
Grep.
Vano memeluk Vanya dari belakang dan hal itu membuat Vanya kaget.
"Vano." kaget Vanya.
"Kenapa hmm?" tanya Vano sambil melingkarkan tangannya di pinggang Vanya semakin erat.
"Van..."
"Hmm." Vano meletakkan kepala di pundak Vanya sambil memejamkan matanya menikmati aroma rambut Vanya yang wangi.
"Van.."
"Hmm." gumam Vano.
"Lepas dulu, sesek nih, gak bisa nafas." ujar Vanya.
"Gak mau." tolak Vano seperti anak kecil.
"Vano..."
"Iya sayang..."
"Lepasin ya."
"Gak mau, lagian salah siapa pakai baju kayak gini." tolak Vano.
"Emang kenapa kalau pakai baju kek gini, gak boleh?"
"Bukannya gak boleh, malah aku suka banget. Kamu jadi makin sexy..." bisik Vano dengan deep voice nya yang membuat tubuh Vanya meremang.
"Kenapa diem?" tanya Vano karena Vanya diam saja.
Vano tak tahu aja kalau Vanya tengah menahan rasa gugup dalam dirinya.
"Yank." pangil Vano.
"Apa?" balas Vanya.
"Main yok." ajak Vano.
"Main?" mengeryitkan dahinya bingung.
Vano memutar tubuh Vanya hingga menatap wajahnya.
"Gede banget sih." mere**s itu Vanya.
"Ahh." Des*h Vanya.
"Jangan des*h yank." ucap Vano tak merasa bersalah sedikitpun.
"Udah sana kamu keluar, aku mau ganti baju dulu." usir Vanya.
"Ngapain ganti baju, nanti juga gak pakai baju."
"Maksud kamu?" tanya Vanya bingung dengan maksud Vano.
Tanpa ba bi bu Vano langsung mengangkat tubuh Vanya dalam gendongannya.
"Vano." kaget Vanya.
__ADS_1
"Apa sih yank, gak usah teriak teriak kuping aku gak budek." ucap Vano sambil membawa Vanya keluar dari walk in closed menuju ranjang big size milik mereka berdua.
Vano menurunkan Vanya dengan sangat lembut dan setelah itu dia melucuti pakaiannya hingga menyisakan celana bokser miliknya. Begitu juga dengan pakaian haram Vanya, Vano juga melepaskannya dengan sangat lembut.
Dan terjadilah apa yang biasa Vano kerjakan kalau malam hari.
Skip.
Pagi hari di kediaman Vano, dia kedatangan tamu tak di undang yang menumpang sarapan. Siapa lagi kalau bukan Lucas. Ya, Lucas pagi pagi sekali datang ke mansion Vano katanya mau numpang sarapan soalnya di apartemen gak ada makanan.
"Van nanti kita jadi kan?" tanya Lucas di sela sela makannya.
"Ya jadilah." jawab Vano.
"Kalian mau ke mana?" tanya Vanya.
"Oh iya aku lupa bilang sama kamu, nanti kamu aku antar ke sekolah ya, tapi aku izinin gak masuk." ucap Vano.
"Emang kamu mau ke mana?" tanya Vanya lagi karena belum mendapatkan jawaban dari Vano.
"Oh aku mau nganterin Lucas ke mall beli pakaian, kan dia masih baru di sini jadi ya sebagai teman yang baik harus membantu kan." jawab Vano.
"Kenapa harus sama kamu, kan bisa dengan yang lain?"
"Kalau soal itu lo kan tau sendiri, kalau gw tuh di sini akrabnya cuma sama Vano doang, jadi boleh ya pinjam Vanonya sehari aja." mohon Lucas agar Vanya memberikan izin.
"Bener tuh yank, kasian dia, emang kamu gak liat dari kemaren sampai sekarang ini jaket yang di pakai Lucas itu itu aja kan." ucap Vano.
Memang benar jaket yang di pakai Lucas selalu sama tiap ketemu Vanya, karena itu jaket WD. Jaket warna hitam yang di hiasi tulisan WD tapi tidak terlalu besar di bagian dada.
"Iya juga sih, kenapa gak kamu kasih jaket punya kamu aja, kan punya kamu banyak." ucap Vanya.
