My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 194


__ADS_3

Farrel kembali ke ruang rawat Fira setelah pamit pada Vanya dan Vano.


Ceklek.


Farrel menyembulkan kepalanya saja di pintu dan dia melihat Fira tengah duduk bersandar sambil memainkan ponselnya.


Farrel pun masuk dan menutup pintu kembali.


"Gimana keadaan kamu, apakah udah mendingan?" tanya Farrel menarik kursi yang ada di samping bangkar Fira.


"Lumayan lah dari pada tadi." jawab Fira.


Setelah itu mereka berdua hanya diam saja. Farrel bingung harus ngomong apa, sedangkan Fira dia mah bodo amat sama Farrel. Tapi yang membuat Fira diam itu adalah keanehan sikap Farrel kepadanya.


"Rel." pangil Fira karena mulutnya sudah gatel ingin menanyakan hal ini.


Farrel pun mendongakkan kepalanya menunggu kelanjutan ucapan Fira.


"Kenapa kamu selalu ada di sini sih, dan juga kenapa tadi saat aku baru sadar kamu seperti orang yang sedang nangis?" tanya Fira yang membuat Farrel bingung antara jujur atau tidak.


"Rel..." pangil Fira lagi lantaran Farrel hanya diam saja sambil melamun.


"Ahh iya, ada apa?" sadar Farrel dari lamunannya.


"Kamu denger gak aku barusan ngomong apa?" tanya Fira.


"Oh itu anu..." Farrel menjeda ucapannya.


Fira dengan sabar menunggu kelanjutan ucapan Farrel.


"Sebenarnya kita itu dulu udah saling kenal." akhirnya Farrel berani juga berkata jujur.


"Saling kenal? Maksud kamu?" bingung Fira.


"Kamu ingat Parel anak laki laki yang kamu tolongin dan kamu bawa pulang ke rumah sepulang sekolah?" tanya Farrel.


Fira memikirkan ucapan Farrel, sekelebat bayangan masa kecilnya muncul. Di mana dia main di rumah dan pulang pergi sekolah dengan jalan kaki dan saat pulang di sambut ibunya. Seketika air mata Fira jatuh.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Farrel khawatir kalau ada yang sakit di luka Fira.


"Kamu Parel?" tanya Fira sambil menghapus air matanya yang mengalir di pipinya.


"Iya aku Parel, Parelnya Fira." jawab Farrel mantap.

__ADS_1


Grep.


Seketika Fira langsung memeluk Farrel tanpa rasa malu.


"Parel hiks hiks hiks..." tangis Fira pecah setelah sekian lama dia tidak menangis.


Terakhir kali Fira menangis waktu dia di aniaya preman di jalan waktu kecil dulu. Dan setelah papa William menolong Fira, sejak itulah Fira berjanji tidak akan mengeluarkan air matanya untuk hal yang tidak berharga.


Tapi kali ini beda, Farrel teman masa kecilnya kembali. Seseorang yang dulu Fira cari setelah dia kehilangan ibunya akhirnya ketemu juga. Hal itu membuat Fira senang sekaligus terharu.


"Cup cup cup, udah ya jangan nangis, kamu bisa cerita pelan pelan sama aku." ucap Farrel menenangkan Fira sambil membalas pelukan Fira.


Fira melepaskan pelukannya dan menatap wajah Farrel dalam.


"Kamu kemana aja selama ini, aku tungguin kamu di depan sekolah tapi kamu tidak pernah muncul?" tanya Fira.


"Kamu nyariin aku?" tanya Farrel tidak percaya, ternyata bukan hanya dirinya yang mencari-cari Fira, tapi Fira juga yang mencari-cari dirinya.


"Iya aku cari kamu di sekolah kami, dan di taman tempat kita bermain dulu tapi aku tak pernah menemukan kamu hingga suatu hari aku harus pergi dari sini." jawab Fira.


"Maaf aku gak ada di saat kamu sedang membutuhkan bantuan aku, aku dulu juga cari cari kamu kemana mana. Bahkan aku setiap hari kerumah kamu untuk memastikan kamu pulang atau tidak."


