
Hari yang di tunggu pun tiba, sekarang keluarga besar Vano tengah sibuk bersiap untuk acara tujuh bulanan kehamilan Vanya. Ada banyak undangan yang mereka sebar, mulai dari rekan bisnis papa William dan papa Wijaya. Dan juga ada temen temen sosialita mama Fara dan mama Vani. Vano tidak mengundang teman teman sekolahnya, karena takut nanti mereka akan ngomongin Vanya yang enggak enggak.
"Sayang udah siap belum?" tanya Vano yang sudah memakai pakaian formal jas yang berwarna senada dengan gaun yang di pakai Vanya.
"Bentar tinggal pakai sepatu." jawab Vanya.
Vanya sudah cantik dengan gaun berwarna putih serta make up natural dan rambut yang sudah tertata rapi, membuat kecantikan Vanya bertambah berkali-kali lipat.
"Kamu jangan pakai sepatu hak ya." larang Vano.
"Iya ini hak nya gak tinggi banget kok, cuma tiga senti aja."
Vano berjalan menghampiri Vanya dan berjongkok di hadapan Vanya. Vano memakaikan sepatu pada kaki Vanya dengan romantis yang membuat hati Vanya berbunga bunga.
"Makasih." ujar Vanya sambil menatap Vano.
"Sama sama mommy." balas Vano membalas tatapan Vanya.
"Ya udah yuk, yang lain udah pada nungguin." ajak Vano mengulurkan tangannya.
"Yuk." balas Vanya, menggandeng uluran tangan Vano.
Mereka berdua berjalan beriringan dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibir keduanya. Mereka sudah seperti raja dan ratu yang sangat serasi dan saling mencintai.
"Itu dia bintang tamunya." seru Rangga heboh.
"Ya ampun Vanya cantik banget, jadi iri deh gw." ucap Sisil yang terpanah melihat kecantikan Vanya hari ini.
"Bener banget, Vanya jadi kelihatan makin cantik hari ini." timpal Sonya.
Vano mengajak Vanya untuk menghampiri sahabat sahabatnya terlebih dahulu sebelum ke acara inti nanti.
"Hai." sapa Vano duluan.
"Ha-i." balas Sisil dan Sonya rada canggung, karena mereka baru pertama kali di melihat Vano yang menyapa mereka terlebih dahulu, biasanya kan laki laki itu cuek.
"Kalian kenapa?" tanya Vanya.
"Enggak kok, kita gak papa." balas Sonya dibalas Oh ria oleh Vanya.
__ADS_1
"Oh iya Galang mana?" tanya Vano.
"Gak tahu, tadi sih dia cuma nitip salam buat kalian, katanya sih dia ada urusan." jawab Rangga.
"Urusan apa?"
"Gak tahu juga gw, Son lo tahu gak Galang hari ini ngapain?" tanya Rangga pada Sonya.
"Enggak tahu juga, dia sih bilang sama aku katanya gak bisa jemput aku buat ke sini gitu." jawab Sonya.
"Aneh banget tuh anak." Ujar Vano.
"Udah udah kok jadi ngomongin Galang sih, mungkin aja kan dia ada urusan yang penting dan gak bisa di tinggal." sela Vanya.
"Mungkin aja sih." setuju Sonya.
"Ya udah gw sama Vano ke sana dulu ya, acaranya udah mau di mulai." pamit Vanya menyeret Vano pergi dari sana.
Vanya takut nanti yang ada acaranya gak berjalan lancar kalau terus terusan ngomongin orang.
-
"Gimana Ki?" tanya Cindy.
"Beres, gw udah suruh mereka menggantikan semuanya tanpa meninggalkan jejak apa pun." jawab Kia.
"Bagus, gw harap rencana ini berhasil biar gw gak percuma puasin tuh tua bangka." balas Cindy sambil tersenyum smirk.
"Eemm... sorry nih Cin, bukannya gw mau rendahin lo atau apa. Tapi emang seriusan lo sogok tuh orang sama main gituan?"
