My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 268


__ADS_3

Cindy di bawa masuk ke dalam mansion Vano oleh orang orang WD dengan tangan yang masih setia di borgol.


"Lepas, gw bisa jalan sendiri." ucap Cindy tak suka jika tubuhnya di pegang pegang oleh orang yang menurutnya sangat menjijikkan.


"Selamat sore tuan, saya ke sini mengantarkan tahanan atas perintah tuan Farrel." lapor salah satu dari mereka kepada papa William di balas anggukan oleh papa William.


"Apaan sih, gak usah pegang pegang gw bisa sendiri." tak suka Cindy saat salah satu dari mereka ada yang berusaha membuatnya duduk di lantai di hadapan mereka semua yang duduk di sofa.


"Saya gak mau basa basi di sini," ucap papa William menjeda ucapannya.


"Kamu, tolong bilang siapa di antara mereka berdua yang sudah suruh kamu." lanjut papa William membuat Cindy menoleh ke arah Galang dan Rangga.


Cindy diam dan tak mengeluarkan suara apapun, hingga membuat Lucas yang sedari tadi tangannya udah gatel menggebrak pinggiran sofa.


Bruk.


Semua memandang ke arah Lucas, terutama Vano. Dia memberikan tatapan tajam pada Lucas.


"Apa, gw udah bilang gw gak suka bertele tele. Sekarang lo ngaku sama gw siapa yang udah suruh Lo. Atau kalau lo gak mau ngaku gw tebas kepala Lo." ancam Lucas tak takut dengan tatapan Vano.


"A-aku." gagap Cindy.


"Cepat." bentak Lucas.


"Ga-Galang." jawab Cindy takut memandang Galang.


"Heh lo jangan main tuduh gw ya, gw gak ada kontak apa pun sama Lo." bantah Galang tak terima.


"A-aku takut, Ga-Galang ngancem aku, kalau sampai aku bilang ke kalian foto bugil aku akan di sebar." ucap Cindy takut tak mau memandang wajah Galang.


"Heh lo kalau ngomong jangan sembarangan." ucap Galang tak terima.


Galang berdiri akan menghampiri Cindy tapi di tahan oleh Sonya.


"Diam, Cindy lanjutkan." perintah Sonya.


"Yank, aku gak ngelakuin itu, kamu harus percaya sama aku." melas Galang minta pembelaan dari Sonya.


"Cindy lanjutkan." perintah Sonya lagi tak menghiraukan ucapan Galang.


"Aku, aku pernah tidur berdua sama Galang, dan itu keadaannya aku dan dia lagi mabuk. Jadi kita berdua sama sama gak sadar. Tapi setelah itu Galang memfoto tubuh telanjang aku dan menggunakan itu buat mengancam aku agar tidak mengaku kalau dia pelakunya pada kalian." jelas Cindy takut.

__ADS_1


"Aku mohon tolong aku, aku takut dia akan membunuh aku." lanjut Cindy.


"Yank kamu percaya kan sama aku, aku gak ada lakuin itu sama sekali, aku juga gak ada culik Vanya dari Vano." ucap Galang pada Sonya.


"Aku gak nyangka Lang, ternyata kamu sebejat itu. Mulai sekarang kita putus, aku gak mau punya hubungan dengan seseorang penghianat. Terlebih lagi kamu pernah tidur berdua sama dia." ucap Sonya memutuskan hubungan mereka berdua.


"Yank aku gak seperti itu, aku mohon sama kamu percaya sama aku." mohon Galang.


Bug.


lagi dan lagi sebuh bogeman datang ke wajah Galang hingga membuat wajah Galang banyak terdapat lebam lebam.


"Belum cukup lo culik Vanya, sekarang lo jugalah khianati kekasih Lo. Bang*at Lo." umpat Lucas.


Bug.


Lucas memang gak suka pada wanita, tapi dia paling tidak bisa kalau melihat cewek di sakiti cowok.


Galang diem saja tak membalas perbuatan Lucas. Galang sekarang sudah pasrah menerima ini semua. Galang melihat di mata Sonya tersirat kekecewaan yang mendalam terhadap dirinya dan Galang pun menjadi semakin merasa bersalah.


