
Hari Senin adalah hari dimana semua orang akan mulai melakukan aktivitasnya kembali setelah weekend. Tak terkecuali pasangan muda suami istri ini, Vanya sudah bangun sedari tadi sedangkan Vano masih asik bergelung di bawah selimut tebal.
"Van bangun." pangil Vanya membangunkan Vano.
"Vano..." ucap Vanya lagi karena tak mendapat sahutan dari Vano.
"Eemm." gumam Vano masih dengan mata terpejam.
"Bangun Van, ini udah pagi kita harus sekolah." membuka selimut yang menutup tubuh Vano yang hanya mengunakan celana bokser saja.
"Apa sih yank, aku masih ngantuk." menaikan selimut hingga menutup seluruh tubuhnya.
"Vano, bangun gak, aku seret nih." ancam Vanya yang tak di hiraukan oleh Vano.
"Beneran ya, aku seret. Satu dua ti..." Vanya menunggu respon dari Vano tapi ternyata Vano malah kembali molor.
"Astaghfirullah hallazim Vano, bangun gak." menarik tangan Vano yang berat agar bangun.
"Udah gak usah sekolah, kita bolos aja." menarik Vanya ke dalam pelukan hangatnya.
"Enak aja, kemaren udah gak masuk masak sekarang mau bolos lagi, mau jadi apa kamu." omel Vanya dalam pelukan Vano.
"Udah deh yank jangan berisik, aku masih ngantuk. Kamu kan tahu semalam aku tidur jam 3 pagi." ujar Vano tanpa membuka matanya.
"Ya itu mah salah kamu sendiri, kan aku bilang udah tapi kamu tetap lanjut aja." ucap Vanya.
" Tapi kamu menikmatinya kan." goda Vano yang sekarang sudah menatap Vanya.
"Ya, ya... Tauk ahh, minggir kamu aku mau siapin sarapan." berontak Vanya.
"Cium dulu dong." pinta Vano.
"Enggak kamu masih bau, belum mandi. Lepasin Van..." tolak Vanya.
"Gak mau , pokoknya cium dulu. Kalau enggak aku gak mau sekolah." merajuk Vano.
"Kok gitu, mau jadi apa kamu nanti kalau gak sekolah Hah. Aku gak mau ya punya suami yang pengangguran."
"Aku mau bangun asal kasih ciuman selamat pagi dulu, lagian meskipun aku pengangguran harta papa juga gak bakalan habis 7 turunan 7 tanjakan."
"Vano." tekan Vanya sambil memelototi Vano.
"Apa, cium dulu pokoknya." rengek Vano.
Cup.
"Udah kan, lepasin sekarang." ucap Vanya setelah mencium pipi Vano.
"Kok di pipi sih, aku maunya di sini." menunjuk bibirnya.
"Vano..."
"Iya sayang..."
"Lepasin ya." rayu Vanya dengan lembut berharap Vano mau melepaskannya.
"Cium dulu."
"Kan tadi udah."
__ADS_1
"Itu kan di pipi, aku maunya di bibir sayang..."
"Hufft, sabar sabar, orang sabar rejekinya lancar." gumam Vanya.
"Iya nanti rejeki kamu lancar tenang aja, nanti aku transfer ke rekening kamu." sahut Vano.
"Kamu denger?"
"Menurut kamu, aku gak budek ya kalau kamu lupa."
"Udah cepat cium, katanya mau sekolah." lanjut Vano.
Cup.
Vanya mengecup bibir Vano dengan jengkel, tapi saat akan menjauh bibirnya dari Vano tengkuk Vanya di tahan oleh Vano, dan Vano pun memperdalam ciumannya.
"Eemmhh..." berontak Vanya sambil memukuli dada Vano.
Bukannya melepaskan ******nnya Vano malah makin memperdalam ciumannya.
Lama kelamaan Vanya pun ikut hanyut menikmati his**an yang Vano berikan di bibirnya.
Cup.
Vano mengakhiri ciumannya saat di rasa oksigen Vanya sudah menipis.
Mereka saling pandang, tangan Vano terulur mengusap air ludah bekas mereka berdua yang tertinggal di bibir Vanya.
"Makasih sayang."
Eemmuah.
"Vano..." garang Vanya.
