My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 171


__ADS_3

Sampai di dalam mansion Marvel, Vano bersembunyi di sebuah kamar yang sepertinya tidak di pakai di liat dari rapinya kamar ini.


"Sepertinya di sini aman." ucap Vano dan segera menuju pojok kamar dan duduk di lantai untuk memantau perkembangan temen temennya di mall melalui tablet yang dia bawa tadi.


Vano mencari lokasi teman temannya dan sepertinya temen temennya itu sudah pergi dari mall. Mungkin mereka lagi ngejar Vanya. pikir Vano.


Selanjutnya Vano pun mencari di mana keberadaan Vanya melalui JPS yang dia pasang di cincin yang dia berikan tadi.


"Bentar bentar, ini kok tempat Vanya sama kak Farrel kok beda." heran Vano.


Vano pun segera mencocokkannya lagi karena takut salah lihat, dan ternyata memang benar mereka beda arah. Vanya menaiki mobil yang sudah dekat dengan mansion ini sedangkan Farrel dkk menuju sebuah hutan pinggir kota.


"Fix, ini mereka di kecoh. Gw harus segera hubungi mereka biar langsung ke sini."


Vano mencari handphonenya di saku celana dan jaketnya, tapi tidak menemukan kebenaran handphonenya.


"Oh iya tadi kan ponsel gw, gw tinggal di mobil." gumam Vano.


"Terus gimana ini." bingung Vano.


"Oh iya gw tahu." Vano pun segera mendownload aplikasi w* di tabletnya dan segera masukkan nomor yang dia pakai.


Setelah berhasil, Vano segera mengirim pesan untuk Farrel tapi tak di buka juga, karena Farrel lagi nyetir mobil. Vano pun mencoba mengirim pesan pada Lucas. Tak lupa Vano mendiamkan bunyi notifikasi ponselnya agar tidak terdengar orang.


"Lucas, kalian ada di mana. Belok cepet dan gw share alamatnya, karena kalian lagi di jebak. Orang yang kalian ikuti itu bukan membawa Vanya tapi orang lain." Isi pesan yang Vano berikan.


Setelah itu Vano juga nge-share lokasi dia sekarang dan setelahnya dia menonaktifkan w* nya kembali karena takut kebaca sama orang kalau dia ada di sini.


-


Sementara di posisi Vanya, dia mulai sadar dari pingsannya. Vanya melihat sekitar yang gelap dan sempit. Vanya pun mencoba untuk berdiri dan membuka kotak itu.


"Hah, gw di mana?" bingung Vanya.

__ADS_1


Vanya merasa ada pergerakan dari tempat ini, dia yakin ini adalah di dalam mobil.


"Ternyata gw di culik beneran." gumam Vanya resah.


Vanya mencari ponselnya tapi tidak menemukannya.


"Hufft...mana ponsel gw ikutan di ambil juga lagi. Kan gw bosen di sini."


"Oke Vanya santai, lo gak boleh panik. Ingat kata Vano, Vano selalu ada di belakang Lo."


Vanya pun memutuskan untuk menutup kotak kado itu lagi, dan di pura pura pingsan lagi agar tidak ribet.


-


"Rel, Fir. Vano w* gw, katanya kita salah mengikuti orang." ucap Lucas.


"Hah, seriusan lo?" ucap Fira dan Farrel barengan.


"Cieee kompak." ledek Lucas yang mendapat keplakan di punggungnya dari Fira.


"Iisss sakit beg*." keluh Lucas.


"Lemah." ejek Fira.


"Lo..."


"Udah deh, berantemnya nanti aja. Sekarang cepet lo bilang di mana lokasi Vanya." sela Farrel.


"Nih lokasinya." Lucas menyodorkan handphonenya yang menampilkan maps lokasi seseorang.


"Gw gak bisa liat beg*, lo gak lihat gw lagi nyetir. Entar kalau kita nabrak gimana."


"Oh iya lupa."

__ADS_1


"Nih Fira aja yang liat, gw belum hafal daerah Indonesia." lanjut Lucas memberikan ponselnya pada Fira.


Fira melihat maps itu dan membaca daerah mana lokasi yang di kirim Vano.


"Oooh ini mobilnya menuju daerah XXX, kita udah jauh banget dari sana." ucap Fira.


"Hah, seriusan lo?" kaget Lucas. Pasalnya mereka kini sudah berada di pinggiran kota dan hampir sampai di hutan. Sedangkan daerah yang Fira sebutkan tadi itu berada di tengah-tengah kota.


"Iya, berarti sekarang kita semua harus balik arah. Dan cepat hubungi anak buah lo suruh ke sana." balas Fira.


"Lo aja yang kasih tau mereka, gw kan lagi nyetir."


Fira pun segera menghubungi anak buahnya untuk ke tempat yang Vano berikan tadi, tapi dia meminta untuk sebagian kecil dari anak buahnya tetap mengikuti mobil yang membawa Vanya kw agar mereka tidak curiga kalau Farrel dkk sudah mengetahui keberadaan Vanya yang sebenarnya.


Mereka bertiga pun berbalik arah ke tengah kota lagi untuk menyusul Vano yang sudah ada di sana.


-


"Hahahaha sebentar lagi kelinci kecilku akan hidup bersamaku." tawa Marvel senang dalam ruangannya.


Sampai sampai dia tidak menyadari kalau ada seseorang yang sudah berhasil masuk ke dalam mansionnya.


Tok tok tok..


Pintu ruangan Marvel di ketuk dari luar.


"Masuk." ucap Marvel.


Orang itu pun masuk dan segera menghampiri Marvel.


"Ada apa?" tanya Marvel membelakangi orang itu, karena posisi duduk Marvel tadi membelakangi meja kerjanya.


"Anu tuan..."

__ADS_1


...***...


...Maaf ya pendek, badan aku lagi kurang fit.🙏🙏...


__ADS_2