"Menurut lo? Gw gak ada uang buat bayar dia, lagian kalau pun ada uang itu mending gw pakai buat shopping." jawab Cindy.
"Kapan lo jijik ya sama gw?" lanjut Cindy.
"Enggak kok, gw gak jijik sama Lo. Kita kan sahabat jadi harus saling mengerti satu sama lain, lagian lo juga gak bakal lakuin itu kalau lo gak butuh." balas Kia di balas senyuman oleh Cindy.
"Ya udah yuk ayo kita ke tempat orang itu, kita lihat gimana nanti acaranya." ajak Cindy.
Mereka berdua pun pergi menuju tempat seseorang yang sudah Cindy perintah untuk membuat kekacauan di acara Vano dan Vanya nanti. Orang itu sebenarnya bukan orang yang begitu di takuti, cuma orang itu bisa masuk ke dalam mansion Vano jadi itulah poin yang bisa mereka andalkan. Karena kan gak semua orang bisa masuk ke dalam mansion Vano kecuali sudah mendapatkan izin.
__ADS_1
-
"Rel lo harus terus awasin cctv ini, jangan sampai ada kekacauan di acara ini. Gw yakin musuh kita sudah merencanakan sesuatu di sini." ucap Lucas pada Farrel.
"Iya gw tahu itu, lo juga harus fokus. Kalau ada hal yang ganjal segera bilang ke gw biar kita bisa atasi bersama." balas Farrel.
Farrel dan Lucas sekarang tengah berada di ruangan cctv di mansion Vano. Mereka berdua di tugaskan secara langsung oleh papa William, karena kalau menyuruh orang lain papa William tidak terlalu percaya.
"Ehh lo tadi lihat Galang gak?" tanya Lucas.
"Kayaknya belum liat deh, tadi sih yang gw lihat cuma Rangga, Sisil sama Sonya aja." jawab Farrel.
"Dugaan gw makin kuat, kalau orang terdekat yang Aaron maksud itu adalah Galang." yakin Lucas.
"Ehh lo jangan asal main fitnah orang kalau gak ada bukti." sanggah Farrel yang tidak percaya akan apa yang Lucas katakan.
"Terserah lo mau percaya apa enggak, yang pasti kalau sampai beneran Galang pelakunya, gw abisin dia saat itu juga."
"Serah lo dah, yang pasti gw ingetin sama lo. Jangan putuskan sesuatu hanya dengan bukti yang tak seberapa, ingat musuh kita bukan orang sembarang yang ceroboh memperlihatkan kejahatannya secara terang-terangan."
Mereka berbicara sedari tadi itu tanpa menatap satu sama lain, karena pandangan mereka berdua hanya tertuju pada layar komputer yang jumlahnya tidak hanya satu.
-
Semua acara berjalan dengan lancar, hingga tinggal satu acara lagi, yaitu pecah balon yang berukuran besar. Balon itu berwarna gold yang nanti di dalamnya ada balon kecil kecil yang warnanya masih di rahasiakan oleh Vano dan Vanya, karena warna balon itulah yang menjadi jawaban dari pertanyaan orang orang mengenai jenis kelamin anak mereka nanti.
Kalau balon kecil kecil nya nanti warna biru berarti itu menandakan jenis kelaminnya laki laki, tapi kalau nanti warnanya pink maka jenis kelaminnya adalah perempuan.
"Tiba kita di penghujung acara, di mana kita nanti akan tahu jenis kelamin dari calon penerus keluarga William. Oke semuanya sudah siap, mari kita hitung mundur dari tiga."
Suara MC yang sedari tadi memandu jalannya acara.
Vano sudah memegang balon yang hendak mereka pecahkan, sedangkan Vanya memegang jarum pentul kecil yang akan dia gunakan untuk memecahkan balon.
Dan nanti juga akan di iringi dengan popper confetti yang akan di tembakkan oleh Fira, Sonya dan juga Sisil. Katanya sih biar makin meriah dalam pemecahan balon itu.
"Mari kita mulai mulai sekarang, TIGA, DUA SATU...."
DOR.
__ADS_1
"Aaaaa..."