
"Maaf aku kelepasan." ucap Vano saat melihat bibir Vanya yang membengkak.
Vano merasa bersalah karena gara gara dirinya bibir istrinya sampai kayak gitu.
"Iya gak papa, aku tahu kan kamu selama beberapa hari ini sudah berusaha menahannya. Maafin aku ya yang gak bisa melayani kamu kalau malam." (Kalian ngerti lah apa itu maksudnya.)
"Enggak, kamu gak salah jadi tidak usah meminta maaf. Aku kuat kok menahannya sampai beberapa Minggu ke depan. Tapi kalau yang ini sama ini aku gak bisa." menunjuk bibir serta bagian depan dada Vanya.
"Kan tiap malam udah."
"Ya tapi kan yang in..."
"Ini tuan." ucap mang Udin memotong ucapan Vano.
"Mang Udin si penyelamat ku." batin Vanya mengucapkan banyak banyak terima kasih pada mang Udin.
" Punya mang Udin sama Sri udah kan?" tanya Vanya setelah menerima bungkus kresek yang berisi empat bungkus sate.
"Ini saya taruh di depan." jawab mang Udin.
"Ini kembaliannya ambil aja mang, lumayan buat jajan." ucap Vano memberikan uang kembalian yang mang Udin berikan kepadanya tadi.
"Makasih tuan."
"Udah mang ambil aja, uang Vano masih banyak." celetuk Vanya.
"Iya nyonya."
Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanannya lagi tapi saat hampir sampai di mansion, Vano melihat ada pedagang buah di pinggir jalan.
"Berhenti mang." ucap Vano membuat mang Udin mengerem mobilnya mendadak.
"Vano kamu apa apaan sih. Untung dahi aku gak kejeduk." omel Vanya.
"Hehehe maaf yank."
"Emang ada apa sih kok kamu minta mang Udin buat berhenti?" tanya Vanya.
"Oh itu, aku pengen beli kedondong." ujar Vano.
"Hah, gak salah tuh. Kedondong itu asam loh." Heran Vanya.
"Iya aku pengen makan kedondong. Mang tolong beliin dong, lima kilo ya ini uangnya." menyodorkan uang lima ratus ribu.
"Ini kebanyakan tuan, harga kedondong tidak tidak sampai lima puluh ribu." ujar mang Udin saat melihat uang yang Vano berikan kepadanya.
"Hah, masak sih? Ya udah lah mang Udin ambil aja ini semua, nanti kalau kelebihan mang Udin ambil aja."
__ADS_1
"Tuan seriusan?"
"Apakah saya pernah berbohong?" ucap Vano.
"Ti-tidak tuan." gugup mang Udin takut.
"Kalau gitu saya pergi beli kedondong dulu taun." pamit mang Udin dan segera keluar dari mobil sebelum kena semprot Vano.
"Banyak banget belinya." ucap Vanya.
"Ya gak papa sekalian." balas Vano.
"Gitu aja tadi waktu aku mau beli sate pakek di tahan tahan." gumam Vanya menyindir Vano.
"Kan itu beda sayang."
"Bedanya apa, kan sama sama di makan."
"Ya beda pokoknya."
"Iya deh terserah kamu."
Setelah mendapatkan apa yang mereka berdua mau, mereka pun pulang menuju mansion.
"Selamat datang tuan, nyonya." sambut Sri pada Vano dan Vanya.
"Sri kamu siapkan ini di meja makan ya, karena aku mau bersih bersih dulu. Yang tiga bungkus jadikan satu." perintah Vanya pada kepala pelayan Sri.
"Baik nyonya." jawab Sri.
"Sekalian punya saya juga tolong di Cici hingga bersih." perintah Vano juga menyerahkan kantong kresek yang berisi lima kilo kedondong.
"Baik tuan." jawab patuh Sri.
"Kalau gitu kita ke kamar dulu." pamit Vanya.
Mereka berdua pun naik menggunakan lift menuju kamar mereka berdua untuk membersihkan tubuh yang sudah lengket dengan keringat meskipun tadi pagi sudah mandi di hotel.
