My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 280


__ADS_3

Vano dan Vanya sampai di kediaman keluarga William, mereka segera masuk ke dalam untuk menemui orang tua Vano.


Vano menenteng banyak tas belanjaan di tangannya, bukannya Vano gak bisa nyuruh pelayan buat membawanya, tapi Vanya sendiri lah yang memerintahkan Vano untuk membawanya sendiri tidak boleh merepotkan orang lain.


"Assalamualaikum." sapa keduanya saat memasuki rumah orang tua Vano.


"Waalaikum salam. Ehh kalian datang." balas mama Fara heboh.


"Pa, lihat nih siapa yang datang." teriak mama Fara memangil papa William yang sepertinya tengah berada di rumah.


"Apa sih ma berisik banget." ucap papa William menuruni anak tangga dan di sampingnya ada tuyul peliharaannya juga.


"Tau tuh." timpal Vino.


"Loh kalian."


"Kakak."


Seru papa William dan Vino barengan. Vino segera berhambur ke pelukan Vano, entah mimpi apa Vino semalam sampai sampai dia mau memeluk Vano.


"Nanti dulu peluknya, tuh lihat kakak kamu lagi bawa barang banyak." tegur mama Fara pada anak bontot nya.


"Sini Vino bantuin." tawar Vino.


Meskipun ragu, Vano pun memberikan dua kantong kresek yang berisi camilan juga es krim Vino.


"Nih, kakak beliin buat kamu." ujar Vano.


"Wah, makasih kakak." balas Vino tulus.


"Ma, pa Vano ke dapur dulu ya mau taruh ini." pamit Vano, setelah mendapatkan anggukan Vano pun pergi ke dapur.


"Gimana keadaan kamu sayang?" tanya mama Fara sambil menuntun Vanya agar duduk di sofa.


"Alhamdulillah baik ma, barusan aja Vanya sama Vano cek up ke dokter." jawab Vanya.


"Kok gak bilang sama mama, tau gitu kan tadi mama sama papa bisa ikut." ucap mama Fara.


"Lupa ma." balas Vanya.


"Ya udah gak papa, terus apa kata dokter?"


"Alhamdulillah kata dokter posisi bayinya sudah sempurna tinggal tunggu satu bulan lagi bayi nya akan keluar." balas Vanya.


"Wah aku gak sabar bentar lagi akan di pangil opa." seru papa William sambil membayangkan nanti dirinya akan bermain bersama cucunya.


"Sama mama juga gak sabar." timpal mama Fara.


"Nanti setelah lahiran kamu pulang ke aini aja ya biar ada yang temeni kamu di rumah. Kan kalau di sana kamu sendirian kalau Vano lagi kerja." pinta mama Fara.


"Lihat nanti aja ya ma." balas Vanya selembut mungkin agar tidak menyakiti hati mama Fara.


"Iya, itu semua terserah kalian kok. Kalau kalian mau tetap tinggal di sana juga gak apa apa, biar nanti mama yang sering datang ke sana." balas mama Fara.

__ADS_1


"Gimana perusahaan pa?" tanya Vano yang baru saja datang dengan Vino yang berada dalam gendongannya.


"Ya seperti biasa, aman aman aja. Palingan cuma masalah penulisan laporan yang salah." jawab papa William.


Vano mengangguk mengerti.


"Aa...." pinta Vano minta di suapin oleh Vino.


Dengan senang hati Vino pun menyiapkan satu kripik kentang ke mulut Vano dan Vano pun menerimanya.


"Vino kenapa sih kok aneh banget?" tanya Vano pada adiknya.


"Gak papa, emang Vino kenapa?" balik tanya Vino.


"Mungkin maksud kakak kamu, kenapa sikap kamu kok berubah gak kayak dulu lagi." ucap mama Fara memperjelas apa yang Vano katakan.


"Ooh itu, gak papa. Cuma bentar lagi kan Vino jadi paman masak iya Vino memberikan contoh yang gak baik pada ponakan Vino." jawab Vino.


"Good boy." puji Vano.


"Nanti kamu juga harus sering sering ajak adiknya main ya," lanjut Vano.


"Siap, nanti adik mau Vino ajarin main bola." balas Vino.


"Tapi jangan kamu ajarin goda cewek ya." sahut Vanya.


"Iiih kakak, Vino kan gak pernah godain cewek." bantah Vino tak terima.


