
"Kenapa?" heran Vanya.
"Lo sakit Van?" tanya Sonya sambil tangannya di taruh di dahi Vanya.
"Apaan sih lo, orang gw sehat sehat aja kok." jawab Vanya melepaskan tangan Sonya dari dahinya.
"Ya siapa tau kan lo lagi sakit, soalnya tumben banget lo makan makanan bekas Vano, emang lo gak jijik."
"Ngapain harus jijik, orang bekas suami sendiri." balas Vanya santai.
"Oh iya ngomong ngomong kalian mau ikutan Porseni cabang apa?" tanya Sonya.
"Kita mah ngikut Vano, ya gak Lang?" jawab Rangga dan bertanya pada Galang.
"Hmm." balas Galang.
"Lo mau ikut cabang apa Van?" tanya Sonya pada Vano.
"Basket." jawab Vano singkat padat dan jelas.
"Sama dong kayak Vanya." sahut Sisil.
"Kamu mau ikut basket yank?" tanya Vano pada Vanya yang tengah asik makan.
Vanya menjawab anggukan kepala pada Vano.
"Kamu seriusan mau ikut basket?" tanya Vano memastikan lagi.
"He'em." jawab Vanya.
"Emang kamu bisa?"
"Wah belum tahu dia, Sil jelasin." sela Sonya.
"Jelasin apaan?" tanya Sisil.
"Jelasin pada Vano kalau Vanya itu jago main basketnya."
"Diam deh, berisik kalian semua." sentak Vanya dan berdiri dari tempat duduknya.
"Ehh yank kamu mau ke mana?" tanya Vano.
"Mau balik ke kelas, udah kenyang juga." jawab Vanya dan berjalan meninggalkan teman temannya.
"Van gw belum makan." teriak Sisil, pasalnya sedari tadi mereka hanya ngibah sedangkan Vanya memang sudah makan.
"Udah kamu habisin dulu makanannya, nanti baru susul Vanya." ujar Rangga.
"Gw duluan, mau nyusulin Vanya." ucap Vano pamit.
Setelah kepergian Vano, mereka berempat yang tak lain adalah Galang, Rangga, Sonya dan Sisil pun melanjutkan kegiatan makan mereka dan setelah itu mereka pergi ke kelas masing-masing.
-
__ADS_1
Vano dan Vanya berada dalam perjalanan selepas pulang sekolah. Entah kerasukan jin apa Vanya tiba tiba meminta untuk pergi ke rumah papa William dan mama Fara, katanya kangen.
"Mau ngapain sih yank ke sana, enakan juga di mansion kita." ucap Vano sambil menyetir mobil.
"Kamu kenapa sih dari tadi bicara gitu mulu, aku tuh kangen sama mereka semua. Terutama sama Vino, aku kangen main sama Vino terus belajar bareng sama Vino." balas Vanya dengan nada yang agak sewot.
"Kangen kok sama Vino."
"Nanti kalau aku kangennya sama Suga kamu yang repot." balas Vanya lagi.
"Ya gak gitu juga kali."
"Makanya diam." kalau sudah seperti ini Vano bisa apa selain diam dan menuruti perintah nyonya besar Vanya. Dari pada nanti minta ke Korea ketemu Suga and kawan kawan kan bisa berabe.
"Hufft..." Vano membuang nafasnya kasar.
Untuk menghindari kemacetan, Vano mengambil jalan pintas. Saat di tengah tengah jalan Vanya tiba-tiba menyuruh Vano menepikan mobilnya.
"Van Van Van, berhenti di situ deh." suruh Vanya.
Vano pun menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Kenapa hmm?" tanya Vano.
"Kurang kurang maju dikit lagi."Bukannya menjawab Vanya malah memerintah Vano untuk memajukan mobilnya.
Vano pun menuruti saja perintah Vanya, dia memajukan mobilnya sedikit demi sedikit agar tidak kelewatan.
"Stop." ucap Vanya yang seketika membuat Vano mengerem mobilnya.
"Suutttt... diam." ujar Vanya agar Vano tidak banyak bicara.
