My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 221


__ADS_3

"Enggak kok, kita juga baru pesen makanannya." balas Vanya.


Fira dan Farrel pun duduk di hadapan Vano dan Vanya, dan memesan makanan untuk sarapan juga.


"Setelah ini kita mau kemana?" tanya Farrel sambil menunggu makanan pesanannya datang.


"Aku sih mau beli oleh oleh aja agar nanti waktu nonton konser gak kepikiran." jawab Vanya.


"Setuju, biar nanti waktu nonton kita have fun gak perlu mikirin masalah oleh oleh lagi. Kan nanti sehabis nonton konser ke tiga kita langsung pulang." setuju Fira.


"Ya udah berarti habis ini kita langsung pergi ke tempat oleh oleh." balas Vano.


Makanan mereka pun datang, dan mereka pun makan sarapan mereka dengan tenang tanpa ada yang ganggu. Setelah sarapan mereka menyebrang lagi menuju hotel untuk mengambil mobil buat jalan ke tempat oleh oleh.


Saat sampai di parkiran Vano yang jalannya masih agak pincang pun tidak di ijinkan menyetir oleh Farrel, alhasil Farrel lah yang membawa mobil seperti kemarin.


Dor.


"Awas." teriak Fira


dengan secepat kilat Vano menghindari tembakan yang mengarah kepadanya.


Prok prok prok..


Tepuk tangan seseorang yang baru keluar dari tempat persembunyiannya. Orang itu memakai pakaian serba hitam dan bertopi sehingga Vano dan yang lainnya pun tak dapat melihat wajahnya.


"Siapa anda?" tanya Fira berani.


Orang itu pun mendongakkan kepalanya dan melepaskan topinya.


"Aaron." kaget Fira.


Fira mengenal orang itu, orang yang selalu mengganggu keluarga William karena ada dendam pribadi dengan papa William.


"Kamu kenal dia?" tanya Farrel di jawab anggukan oleh Fira.


Sedangkan Vano tengah mencoba untuk membawa Vanya ke dalam mobil yang jaraknya sudah dekat dari mereka.


"Mau kemana kamu?" Sentak Aaron saat melihat pergerakan Vano.


"Jangan mendekat." larang Vano pada Aaron.


"Kenapa hmm, kamu takut? Bukannya anak William itu jagoan ya?" bala Aaron sambil tetap melangkah mendekati mereka.


Vano menyesal karena dia tidak membawa senjata tersembunyi dalam dirinya, karena dia kira musuh tidak akan tahu kalau dirinya ada di sini.


"Sayang kamu masuk ke mobil dulu, ini terlalu berbahaya buat kamu." perintah Vano pada Vanya.


"Tapi..."


"Plis aku mohon, ini demi kebaikan kamu." potong Vano.

__ADS_1


"Fira, kamu temani Vanya di mobil. Biar ini jadi urusan aku sama Vano." perintah Farrel pada Fira.


Fira pun menurut saja agar tidak membuang buang waktu. Fira mengajak Vanya masuk ke dalam mobil dan mengunci mobil itu dari dalam.


Setelah Vanya masuk, para anak buah Aaron pun datang mengerubungi Farrel dan Vano. Dan anak buah Vano, yang di perintahkan oleh papa William untuk menjaga Vano pun datang untuk melindungi tuannya. Tapi anak buah papa William masih kalah jauh jumlahnya di banding anak buah Aaron.


"Mau apa anda?" tanya Vano berani.


"Gak mau macam macam kok, cuma mau culik kamu aja." balas Aaron.


"Cih, jangan harap." decih Vano.


"Ooh baiklah, sepertinya kamu mau main main dengan saya." balas Aaron.


"Kalian semua serang mereka." perintah Aaron yang langsung di laksanakan oleh anak buahnya.


Bug bug bug...


Pertarungan pun terjadi, Vano sangat kualahan saat ini melawan anak buah Aaron yang dua puluh orang langsung menyerangnya sekaligus. Dan sepertinya juga Aaron membawa anak buah yang kualitasnya bagus yang jago ilmu bela dirinya.


"Mau kamu bertahan sekuat apapun gak bakal menang melawan anak buah ku." gumam Aaron mengamati pertarungan yang ada di hadapannya.