"Udah, kalian bawa tahanan kembali ke sel lagi. Dan yang beberapa bawa juga Galang ke sana." perintah papa William.


"Enggak, aku gak mau ke sana lagi, di sana baunya gak enak tempatnya kotor." berontak Cindy.


Farrel maju dan melumpuhkan Cindy lagi agar tidak merepotkan orang orangnya lagi.


"Udah cepat kalian bawa sebelum dia kumat lagi." perintah Farrel.


"Baik tuan." patuh mereka dan segera membawa Cindy keluar dari mansion Vano.


"Gw gak nyangka Lang sama Lo." ujar Rangga penuh dengan kecewa.


Galang membalas tatapan Rangga dengan tatapan yang sengit seolah bendera perang sudah berkibar di antara mereka berdua.


"Cepat kalian bawa penghianat ini keluar dari sini." perintah Vano pada anggota WD yang masih tinggal di sana.


"Baik king." patuh mereka.


"Van, gw gak lakuin itu Van, lo percaya kan. Lo tahu sifat gw dari kecil Van, gw gak mungkin lakuin itu." mohon Galang meminta belas kasih kepada Vano.


"Sorry Lang, ini juga lo yang mulai duluan." balas Vano tak mau menatap wajah Galang.

__ADS_1


"Om, om percayakan sama Galang, Galang gak lakuin itu Om." mohon Galang pada papa William tapi papa William tak meresponnya. Malahan papa William tak mau menatap wajah Galang.


"Sayang kamu percaya kan sama aku." ucap Galang pada Sonya lagi tapi Sonya tak meresponnya.


"Gak papa kalau kamu kecewa sama kau, tapi aku minta sama kamu jaga kesehatan kamu ya. Maaf selama ini aku belum bisa jadi seperti yang kamu minta, jangan lupa makan karena aku gak ada di sisi kamu lagi." ucap Galang sebelum dirinya di bawa pergi oleh anggota WD.


Tanpa terasa air mata Sonya sudah jatuh dari matanya, Sonya menangis terisak setelah kepergian Galang. Sebenarnya Sonya tidak terlalu mempercayai hal yang Cindy katakan. Tapi mulutnya tak bisa di ajak kerjasama.


"Udah Son lo gak usah nangisin laki laki kayak gitu. Masih banyak kok di luaran sana yang mau jadi pacar lo." ujar Rangga menenangkan Sonya.


"Gw mau pamit pulang dulu, Assalamu'alaikum." pamit Sonya dan segera berlari dari sana tanpa menunggu jawaban dari mereka.


"Lucas kamu ikuti Sonya, Om takut dia kenapa kenapa." perintah papa Wijaya.


"Baik Om." balas Lucas.


Lucas akan beranjak pergi tapi di tahan oleh Vano.


"Udah gak usah, dia butuh waktu buat sendiri." ucap Vano.


"Tapi Van, gimana nanti kalau terjadi sesuatu sama Sonya." balas Rangga khawatir.


"Ya udah lo aja yang ikutin Sonya, gw masih ada yang mau di bahas sama Lucas." ucap Vano.


"Ya udah kalau gitu gw pergi dulu, mari Om." pamit Rangga dan segera pergi dari sana.


"Hufft...." hela nafas Vano.


"Terus sekarang gimana kita cari Vanya nya?" tanya Farrel.


"Itu mah gampang, tinggal kita siksa aja si Galang nanti juga dia bakalan ngaku." balas Lucas.


"Jangan, meskipun kalian siksa seperti apapun Galang gak bakalan ngaku, karena gw tahu gimana Galang." larang Vano.


"Lo kenapa sih Van, dari tadi kayak gak suka gitu kalau gw siksa si Galang, padahal udah jelas dia yang culik Vanya." heran Lucas.


"Gak papa, gw minta sama kalian semua jangan ada yang siksa Galang sebelum Vanya di temukan. Karena kalau sampai Galang mati maka kita tidak akan pernah menemukan Vanya." tekan Vano pada mereka semua termaksud papa William.


Setelah mengucapkan itu Vano berlalu meninggalkan mereka semua menuju kamarnya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2