-
Fira memasak di dapur rumah barunya dengan semangat. Dodi tadi ingin membantu Fira tapi di larang oleh Fira. Fira malah mengusir Dodi dari dapur agar tidak menggangu Fira.
"Akhirnya selesai juga." lega Fira saat melihat semua makan yang dia masak sudah tertata rapi di atas meja makan.
"Sekarang tinggal bersih bersih." lanjut Fira menatap banyak peralatan yang kotor sehabis dia gunakan untuk masak tadi.
Fira pun membersihkan peralatan peralatan itu hingga semua bersih. Beruntungnya dia sudah terbiasa dengan hal ini, jadi dia tidak terlalu kaku saat ini. Dulu saat dia masih tinggal sendiri di apartemen, Fira selalu melakukan semua pekerjaan rumah sendiri tanpa mengunakan jasa pelayanan.
__ADS_1
Setelah selesai Fira pergi ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya yang baunya sudah tidak karu karuan. Setelah selesai, Fira duduk santai di ruang tamu sambil menunggu kedatangan Farrel. Tadi Farrel memberikan kabar katanya sebentar lagi dia akan segera tiba di rumah.
"Enaknya ngapain ya?" bosan Fira, karena sedari tadi dia cuma scroll scroll beranda inst*gramnya saja.
"Oh iya, aku kan belum beli itu." ingat Fira.
Fira pun segera mencari barang yang belum dia punya di aplikasi belanja online. Setelah ketemu apa yang dia inginkan, Fira segera membelinya. Fira meminta agar pesanannya di kirimkan hari ini juga.
"Maaf kemaren aku udah menolaknya, sekarang aku akan memberikannya kepada kamu." gumam Fira saat mengingat adegan dirinya dan Farrel di hotel.
Kalian tahu apa yang Fira beli tadi? Ya, baju haram.
Fira akan memberikan malam yang sangat mengesankan untuk malam ini. Dia akan membuat Farrel tak berdaya seperti di novel novel yang dia baca yang bergenre 1817+.
"Semangat Fira lo pasti bisa. Lo kan udah tau teorinya tinggal lo praktekin aja." Fira memberikan semangat pada dirinya sendiri.
"Tapi gimana nanti kalau Farrel berfikir aku wanita yang suka menggoda pria." bimbang Fira.
"Biarin lah, toh menyenangkan suami dapat pahala." lanjutnya.
"SAYANG AKU PULANG." terdengar teriakkan Farrel dari luar rumah.
Fira pun segera keluar untuk menyambut suaminya.
"Gimana tadi, lancar?" tanya Fira menyambut kedatangan Farrel sambil mencium punggung tangan Farrel dan di balas dengan kecupan di kening Fira.
"Ya begitulah, yang namanya pekerjaan pasti ada halangan dan rintangan nya. Tapi kamu gak perlu khawatir aku sudah mengatasinya." jawab Farrel.
"Syukurlah kalau gitu. Kalau kamu perlu bantuan bilang aja sama aku, ya... meskipun aku gak mahir tapi aku bisalah kalau bantu yang ringan ringan."
"Makasih kamu sudah mau bantuin aku, tapi aku tidak akan mengijinkan kamu untuk membantu aku. Selama aku masih mampu mengatasinya aku akan melakukannya sendiri. Kamu harus duduk anteng dan menikmati uang aku aja gak perlu capek-capek kerja."
"Makasih." ucap Fira ambigung.
"Buat?"
"Buat semua yang kamu berikan buat aku." jelas Fira.
"Dari tadi pagi bilang makasih terus. Tanpa kamu bilang begitu aku sudah senang, melihat kamu suka dengan apa yang aku berikan." ucap Farrel yang membuat Fira semakin mantap untuk melancarkan aksinya nanti malam.
"Jadi makan sayang deh." ungkap Fira.
"Harus dong. Udah yuk kita masuk." ajak Farrel karena sedari tadi mereka masih berada di teras rumah.
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah dengan Farrel yang merangkul pundak istrinya dan Fira yang merangkul pinggang Farrel.
...***...
__ADS_1
Uhuyyy bela duren nih😂