
"Gimana ada gak?" tanya Farrel pada yang lain.
"Gak ada, cctv pun juga udah di rentas." balas Rangga.
"Sayang kamu di mana, maaf aku gak bisa jagain kamu." gumam Vano menyesal sekaligus khawatir sama Vanya.
"Udah Van, lo tenang aja. Kita harus yakin kalau Vanya bakal selamat dan gak apa apa." ucap Farrel menenangkan Vano.
"Trus anak orang orang yang gw suruh ke lo tadi mana?" tanya Vano.
"Mereka sudah berpencar di sekitar mall dan di jalanan sekitar mall." balas Farrel.
"Ehh tunggu deh, itu bukannya Cindy sama Kia ya." ucap Sonya saat netra matanya melihat keberadaan Cindy dan Kia.
"Wah iya, itu mereka bawa kado sebesar itu mau buat ngado siapa ya?" timpal Sisil.
"Tunggu deh, jangan jangan itu isinya Vanya." ujar Rangga.
"Bisa jadi sih, soalnya dari kasus yang kemaren kan seperti itu." setuju Farrel.
"Ya udah ayo kita kejar mereka." ajak Rangga.
Mereka pun mengejar Cindy Yuvia sudah sampai di parkiran, tapi tidak dengan Vano dia menyadari ada sesuatu kekeliruan di sini.
"Kalau sampai lo apa apain bini sama calon anak gw, abis lo." gumam Vano marah.
"Gw juga yakin kalo yang Cindy bawa itu bukan Vanya, tapi gw akan ikuti permainan Lo."lanjut Vano dengan seringainya.
Vano pun beranjak pergi mengikuti teman temannya yang sudah menghilang entah kemana.
-
Sementara di tempat Cindy, dia dan Kia tengah berusaha membujuk Tasya agar mau berganti pakaian yang sama persis seperti yang Vanya kenakan.
"Mau ngapain sih, orang pakaian gw udah bagus gini kok di suruh ganti. Lagian masak gw di suruh pakai baju hamil gitu kan gak lucu." protes Tasya tak mau.
"Udah lo diem aja jangan banyak protes. Kalau lo nurut sama kita nanti lo gw traktir makan sepuasnya." iming iming Kia.
"Bener?"
"Iya Tasya sayang." greget Cindy.
"Udah sekarang lo ganti baju lo, trus habis itu lo tiduran di belakang pura pura pingsan." instruksi Cindy.
Tasya pun akhirnya mau memakai pakaian yang Cindy dan Kia berikan kepadanya, dan setelah selesai dia langsung tiduran di belakang pura pingsan.
__ADS_1
"Gimana udah siap belum?" tanya Kia.
"Udah ayo itu mereka sudah dekat." balas Cindy sambil menunjuk Farrel dan yang lainnya yang berlari mendekati mobil Cindy.
"Woy tunggu woy."
Tok tok tok
Teriak mereka semua sambil ngegetuk kaca jendela mobil yang Kia dan Cindy pakai.
tok tok tok.
"Gas Ki." perintah Cindy pada Kia, Kia pun melakukan perintah Cindy dengan menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
"Itu tadi beneran di dalam ada Vanya, gw lihat tadi dia pingsan di jok belakang." ujar Farrel.
"Bener gw juga tadi liat." timpal Rangga.
"Ya udah ayo kita kejar." ajak Sonya.
"Tunggu, Vano mana?" tanya Fira.
"Oh iya Vano mana?" "Gimana?" tanya Vano yang baru datang.
"Lo kemana aja sih, kenapa lo gak panik sedangkan istri lo lagi di culik?" tanya Farrel dengan curiga.
"Udah ayo sekarang kita kejar mereka." ajak Rangga dan di angguki yang lainnya.
drrtt drrtt drrtt.
"Ehh tunggu, gw ada telfon." tahan Rangga.
Rangga pun menjauh sedikit untuk menerima telepon itu, setelah berbicara yang entah membicarakan apa, Rangga pun mengakhirinya.