Farrel, Vano dan beberapa anak buahnya pun kualahan karena jumlah mereka yang tidak seimbang. Anak buah papa William yang jumlahnya hanya beberapa pun tak sebanding dengan anak buah Aaron yang jumlahnya ratusan.


"Si*l sepertinya kita akan kalah Van." ucap Farrel pada Vano yang kebetulan ada di belakangnya.


"Nanti kalau sampai terjadi apa apa sama gw, gw minta lo jagain Vanya, tenangin dia agar tidak kepikiran tentang gw." pesan Vano pada Farrel.


"Enggak, lo gak boleh ngomong gitu, kita harus kabur sama sama." balas Farrel yang tak suka Vano bicara begitu.


Bug.


"VANO." teriak Vanya dalam mobil yang melihat kejadian itu.


"Stop Van,lo mau kemana?" tahan Fira karena Vanya ingin keluar dari mobil.


"Bukain pintunya kak, aku mau tolongin Vano." pinta Vanya.


"Gak, lo harus tetap di sini sama gw." larang Fira.


"Tapi kak, Vano dalam bahaya." kekeh Vanya.


"Aku bilang gak ya gak." bentak Fira yang keluar aura mafianya.


Mendengar bentakan Fira seketika Vanya pun terdiam dan mengurungkan niatnya untuk keluar dari mobil.


"Sorry, gw gak bermaksud bentak Lo." ujar Fira merasa bersalah.


"Van bangun Van, ayo." pangil Farrel memberikan semangat untuk Vano.


Bug.

__ADS_1


"Aakk." teriak Vano lagi karena kaki yang satunya lagi juga di tendang dan di ijak oleh anak buah Aaron.


"Bagus." puji Aaron pada anak buahnya.


melihat Vano tak berdaya, anak buah Aaron pun memukuli Vano hingga dia tak berdaya.


"Bawa dia ke mobil dan tali tangannya." perintah Aaron pada anak buahnya.


"Gak, Van lo gak boleh nyerah Van."' Ucap Farrel memberikan semangat pada Vano yang sudah setengah tidak sadarkan diri.


Bug.


"Diam kamu." Farrel terkena bogeman di wajahnya karena dia tidak fokus tadi.


"Shiiitttt, wajah gw." keluh Farrel.


Bug.


Lagi dan lagi Farrel terkena pukulan dari anak buahnya Aaron.


"Si*l." umpat Farrel dan marah.


Bug bug bug...


Farrel memukuli orang orang yang memukulnya tadi. Sedangkan Vano, dia tangan serta kakinya sudah di ikat dengan besi yang sangat kuat.


"Kak Vano kak, ayo kita tolongin Vano kak." ucap Vanya sambil menangis tersedu sedu melihat Vano yang sudah setengah tidak sadarkan diri.


"Sabar Van, kita gak bisa main keluar aja. Nanti yang ada malah bikin suasana tambah runyam." balas Fira.


"Papa, iya papa kita harus hubungi papa." ide Vanya dan mencari nomor papa William di ponselnya.


Kenapa gak dari tadi aja cobak, pakai acara nangis nangis segala lagi. Kan saya jadi greget.😂


"Ayo dong pa angat telfonnya." ucap Vanya yang tidak sabaran.


'Halo sayang ada apa?' ucap dari sebrang telefon yang tak lain adalah papa William.


'Papa...hiks hiks hiks..' balas Vanya sambil menangis.


'Loh, kamu kenapa kok nangis, mana Vano jangan bilang kalau Vano yang buat kamu menangis.'


'Kita di serang pa, dan sekarang Vano akan di bawa oleh mereka.' ucap Vanya.


'Maksud kamu?'


'Halo Om ini saya Fira, Aaron menyerang kita secara mendadak di sini. Dan sekarang Vano sama Farrel yang melawan mereka sudah kalah. Dan sepertinya Vano akan di bawa oleh Aaron.' Jelas Fira merebut ponsel dari tangan Vanya.


'Baiklah, saya akan segera berangkat ke sana, kamu jaga Vanya dengan baik.' jawab papa William tenang. seolah dia sudah mengira hal ini akan terjadi.


'Baik om.'

__ADS_1


Tut.


...***...


__ADS_2