My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 208


__ADS_3

Mendengar itu Vano pun merasa bersalah karena tidak bisa menuruti keinginan istri yang saat ini tengah mengandung buah hatinya. Vano pun menarik Vanya ke dalam pelukannya.


Memang dari dulu istrinya ini selalu di kekang sama papa Wijaya, Vano juga pernah janji sama Vanya akan membawa Vanya jalan jalan, tapi sampai saat ini Vano belum membuktikannya.


Dulu saat Vanya pergi ke China atau kemanapun itu yang pergi ke luar negeri pasti Vanya itu sama kedua orang tuanya.


"Maaf, maafin aku yang belum bisa turutin kemauan kamu. Ya udah nanti sehabis aku potong rambut kita pergi periksa dan tanya ke dokter apakah kamu boleh pergi perjalanan jauh atau tidak." Final Vano.


"Beneran?" antusias Vanya.


"Iya, tapi nanti kalau sam dokter gak di izinin kamu gak boleh ngeyel."


"Iya, tapi nanti kalau sama dokter boleh aku aku sekalian jalan-jalan di sana."


"Iya nanti kita sekalian jalan jalan sekaligus babymoon."


"Yeee... makasih sayang." senang Vanya memeluk erat Vano.


Setelah itu mereka saling diam hingga mobil sampai di depan salon langganan Vanya.


"Udah sampai tuan." ucap mang Udin menyadarkan mereka berdua yang tengah berpelukan.


"Oh iya, yuk kita turun." ajak Vanya dengan wajah yang penuh dengan semangat. Mereka berdua pun turun dan masuk ke dalam salon untuk Vano potong rambut.


Vanya menunggu Vano sambil memainkan ponselnya hingga Vano selesai potong rambut.


"Gimana yank, udah kayak oppa oppa Korea belum?" tanya Vano sambil menyisir rambutnya ke belakang.


Vanya pun mendongakkan kepalanya dan melongo melihat penampilan rambut Vano yang sekarang.



"Ya Allah ganteng banget." gumam Vanya saat melihat penampilan baru Vano dengan rambut berwarna ijo ke biru biruan (betul gak sih, aku bingung itu warna apa 😁).


"Oh jelas, oppa oppa Korea mu itu aja kalah." balas Vano membuat Vanya tersadar.


"Dih pede banget, masih gantengan juga kim taehyung." balas Vanya mengelak.


"Iya dah terserah kamu." ngalah Vano dari pada debat.


"Udah yuk kita ke pergi." ajak Vano menggenggam tangan Vanya dan keluar dari salon.


-


"Ini seriusan rumah kamu?" tanya Fira saat mobil yang di kendarai Farrel berhenti di halaman luas rumah yang mewah bernuansa modern itu.


"Bukan rumah aku, tapi rumah kita." tekan Farrel.


"Aku beli ini buat kita bukan buat aku aja. Kita akan tinggal di sini bersama anak anak kita nanti. Jadi kamu jangan bilang kalau rumah ini rumah aku ya, ini rumah kita." tekan Farrel lagi.

__ADS_1


"Yuk kita masuk, nanti aku ajak kamu keliling rumah ini." ajak Farrel mengandeng tangan Fira masuk ke dalam rumah baru yang Farrel beli beberapa hari sebelum Farrel menikah dengan Fira.


Mereka berdua pun masuk ke dalam, keadaan di luar aja sudah mewah apa lagi di dalam. Dan benar saja, keadaan dalam rumah itu lebih megah dari pada bagian luarnya.


"Wow, ini mewah banget." kagum Fira saat melihat bagian dalam dari rumah itu.


"Kamu suka?" tanya Farrel.


"Suka, suka banget malah." jawab Fira.


"Ayo aku ajak kamu ke kamar utama."


Farrel membawa Fira menaiki anak tangga dan di lantai dua terdapat empat pintu kamar. Farrel membawa Fira masuk ke pintu yang paling pertama sendiri sebelah tangga, dan...


"Ini kamar kita?" tanya Fira melihat sekeliling.