"Hehehe... Kan biar semangat sekolahnya nanti, lagian kamu tadi juga menikmatinya." goda Vano yang membuat pipi Vanya memerah bak tomat yang sudah matang.
"Apaan sih, udah lepasin tangannya." salting Vanya.
"Atututu gemes banget sih kalau pipinya merah gini, kamu tuh jangan malu-malu sama aku, kamu harus terbiasa karena nanti aku bakal sering sering kayak gini."
"Udah lepasin aku mau ke dapur dulu."
"Iya iya ini aku lepasin, garang banget sih masih pagi." ucap Vano melepaskan pelukannya yang sedari tadi.
"Apa kamu bilang, kamu mau gak aku kasih jatah sebulan Hah." garang Vano sambil tangannya berada di pinggang.
"Ehh kok gitu sih, ya jangan dong. seminggu aja rasanya udah setahun, apalagi kalau sebulan." protes Vano.
"Mangkanya diam, udah sana mandi."
"Iya iya, ini mau mandi."
Vano pun beranjak pergi menuju kamar mandi dengan hanya menggunakan bokser saja yang membuat Vanya mengelengkan kepala melihat kelakuan Vano.
"Pagi pagi udah ngomel-ngomel kayak emak emak bangunin anaknya buat sekolah aja." ngedumel Vano sambil berjalan sempoyongan.
"Apa kamu bilang Hah." garang Vanya yang membuat Vano berlari mengunakan jurus seribu bayangan agar tidak di serbu Vanya.
"Hufft selamat." lega Vano bersandar di pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Baju kamu aku taruh di tempat biasa." teriak Vanya dari dalam kamar.
"Iya." balas Vano sambil berteriak juga.
-
Jam istirahat Vanya dkk dan Vano dkk mereka berada di kantin, mereka duduk di satu meja kantin yang sama.
"Ehh gimana keadaan si Cindy, gw liat tadi di kelasnya dia gak masuk sekolah." tanya Galang kepo.
"Gw denger denger dari anak anak yang lain sih katanya dia di rawat di rumah sakit." jawab Rangga.
"Kita jengukin yuk." ajak Vanya.
"Yank kamu jangan mulai deh." Vano mengingatkan Vanya agar tidak cari masalah.
"Lah, emang apa salahnya jengukin teman yang sakit." balas Vanya.
"Ya gak salah, tapi ini tuh temennya beda." balas Vano.
"Bener tuh Van apa kata Vano, nanti yang ada kita bukannya jengukin dia lagi, yang ada malah di ajak perang ama dia." timpal Sonya.
"Tuh dengerin teman kamu." sahut Vano.
"Tapi seru loh kayaknya kalau kita tengok si Tante Tante itu, apalagi dia kan lagi di infus pasti dia gak bisa banyak gerak, nanti kita buat onar di sana." ide jahat Sisil.
"Nah betul itu kata Sisil, Sisil emang the best deh, eemmuah." Vanya memberikan kecupan di pipi Sisil.
"Serah kalian lah." pasrah Vano, emang kalau bicara sama cewek tuh gak bakal menang.
"Ya udah nanti sepulang sekolah kita langsung ke sana aja, nanti kita bawain si Tante seblak sama bakso setan biar si Tante cepat sembuh." ucap Vanya ngawur.
"Jangan ketinggalan mie gacoan level 8 biar dia tahu rasa." timpal Galang menyetujui ide gila Vanya.
"Gw ngikut aja dah."ujar Sonya.
"Gw juga." timpal Rangga dan Sisil kompak.
"Ciee... kompak banget sih, kan jadi bapeurr." ucap gemas Vanya.
"Lo gimana Van, ikut gak?" tanya Galang.
"Kalau cewek gw ikut ya pasti gw ikutan lah." jawab Vano.
"Oke, udah fix ya nanti sepulang sekolah kita ketemuan di parkiran."
...***...
Ada yang baru nih, yuk mampir ke karya temen aku.
"Kalau kita sadar, ada banyak fenomena sosial media yang akhir-akhir ini sedang ramai. Salah satunya ya pertikaian antara wibu dan kpop, apa jadinya bila mereka malah menjalin kisah cinta?"
Jangan lupa mampir ya, pasti seru banget dong kalau wibu dan K-Popers bertemu dalam sebuah kisah asmara. Yuk mampir,
Judul : Weeaboo X KPopers
Author: Ghopang
__ADS_1