"Hufft...ya udah aku izinin, tapi ini untuk terakhir kalinya kamu izin ya. Kamu udah kebanyakan izin bulan ini, bisa bisa nanti kamu gak naik kelas." Akhirnya Vanya memberikan izin untuk Vano, meskipun ada kecurigaan yang muncul di hatinya, tapi Vanya segera menempis pikirannya itu.
"Nah gitu dong, itu baru bibinya Vano." puji Vano.
Eemmuah.
Mengecup pipi Vanya.
"Hei kalian, gak liat ada gw di sini apa." seru Lucas yang memperlihatkan adegan di depannya.
"Lo masih jomblo?" tanya Vanya pada Lucas.
"Iya, kenapa lo mau jadiin gw selingkuhan lo?" u
ucap Lucas yang seketika mendapatkan tendangan di tulang keringnya dari Vano.
"Auw..." keluh Lucas.
"Sekali lagi lo godain istri gw, abis lo." ancam Vano.
"Yah, sayang sekali sahabat sahabat aku udah punya pacar semua, coba kalau belum bisa tuh gw mak comblangin." Ucap Vanya.
"Wah boleh tuh, yang kemarin ketemu ama gw, dia cantik. boleh lah minta nomer telponnya." sahut Lucas.
"Enak aja, dia ceweknya teman gw." bantah Vano.
"Lah berarti cewek gw juga dong, kan gw temen lo." balas Lucas.
"Sembarang Lo."
__ADS_1
"Kalian lanjutin aja ngobrol nya, aku mau ke atas dulu ambil tas." pamit Vanya dan segera berlalu meninggalkan Vano dan Lucas.
"Alasan lo bagus juga tadi." ucap Lucas setelah kepergian Vanya.
"Ya iyalah Vano gitu loo.." sombong Vano.
"Cih." decak Lucas.
"Memang benar kan kita mau ke mall, berarti gw gak bohong dong." sambung Vano.
"Iya juga sih."
Mereka berdua memang mau pergi ke mall, tapi bukan untuk membeli pakaian seperti yang Vano katakan tadi, melainkan mereka akan menyiapkan sesuatu di mall demi kelancaran penjebakan bibinya Farrel nanti.
"Oh iya si Farrel mana?" tanya Lucas, Lucas memang kalau manggil Farrel gak ada embel-embel kakak, karena baginya Farrel itu sama aja dengan dirinya.
"Katanya semalam sih, kita di suruh pergi duluan, nanti dia langsung nyusul ke sana." jawab Vano.
"Ooh gitu."
"Yuk berangkat." ajak Vanya setelah kembali dari kamar dengan membawa tas di punggungnya.
"Yuk." jawab Lucas.
"Ehh bentar gw ganti baju dulu, masak iya nanti ke mall pakai seragam, yang ada nanti gw di kira bolos." sela Vano dan segera berlari ngibrit ke kamarnya untuk mengganti seragamnya dengan pakaian santai.
"Lah kenapa gak dari tadi aja." ujar Lucas.
"Tau tuh, emang aneh temen lo." sahut Vanya.
"Heh, itu suami Lo."
"Emang iya ya, gw lupa."
"Dasar pasangan prik." setelah mengatakan itu Lucas segera keluar menuju mobilnya berada.
"VANO CEPAT." teriak Vanya.
"IYA BENTAR." balas Vano berteriak juga.
"Lama banget, bisa jamuran nanti aku." gumam Vanya dan menyusul Lucas ke halaman mansion, di mana mobil Vano berada.
"Dah yuk." seru Vano saat sampai di halaman mansionnya.
Tanpa menjawab Vanya dan Lucas masuk ke dalam mobil yang membuat Vano melongo karena tak di anggap.
"Sial*n gw gak di anggap." umpat Vano.
Tit tit tit.
Lucas meng-klakson Vano yang tak segera masuk ke dalam mobil.
"Cepetan bodoh." teriak Lucas.
"Iya bawel."
Mereka pun pergi meninggalkan halaman mansion mewah milik Vano dan Vanya menuju sekolah.
...***...
...Maaf part ini gak ada greget gregetnya, next part selanjutnya author usahain buat part yang greget, meskipun gak greget 😂 Ehh, gimana sih😂...
__ADS_1