My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 45


__ADS_3

"Jadi tadi tuh gw ....."


Flashback on:


Vanya pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya tapi saat dia akan kembali ke tempat duduknya dia melihat gerak gerik Kia yang menurutnya sangat mencurigakan akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti kemana Kia pergi.


"Tunggu dulu mang, ini buat mejanya Vanya kan?" tanya Kia kepada mang Agus.


"Iya non, ada yang bisa mang bantu?"jawab mang Agus.


"Eemm jadi gini aku mau pesan soto dua sama baksonya satu, tapi harus cepat mang karena teman saya udah kelaparan jadi ini pesanan punya Sonya taro di sini saja biar saya jagain." ucap Kia.


"Tapi non, ini udah di tunggu dari tadi."


"Aduh mang saya mohon, mang Agus mau teman saya mati kelaparan gara gara pesan makanannya lama?" Kia menakut nakuti mang Agus.


"Ya jangan dong non, nanti bisa hancur reputasi dagangan mang Agus."


"Ya udah non mang Agus bikinin bentar, nitip ini ya!" ucap mang agus akhirnya menyetujui permintaan Kia.


"Nah gitu kek dari tadi." jawab Kia.


Setelah mang Agus pergi Kia melihat keadaan sekitar, saat di rasa aman dia membawa makanan itu ke dapur dan Vanya yang masih mengawasinya dari belakang dengan bersembunyi sembunyi.


Saat sampai di dapur kantin dia juga melihat keadaan, di sana ada salah satu tukang masak yang sepertinya sedang membuat pesanan orang lain.


Kia meletakkan makanan itu di atas meja luar dapur agar tidak di curigai oleh tukang masak itu.


"Maaf mbak, tadi di pangil sama mang Agus katanya ada perlu." ucap Kia.


Tukang masak itu pun menengok kebelakang dan menatap Kia bingung.


"Mbaknya tadi di pangil sama mang Agus katanya ada perlu." ulang Kia.


"Ooh iya, kalau gitu aku ke depan dulu." pamit tukang masak itu.


Saat si tukang masak sudah keluar, Kia mengambil makanan yang di sembunyikan tadi dan membawanya ke dalam dapur.


Vanya yang melihat itu pun bingung.


"Mau ngapain si Kia ke dapur?"


"Trus tadi kayaknya itu pesanan ku deh." ucap Vanya.


Vanya pun mengambil handphone nya di dalam saku dan memutuskan untuk melihat apa yang Kia lakukan sambil merekamnya.


Kia mengambil bubuk cabe yang ada di meja dapur, setelah itu memasukkan nya ke dalam mangkok soto milik Vanya setelah selesai dia kembali ke tempat tadi.


"Wah ada yang mau main main nih sama gw." ucap Vanya.


Vanya pun mengikuti Kia, saat Kia kembali ke tempat duduknya setelah menaruh makanan tadi di tempat semula dan secara kebetulan mang Agus datang sambil membawa pesanan punya Cyndi dkk.


"Ehh ada non Vanya, mau ngapain non?" tanya mang Agus.


"Eemm... itu pesanan punya Kia tadi ya pak?" bukannya menjawab Vanya malah balik bertanya."


"Iya non, ini mau sekalian nganterin pesanan non Vanya juga."


"Ooh gitu. Emm ini punya ku kok jadi dingin gini mang?" tanya Vanya lagi.

__ADS_1


"Aduh maaf non ini tadi non Kia minta cepat cepat di buatin pesanan nya jadi saya tinggal dulu di sini."


"Aduh gimana ya pak saya tuh gak suka kalau makanan udah dingin gini."


"Aduh maaf non, ya udah mang Agus buatin yang baru lagi aja."


"Aduh mang pasti bakal lama lagi, sedangkan bell masuk akan segera berbunyi."


"Sekali lagi mang minta maaf non."


"Eemm bagaimana kalau di tuker aja sama pesanan Kia."


"Tapi non nanti kalau mereka sama juga gak suka sama makanan yang udah dingin juga gimana?"


"Gak bakalan pak, nanti yang dingin ini kasih aja ke Cindy soalnya saya hafal betul kalau Cindy makan tuh pasti harus makanan yang agak dingin kebalikannya dengan saya." ucap Vanya meyakinkan.