Mereka terus bercanda bersama Vino. Vino tetap stay duduk di pangkuan Vano tak mau beranjak sedikitpun.


"Kakak nanti adiknya namanya siapa?" tanya Vino penasaran.


"Ada deh, nanti kalau sudah lahir Vino juga bakalan tahu." jawab Vano.


"Kapan lahirnya?" tanya Vino lagi.


"Nanti satu bulan lagi." balas Vano lagi.


"Oooh."


"Oh iya ma, Vano ke sini karena Vanya pengen makan masakan mama. Bisa gak Vano minta tolong mama buat masakin makan." pinta Vano.


"Bisa dong, ya udah mama ke dapur dulu ya nanti kalau udah matang mama pangil." ucap mama Fara.


"Iya ma, maaf Vanya jadi ngerepotin." balas Vanya tidak enak.


"Enggak dong, malahan mama senang kalau kamu suka sama masakan mama."


"Ya udah mama ke dapur dulu." pamit mama Fara sekali lagi dan segera pergi dari sana.


"Ke kamar yuk." ajak Vano pada Vanya.


"Kak ayo ke kamar Vino, Vino ada sesuatu yang mau Vino tunjukin sama kakak." pinta Vino pada kedua kakaknya.

__ADS_1


"Ya udah ayo." balas Vanya.


"Kita ke atas dulu pa." pamit Vano dan di angguki papa William.


Mereka bertiga pun menaiki anak tangga dengan Vino yang masih setia di gendongan Vano. Vano agak kesusahan karena dia harus menahan tubuh Vino agar tidak jatuh dan membantu Vanya menaiki anak tangga.


"Tara...." ucap Vino setelah membukakan pintu kamarnya untuk Vano dan Vanya.


Di sana terdapat dua ranjang yang satu sebelah kanan dan yang satunya lagi sebelah kiri. Dekorasi karakternya juga sama yaitu super Hero.


"Kok ada dua, yang satunya buat siapa?" tanya Vanya.


"Ini nanti yang satu buat adik. Nanti kalau adiknya nginap di sini biar tidur sama Vino." jawab Vino.


"Wah bang Vino baik banget." puji Vanya.


"Bang?" bingung Vino.


"Iya Abang, Vino mau kan adiknya nanti manggil Vino Abang?" jelas Vanya.


"Iya iya Vino mau." antusias Vino.


"Ya udah sekarang Vino mau apa, mau tidur atau main. Tangan kakak udah capek." ujar Vano menurunkan Vino dari gendongannya.


"Vino mau belajar, tapi harus di temani kakak kakak." jawab Vino.


"Ya udah ayo sini belajar, biar kak Vanya ajarin berhitung." ujar Vanya menyuruh Vino untuk duduk di sampingnya.


"Vino udah jago berhitung, Vino juga kemaren dapat teropi, itu." ucap Vino sambil menunjuk tempat teropi teropi Vino yang berjejer di sebuah lemari kaca di pojok kamar Vino.


"Van adik kakak ternyata udah pinter, udah cocok ini kalau mau punya adik." ucap Vano memuji Vino.


"Iya dong." bangga Vino.


Mereka berdua pun menemani Vino belajar hingga terdengar Panggilan dari mama Fara yang menyuruh mereka buat makan.


Mereka bertiga pun segera turun, kali ini Vino berjalan sendiri tidak lagi di gendong Vano.


Sampai di tempat makan, di atas meja sudah ada banyak hidangan yang sangat membuat air liur Vanya ingin keluar. Vanya ingin segera menikmati makanan makanan itu.


"Ayo ayo silahkan di makan, sayang kamu makan yang banyak ya biar sehat." ujar mama Fara menyuruh mereka semua makan.


"Iya ma." balas Vanya.


Dengan cekatan Vano mengambilkan makanan ke piring Vanya, dan setelah itu dia mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Mereka makan dengan tenang, kadang juga ada pertanyaan yang terlontar dari mulut Vino, dengan sabar mama Fara menjawabnya. Vanya bisa menjadikan mama Fara sebagai contoh dalam mendidik anak. Vanya bisa melihat gimana kasih sayang mama Fara terhadap anaknya melalui sikap Vano yang sangat lembut terhadap dirinya.


...***...


Masih lanjut nih, beberapa part lagi gak sampai sepuluh pokoknya. Tetap pantau terus ya, pokoknya hari ini tamat.


🥰🥰🥰😘

__ADS_1


__ADS_2