"Kenapa Ngga?" tanya Farrel.
"Sorry gw gak bisa ikut kalian nyari Vanya, gw ada urusan mendadak." ucap Rangga.
"Oooh ya udah gak papa lo pergi aja biar kita yang nyari Vanya." balas Farrel.
"Ya udah kalau gitu gw pergi dulu, beb aku duluan ya kamu harus jaga diri baik-baik karena gak ada aku yang bakal lindungi kamu." ucap Rangga pada Sisil.
"Iya, kamu juga hati hati ya."
"Udah ayo nanti mereka keburu jauh." sela Fira.
__ADS_1
"Ya udah kalian pergi aja." perintah Rangga.
Mereka pun segera pergi dengan kendaraan masing-masing mengejar mobil Cindy yang membawa Vanya.
Sementara Rangga juga ikutan pergi tapi tak searah dengan yang lain.
-
"Ayo cepat kalian bawa dia ke mobil." Perintah orang itu pada anak buahnya yang memapah tubuh seorang wanita yang tengah hamil memasuki mobil.
Setelah itu dia juga ikut masuk ke dalam sana dan duduk di samping tubuh wanita itu yang tak lain adalah Vanya.
"Vano Vano, bodohnya dirimu." gumam orang itu menertawakan Vano.
"Ayo cepat pergi dari sini." perintah orang itu lagi menyuruh anak buahnya untuk segera pergi dari pelataran mall.
"Cih, ini menyusahkan saja." ucap orang itu dan melepaskan cincin yang ada di jari manis Vanya dan membuangnya ke jalanan.
Mereka baru saja membawa Vanya keluar dari dalam mall setelah satu jam kepergian Vano dan yang lain, itu pun harus mengalihkan perhatian semua orang dengan mendatangkan artis ibu kota yang lagi naik daun buat datang ke mall.
-
Sementara itu Vano tengah mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata mengejar mobil yang di tumpangi Kia dan Cindy yang sudah kelihatan di depannya.
"Kalau memang yang di dalam mobil itu bohong, lantas kenapa Farrel yakin kalau di dalam mobil itu ada Vanya. Farrel gak mungkin bicara seperti itu kalau gak ada buktinya." gumam Vano.
"Ini juga JPS di cincin Vanya kenapa gak jalan, gw tebak pasti dia udah tahu kalau di cincin itu udah ada jps nya dan dia membuangnya." lanjut Vano.
"Sayang kamu yang kuat ya, semoga saja mereka tidak berbuat yang berbahaya buat kamu dan anak kita."
Entah Vano yakin apa enggak dengan apa yang dia ucapkan, yang pasti Vano sangat takut terjadi apa apa sama Vanya.
Tak lupa Vano juga mengabari papanya supaya bisa mengerahkan semua anak buahnya buat membantunya mendapatkan Vanya, dan ternyata papa William sudah tahu dari Lucas kalau Vanya di culik. Bahkan sekarang papa William lagi bersama Lucas untuk mencari Vanya.
-
"Lucas kamu yakin sama yang kamu katakan itu, kalau Galang yang berniat jahat sama keluarga saya?" tanya papa William pada Lucas yang tengah fokus memegang kemudi.
"Yakin gak yakin sih Om, tapi dari penelitian yang Lucas lakukan hanya Galang yang paling menonjol dari yang lain." jawab Lucas.
"Tapi itu tidak mungkin, Galang adalah sahabat Vano mulai dari mereka kecil dulu."
"Bahkan yang saudara kandung saja bisa menyakiti saudaranya sendiri, maka tidak menutup kemungkinan yang hanya berstatus sebagai sahabat." balas Lucas.
...***...
__ADS_1
Maaf nih ya, aku gak terlalu yakin kalau bulan ini bisa tamat 😂 Soalnya ini tinggal satu hari lagi dan konfliknya belum selesai juga 😂
Tapi akan author usahain besok tamat.