lainnya.
"AAAGRRR." teriak orang itu sambil membanting apa saja yang bisa di jangkau oleh tangannya.
"Vano Vano Vano, kenapa lo selalu unggul dan bisa ngalahin gw." kesal orang itu.
"Kali ini gw biarin lo bahagia sama istri dan calon anak Lo. Tapi tidak dengan nanti, gw akan buat lo merasakan apa yang gw rasakan selama ini. Rasa kehilangan seseorang yang sangat berarti bagi hidup lo."
"Gw gak akan pernah menyerah sekalipun komplotan lo kali ini lebih besar dari gw." lanjutnya lagi.
Dia tersenyum misterius saat terlintas sebuah ide di otaknya.
"Lo tunggu aja tanggal mainnya." gumam orang itu sambil menaikkan sebelah sudut bibirnya.
__ADS_1
...***...
Tolong dong yang thu tutorial hilangkan rasa malas kasih tahu ke saya😂