"Iya, gimana kamu suka gak?"


"Suka banget." Fira berjalan mengelilingi kamar itu hingga pandangannya jatuh pada bingkai foto kecil yang ada di samping tempat tidur.


Fira mengambil foto itu dan tersenyum melihatnya. Di dalam bingkai foto itu terdapat Fira dan Farrel yang berfoto mengunakan pakaian serba hitam ala mafia sambil membaca pistol.


"Cocok banget kan kita berdua." ucap Farrel tiba-tiba sambil memeluk Fira dari belakang.


"Iya, tapi kok cuma satu, bukannya dulu kita foto berkali-kali ya?"


"Yuk ikut aku." ajak Farrel menyeret Fira keluar dari kamar dan membawanya masuk ke kamar paling pojok ujung sendiri.


Ternyata ini adalah ruang kerja Farrel, tapi di dalamnya terdapat banyak foto mereka berdua. Mulai dari kecil hingga sekarang, bahkan saat mereka tidak sengaja terjatuh di mall waktu itu pun ada di sana.


"Gimana bagus gak?" tanya Farrel.


"Bagus banget, kamu kok bisa sih dapat foto ini semua?"


"Ya bisa dong, Farrel gitu loh. Emang kamu, yang katanya salah satu kepercayaan Om William tapi gak peka soal beginian."


"Yee itu kan beda." sangah Fira.


"Oh iya aku juga ada satu lagi buat kamu." ujar Farrel Mengambil sesuatu dari laci meja kerjanya.


"Apa tuh?" kepo Fira mendekati Farrel.


"Aku buka boleh?" tanya Fira setelah menerima amplop dari Farrel.


"Buka aja." balas Farrel.


Fira pun membuka amplop itu dengan perlahan hingga terbuka sepenuhnya.


"Hah ini seriusan?" tanya Fira.

__ADS_1


"Gimana suka gak?"


"Suka banget, apalagi ini nontonnya berdua sama kamu." jawab Fira senang.


Bagaimana tidak senang, orang isi dari amplop itu adalah tiket ke Korea sekaligus tiket nonton konser BTS. Ya itu sangat menyenangkan lah. Walaupun Fira udah sering nonton konser BTS, tapi kali ini sangat sangat Fira tunggu tunggu karena nontonnya bersama pasangan.


"Iya itu sekalian kita jalan jalan dan honeymoon di sana." meletakkan dagunya di pundak Fira.


Drrtt drrtt drrtt..


Ponsel Farrel berdering.


"Ehh bentar ada telfon." ucap Farrel melepaskan pelukannya.


'Halo.' sapa Farrel.


'...'


'Iya saya akan segera ke sana.'


'...'


'Hmm.'


Tut.


Farrel menutup sambungan teleponnya dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jaketnya.


"Kenapa?" tanya Fira yang melihat ekspresi Farrel kayak gak seneng.


"Aku harus pergi untuk melihat gedung yang Om William kasih." ujar Farrel.


"Trus?" tanya Fira lagi.


"Ya kan berarti aku harus pisah sama kamu dong, padahal kan kita masih pengantin baru seharusnya kita lagi berdua duaan."


"Ya ampun aku kira kenapa, kan nanti kita masih ketemu."


"Tapi kan itu lama, aku tuh masih mau nempel nempel sama kamu." manja Farrel.


"Nanti malam boleh manja manjaan, sekarang kamu harus pergi dulu cari uang yang banyak buat ke Korea." canda Fira.


"Huh, kamu ini korea mulu. Ya udah aku pamit pergi dulu, kamu hati hati ya di rumah kalau ada apa apa segera hubungi aku." pamit Farrel.


"Iya, kamu juga hati hati ya di jalan." balas Fira.


"Ya udah aku pergi dulu. Kamu di sini aja gak perlu antar aku ke bawah. Cup." mengecup kening Fira dan Fira juga mencium punggung tangan Farrel.


"Daah sayang."

__ADS_1


"Iya hati hati." balas Fira.


...***...


__ADS_2