
"Kan kalo CEO mudah udah biasa tuh di aplikasi tempat orang orang halu yang suka baper sama tulisan. Aneh orang orang jaman sekarang baper kok sama tulisan"ucap Vino panjang lebar.
"Astaghfirullah hallazim anak siapa ini."ucap stress papa William karena ucapan anaknya itu.
"Ya anak papa lah mau anak siapa lagi."jawab santai Vino.
"Hahahhhhhh. Sumpah Wil anak lo beda banget."tawa Om Wijaya pecah melihat tingkah laku Vino.
"Papa pusing dengan tingkah kamu Vino. To the poin aja, ada apa kamu kekantor papa pasti ada maunya kan."ucap papa William yang sudah hafal tabiat Vino.
"Hehehe papa tau aja. Beliin Vino mobil dong pa."ucap Vino.
"Cuma mobil doang bilang dari tadi kek ngapain pakek bikin rusuh kantor papa aja."jawab enteng papa William.
"Emang mau mobil mobilan yang seperti apa?"tanya papa William.
"Kok mobil mobilan sih pa. Vino maunya mobil beneran kayak punya kak Vano."jawab enteng Vino yang membuat orang orang yang ada di ruangan itu melongo.
"Kamu seriusan dek minta mobil kayak punya kakak."tanya Vano heran akan permintaan adiknya.
"Iya lah kak ngapain juga Vino harus bohong."
"Emang kamu bisa nyetir mobil."tanya Vano lagi.
"Ya-ya ya gak bisa lah."jawab santai Vino yang membuat semua orang tertawa.
"Hahahhhhhh. Ada ada aja kamu Vino. Perut Om sampai sakit ini. Hahahahahhh..."Ucap Om Wijaya sambil tertawa dan memegangi perutnya.
Sedangkan papa William hanya duduk bersandar di meja kerjanya sambil memijat pelipisnya karena pusing memikirkan sikap anaknya ini.
"Terus buat apa kamu beli mobil kalau gak bisa nyetir."tanya Vano.
"Ya buat nanti lah kalo Vino sudah dewasa."jawab Vino.
"Udah deh Wil aku mau pulang saja, kalau di sini lama lama bisangompol aku."
"Van Om pamit dulu ingat ucap kamu harus kamu tepatin."pamit Om Wijaya sambil berlalu meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
"Iya Wijaya hati hati."jawab papa William.
"Baik om Vano janji."jawab Vano.
"Vano juga mau kembali ke ruangan Vano aja pa mengerjakan berkas berkas dari pada ada di sini makin pusing."pamit Vino juga.
"Enak aja gak boleh sekarang kamu bawa anak satu ini pulang. Terus masukin ke kandang buaya sekaligus, berkas kamu biar papa yang kerjakan."
"Papa mending menghadapi para investor daripada harus menghadapi adek kamu ini."ucap papa William.
"Iiih papa kok gitu sih sama Vino. Gini gini juga Vino ini anak papa tau. Nanti Vino bilangin mama baru tau rasa."ancam Vino.
"Udah sekarang kamu pulang dulu nanti papa belikan mobil."ucap papa William dan di lanjutkan di dalam hati
Mobil mobilan maksudnya suara dalam hati papa William.
"Beneran ya pa."senang Vino.
"Iya sekarang kamu pulang sama kakak kamu. Papa mau kerja dulu cari uang buat beli mobil kamu."
"Horee Vino punya mobil baru."ucap senang Vino sambil jingkrak jingkrak di atas kursi.
"Udah kamu nurut sama papa nanti uang jajan kamu papa tambah."
"Uang Vano udah banyak pa. Vano aja pusing gimana cara ngabisin nya."
"Udah sekarang kalian pulang bye hati hati di jalan."Usir papa William sambil menggendong anak bontotnya dan menurunkannya di depan pintu sambil mendorong Vano keluar ruangan nya.
"Akhirnya bebas juga."ucap papa William.
-
Hari demi hari pun berganti, tiba lah hari di mana kemping itu di mulai. Semua murid berbondong bondong memasuki area sekolah dengan barang barangnya yang akan di bawa ke area perkemahan.
"Hai gaes."ucap Sonya yang baru datang menghampiri Sisil dan Vanya.
"Gw kira lo gak ikut."tanya Sisil.
__ADS_1
"Ya pasti ikutlah."jawab Sonya.
"Eh Van lo bawa apa aja itu kok cuma dikit."tanya Sonya pada Vanya yang hanya membawa tas ranselnya.
"Enggak kok, tadi yang tas satunya udah aku taruh di bagasi bus."jawab Vanya.
"Ooh gitu ya udah aku mau taruh barang barang aku dulu."pamit Sonya.
"Ayo anak anak semua naik ke dalam bus kita akan segera berangkat."ucap seorang guru laki laki yang tidak terlalu tua.
Semua murid berbondong bondong memasuki bus yang sudah di siapkan oleh sekolah.
Vanya duduk di kursi yang berberada di tengah bersama Sonya sedangkan Sisil duduk di sebelahnya bersama salah satu murid perempuan juga.
Sedangkan di posisi Vano dia duduk bersama Galang dan Rangga karena mereka duduk di kursi bagian belakang jadi muat untuk mereka bertiga.
"Ayo anak anak kita berdoa dulu sesuai keyakinan masing-masing sebelum mulai perjalanan."suruh pak guru yang masih muda tadi yang bernama pak Joko.
Setelah berdoa akhirnya bus pun berjalan menuju tempat kemping. Di dalam bus murid pada heboh dengan kegiatan masing-masing ada yang bernyanyi ada yang dengerin musik dan ada juga yang bermain game.
Setelah beberapa jam perjalanan dari kota menuju puncak akhirnya mereka sampai di tempat kemping. Mereka turun dari bus dan menurunkan barang bawaan mereka.
"Akhirnya sampai juga."ucap Sisil.
"Sejuk banget udaranya."timpal Sonya.
"Iya indah juga pemandangannya."ucap Vanya yang langsung mendapatkan ucapan dari orang yang ada di belakangnya.
"Norak."ucapan orang di belakang Vanya membuat Vanya menengok ke belakang.
.....
Hayo siapa itu yang bilang norak.
...*Hai readers maaf ya baru up 😁...
...Jangan lupa like komen vote dan favoritnya ya biar gak ketinggalan kalo author update 😁🙏...
__ADS_1
Follow Ig author*:@adhilla_021