"Beneran non?" mang Agus memastikan.


"Bener mang kan Cindy teman setongkrogan aku."


"Ya udah kalau gitu non mang Agus tuker aja."


Akhirnya mang agus pun menukar makanan nya.


"Ehh mang itu minuman nya bisa bawa gak kayak ribet banget gitu harus bawa dua nampan."


"Agak susah sih non."


"Ya udah sini minumannya biar aku kasih ke anaknya mang Agus aja supaya di anterin."


"Tapi nanti kelamaan non?"


"Udah gak papa sini."


Mang Agus pun pergi untuk mengantarkan pesanan Cindy dkk. Sedangkan Vanya dia memanggil anak mang Agus.


"Inem sini deh!" pangil Vanya kepada anaknya mang Agus yang bernama inem.


"Iya non ada apa?" jawab ini sambil menghampiri Vanya.


"Kamu anterin makanan sama minuman ini ke mejaku itu ya yang ada Sonya sama Sisil." suruh Vanya.


"Baik non." inem pun mengantarkan makanan Vanya.


"Yes berhasil, liat aja nanti siapa yang bakal kena getahnya." ucap Vanya bangga karena sudah bisa menggagalkan rencana Cindy.


"Nih minuman gw apain ya?" bingung Vanya dengan minuman Cindy yang berada di depannya.


"Gw kasih anak anak yang lain aja dah."


Setelah itu Vanya kembali ke tempat duduk menghampiri teman temannya.


Flashback off.


"Jadi gitu ceritanya." ucap Vanya saat mengakhiri ceritanya.


"Wah hebat juga lo bila memutar balikkan makanan." apresiasi Sisil saat mendengar cerita Vanya.


"Makanan, fakta kali Sil." ucap Sonya.

__ADS_1


"Ya kan ini temanya makanan bukan fakta, gimana sih lo." jawab Sisil ngegas.


"Serah lo dah, capek gw."


"Capek ya sama saya juga."


"Udah udah kalian ini, mending kita kembali ke kelas Udah mau bell nih." Vanya menengahi pembicaraan Sonya dan Sisil.


"Siap bu ketos." jawab Sisil dan Sonya sambil menghormatkan tangan sebelah kanannya kepada Vanya.


"Kalian ini ada ada aja."jawab Vanya sambil menggelengkan kepalanya.


"Ehh btw dari tadi gw liat si Vano mandangin lo mulu dari tadi." Sonya berbicara kepada Vanya.


"Trus?"


"Ya, emang lo gak salting apa?"


"Salting sama Vano, ya kali." jawab Vanya yang tidak sesuai dengan apa yang ada di hatinya.


"Ayok katanya tadi mau ke kelas." ucap Sisil yang tidak di ajak ngobrol.


"Iya ayok."


Mereka pun kembali ke kelas karena sebentar lagi bell akan berbunyi.


"Van dari tadi lo diam aja sih?" tanya Rangga kepada Vano.


"Maksud lo?"


"Lo itu dari tadi diam mulu sambil menatap ke arah Vanya terus ngapain sih?"


"Ya suka suka gw lah, mau gw natap siapa aja bukan urusan lo."


"Yee gak usah ngegas gitu juga kali."


"Siapa yang ngegas orang gw lagi duduk."


"Tau ahh kesel neng bang." ucap Rangga dengan nada centilnya.


"Jyjyk gw Ngga denger nya."ucap Galang pada Rangga.


"Lo juga ngapain ngomong jijik I nya pakai Y." ucap Vano sambil menatap Galang.


"Ya kan biar keren gitu."


"Keren mat*mu." ucap Rangga.


"Ehh Ngga lo sadar gak ada yang aneh." ucap Galang sambil menatap Rangga dengan serius.


"Apaan yang aneh?" tanya Vano.


"Emang ada apaan kok lo bilang aneh." tanya Rangga juga.


"Iisss.. masak lo gak tahu sih." ucap Galang menggantung.


"Apaan?" kompak Rangga dan Vano.


"Cieee kompak bener."ucap Galang pada mereka berdua.

__ADS_1


"Jadi tuh yang aneh...."


...***...


__ADS_2