"Aku udah gak tinggal di sana lagi, rumah itu di sita sama orang karena ibu aku gak bisa lunansin hutang ayah aku."


"Bagiamana aku mau ke rumah kamu, sedangkan aku saja tidak tahu alamat rumah kamu." balas Fira rada kesal juga.


"Oh iya aku lupa hehehe..." cengir Farrel sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Oh iya, ibu kemana?" tanya Farrel selanjutnya.


Mendengar itu kepala Fira menunduk dan air matanya juga keluar lagi.


"Kamu kenapa nangis, bilang sama aku."


"Ibu hiks hiks ibu..." Tangis Fira.


"Ibu kenapa Fir?"


"Ibu udah gak ada." jawab Fira.


"Maksud kamu ibu meninggal?" tanya Farrel tak percaya dan di jawab anggukan kepala oleh Fira.


"Kenapa, kenapa ibu bisa meninggal?" tanya Farrel lagi.

__ADS_1


Farrel mah, orang lagi sedih tuh di hibur bukan di kasih pertanyaan yang banyak. Dasar laki laki.


"Selama ini ibu punya riwayat sakit jantung, dan tepat setelah rumah kami di sita mulai dari sana lah riwayat penyakit ibu sering kambuh. Waktu itu aku gak ada uang buat bawa ibu ke rumah sakit, bahkan buat tempat tinggal saja kami harus rebutan kardus sama pengemis pengemis yang lain."


Ucapan Fira itu membuat hati Farrel sakit, semenderita itu kah Fira nya ketika kecil. Ternyata ada yang lebih menyediakan hidupnya dari pada kehidupan Farrel. Farrel masih beruntung ada orang yang memberikan kasih sayang lengkap setelah kepergian kedua orang tuanya, sedangkan Fira, jangankan kasih sayang, uang pun belum tentu Fira punya waktu itu.


"Maaf aku gak ada di saat saat kamu terpuruk. Bahkan di saat saat terakhir ini." sesal Farrel, karena Farrel juga sangat menyayangi ibunya Fira. Ibunya Fira sangat baik kepada Farrel, bahkan ibu nya Fira tidak pernah membeda-bedakan antara Farrel dan Fira saat memberikan makanan selesai mereka main dulu.


"Kamu gak perlu minta maaf, mungkin ini sudah menjadi takdir hidup aku." ucap Fira sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum.


Farrel berdiri dan menarik Fira dalam pelukannya.


"Aku janji setelah ini akan selalu ada buat kamu, baik dalam keadaan susah maupun senang." ujar Farrel yang membuat hati Fira menghangat.


Fira juga manusia, apalagi dia seorang wanita. Pasti dia sangat merindukan pelukan hangat dari seseorang yang bisa membuatnya tenang. Contohnya ya seperti ini.


"Kamu harus cepat sembuh, nanti kalau kamu sudah sembuh aku bakal ajak kamu ke suatu tempat." ucap Farrel sambil tetap memeluk Fira.


"Mau ajak aku ke mana?" tanya Fira sambil mendongakkan kepalanya menatap Farrel.


"Ada deh, rahasia pokoknya." jawab Farrel yang membuat Fira mengerucutkan bibirnya.


Cup.


Farrel yang gemas melihat bibir Fira pun melepaskan pelukannya dan mengecup bibir Fira hingga membuat Fira membeku.


"Gak usah bengong, nanti kesambet setan." ucap Farrel membuat Fira tersadar.


"Farrel berani beraninya kamu mencium aku." garang Fira.


"Gak usah gitu mukanya, mau aku cium lagi." balas Farrel malah semakin menggoda Fira.


"Farrel.."


"Iya sayang." jawab Farrel membuat pipi Fira merah bak tomat yang sudah matang.


Farrel gercep banget yak, belum jadi apa apa aja udah main nyosor. Apa lagi kalau nanti udah sah.


"Ciee....blusing." goda Farrel.


"Farrel..."


...***...

__ADS_1


tunggu in aja kelanjutannya hari hari ini juga😁


__ADS_2