Vano pun diam dan melihat apa yang akan istrinya lakukan. Vanya membuka kaca jendela mobil, setelah itu dia menutup kaca mobil lagi. Dan apa yang kalian tau, di kaca jendela mobil itu ada tiga buah mangga muda yang tersangkut di sana. Ternyata di samping mobil Vano terdapat pohon mangga yang tengah berbuah lebat sampai kebawah bawah dan pinggir jalanan.
"Ayo Van jalan." perintah Vanya.
"Hah?" cengoh Vano.
"Ayo jalan cepat sebelum pemiliknya lihat nanti." ajak Vanya yang langsung di laksanakan oleh Vano.
Vano segera melajukan mobilnya dan tiga buah mangga tadi sudah jatuh di pangkuan Vanya.
"Yes berhasil." seru Vanya senang.
"Mobil ku..." batin Vano menangis, melihat mobil kesayangannya di buat maling buah mangga muda. Vano berdoa semoga saja jendela mobilnya tidak lecet.
Sultan mah bebas, mobil sport aja bisa buat maling mangga.😂
"Kamu maling yank?" menoleh ke arah tiga mangga yang ada di pangkuan Vanya.
"Enak aja, ini namanya trik buat mendapatkan barang secara gratis." bantah Vanya tak terima di katain maling.
"Ya kan sama aja, kamu ngambil itu belum ijin sama yang punya."
__ADS_1
"Ya kan aku gak ngambil, mangga nya sendiri kok yang masuk ke dalam mobil. Lagian nih ya, salah siapa nanam buah kok di pinggir jalan, kan jadi aku ambil." ada saja alasan yang Vanya berikan pada Vano.
"Terserah kamu saja lah, lagian ngapain coba pakai ngambil punya orang segala. Aku masih mampu buat beliin kamu mangga muda bahkan sekebonnya sekalipun aku masih mampu."
"Ya kan rasanya beda. Kalau hasil ngambil punya orang tuh lebih nikmat."
"Iya deh iya terserah kamu aja, asal kamu bahagia." ngalah Vano.
"Nah gitu dong, itu baru Vano nya Vanya."
Vanya meletakkan tiga mangga muda tadi ke dalam kantong kresek yang ada di dalam mobil Vano, bekas belanja di supermarket.
-
"Assalamualaikum mama, Vino Vanya datang." teriak Vanya saat memasuki rumah mertuanya sambil tangannya membawa kantong kresek yang berisi mangga.
"Waalaikum salam." jawab mama Fara.
"Ehh menantu mama datang, kamu apa kabar sayang." sambut mama Fara sambil memeluk tubuh Vanya.
"Alhamdulillah baik ma, mama sendiri gimana?" tanya balik Vanya.
"Alhamdulillah mama juga baik." jawab mama Fara.
"Vino mana ma?" tanya Vanya celingukan mencari Vino.
"Biasa dia lagi di belakang, sekarang dia lagi senang senangnya main air di kolam renang. Katanya sih sekalian belajar berenang." jawab mama Fara.
"Oooh."
"Kamu bawa apa tuh?" tanya mama Fara melihat kantong kresek yang banyak bawa.
"Oh ini mangga muda, tadi Vanya dapat di jalan. Lumayan kan nanti buat di rujak." jawab Vanya mengangkat kantong kresek itu.
"Wah pasti seger banget tuh, apalagi panas panas kayak gini."
"Nah bener tuh ma, nanti kita buat sama sama ya ma..."
"Iya nanti kita buat, jangan lupa nanti kasih cabe yang banyak biar makin mantep."
"Ehem." dehem Vano menyadarkan Vanya dan mama Fara kalau di sana masih ada Vano.
"Ehh ada Vano juga ternyata." ujar mama Fara sambil tersenyum secara paksa.
"Ihh idi Vini jigi tirnyiti." menye menye Vano dan segera pergi meninggalkan istri juga mamanya di sana.
"Sebenarnya tuh yang anaknya aku atau Vanya sih, kok malah Vanya yang di sayang." gumam Vano sambil berjalan menuju kamarnya.
"Suami kamu cemburu tuh, sono susulin." ucap mama Fara.
"Ya udah Vanya ke kamar dulu ma." pamit Vanya.
Vanya pun segera pergi menyusul Vano setelah memberikan mangga muda tadi pada pelayan.
__ADS_1
...***...
Senin nih boleh minta vote nya gak 😁