
Vano, Farrel dan papa William akhirnya sampai di kediaman keluarga William hampir tengah malam. Setelah memakirkan mobilnya mereka keluar dan masuk ke dalam rumah megah itu.
"Van kamu antar Farrel ke kamar tamu." suruh papa William.
"Iya pa."
Mereka pun berpisah di anak tangga, papa William yang naik ke lantai dua sedangkan kamar tamu yang berada di lantai satu, hal itulah yang mengharuskan mereka berpisah.
"Nih kamar Lo." membukakan pintu kamar tamu untuk Farrel.
"Thanks dah ngateri gw ke sini."
"Hmm." Vano berbalik akan menuju kamarnya yang berada di lantai dua juga.
"Ehh tunggu tunggu." cegah Farrel.
"Ada apa?"
"Besok temenin gw joging ya, kan gw harus banyak banyak berjalan biar otot otot kaki gw gak kaku." pinta Farrel.
"Iya besok pagi gw temenin."
"Baju lo gimana?" lanjut Vano bertanya pada Farrel.
"Gw ada banyak baju kok di mobil jadi lo tenang aja."
"Oh ya udah Kalau gitu."
"Oh ya Van, sekalian ajak adik lo ya."
Seketika mata Vano yang sudah lelah itu terbuka lebar kembali.
"Maksud lo si Vino?"
"Ya iyalah, emang adik lo siapa lagi kalau bukan Vino."
"Lo jangan ngada ngada deh, nanti dia ngerepotin." tolak Vano tak setuju dengan permintaan Farrel yang satu itu.
"Iiss gak bakal, gw yang jamin dah."
"Ya, ya plis gw tuh pengen kenalan ama adek Lo." lanjut Farrel.
"Ya kan bisa kenalan nya sehabis kita joging." saran Vano.
"Tapi kan gw pengen jalan-jalan juga sama adik lo."
"Serah lo dah, pokoknya kalau besok dia ngerepotin gw gak ikutan." Vano segera beranjak pergi, dia malas meladeni Farrel.
"Yes." sorak senang Farrel, dia membayangkan seseru apa besok ketika joging sama adik Vano, pasti asik banget.
Farrel pun masuk ke dalam kamar yang sudah di sediakan untuknya dan segera membersihkan tubuhnya setelah itu dia pergi ke alam mimpi.
-
Vano memasuki kamarnya dengan pelan pelan agar tidak menggangu tidur Vanya yang sepertinya sangat nyenyak itu.
__ADS_1
Sama seperti Farrel, Vano juga beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah itu dia keluar dari kamar mandi hanya menguntungkan celana bokser saja dan segera naik ke atas ranjang.
Cup.
Vano mengecup dahi Vanya yang berhasil mengusik tidur Vanya.
"Eemmhh..." langkuh Vanya yang membuat Vano kelabakan menenangkan Vanya agar tidak kembali bangun.
"sssttt." Vano mengelus-elus rambut Vanya agar dia tenang kembali, dan benar saja sekarang Vanya sudah kembali tidur dengan nyenyak nya.
Vano pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Vanya dan membawa Vanya dalam dekapan nya. Mereka pun tertidur dengan posisi Vano yang memeluk tubuh Vanya dan kepala Vanya yang berada pada dada bidang Vano yang tak tertutupi sehelai kain apa pun.
-
Pagi yang cerah di hari Minggu membuat siapapun enggan untuk beranjak dari kasur empuk nan nyaman termasuk Vanya, dia tengah bergelung di bawah selimut tebal. Bahkan dia tak menyadari bahwa guling hidup yang sedari tadi malam dia peluk kini sudah tak berada di sisinya.
Vano menempati janjinya untuk menemani Farrel joging pagi ini, dengan mengenakan pakaian serba hitam, kaos hitam celana pendek hitam dan topi hitam Vano keluar dari walk in closed menuju cermin untuk merapikan rambutnya.
"Perfect." puji Vano pada dirinya sendiri.
Vano membalikkan badannya menghadap ke arah istrinya yang tengah tertidur dengan pulas, Vano tersenyum gemas dan berjalan menghampiri istrinya.
Cup.
"Good morning sayang." sapa Vano membangunkan Vanya.
"Eemmhh." lengkuh Vanya merasa terusik tidurnya.
"Hei bangun." menoel noel pipi Vanya dengan gemas.
"Morning sayang." sapa Vano lagi.
"Morning to." balas Vanya sambil tersenyum.
Cup.
Mencium bibir Vanya agak melum** nya sedikit.
"Aku mau nemenin kak Farrel joging dulu ya."
"Kak Farrel ada di sini?" tanya Vanya yang masih tetap dengan posisi tidurannya.
"Hmm, semalam dia nginap di sini." merapikan rambut Vanya yang acak-acakan.
"Ya udah aku keluar dulu ya, kamu kalau masih ngantuk tidur lagi aja." Lanjut Vano.
Cup.
"Hati hati." ujar Vanya sebelum Vano keluar dari kamar.
"Iya sayang." balas Vano dan menghilang di telan pintu.
Karena merasa masih mengantuk Vanya pun tertidur kembali.
-
__ADS_1
"VINO." teriak Vano membangunkan adiknya yang masih tidur dengan gaya kaki di bantal dan kepala di ranjang bagian bawah.
"Astaghfirullah anak ini, selama ini mama beli bantal cuma buat bantalin kaki Vino ternyata." mengelengkan kepalanya menatap tingkah ajaib adik yang katanya paling tampan ini.
"Vino ayo bangun, mau ikut kakak joging gak?" mengerakkan tubuh Vino dengan kasar tanpa ada pikiran untuk memanjakan adiknya.
"Iiss apaan sih,kak Vano ganggu tidul orang ganteng aja." omel Vano dengan mata yang masih tertutup.
"Cih, orang ganteng tuh bangunnya pagi. Kalau kesiangan nanti di ambil ayam gantengnya."
Seketika mata Vino terbuka lebar mendengar ucapan kakaknya.
"Kalau di ambil ayam ya aku potong ayamnya, setelah itu di masak jadi ayam goleng tlus aku makan, kan gantengnya jadi ke Vino lagi." menjawab dengan memonyongkan bibirnya.
"Mana ada kayak gitu."
"Apa yang gak ada bila Vino yang buat." balas Vino tak mau kalah.
Vino menarik selimutnya lagi hingga tubuhnya tertutup dengan sempurna yang membuat Vano geram.
"VINO bangun. Kalau enggak kakak siram kamu." ancam Vano yang tak di gubris Vino.
"Ooh masih gak mau bangun juga, oke kalau gitu black card kamu yang ada di laci meja kerja kakak, kakak kembalikan ke papa."
"JANGAN." teriak Vino sambil beranjak duduk.
"Mangkanya bangun, kalau gak bangun kakak ambil black card itu sekarang." ancam Vano.
"Iiss kakak nyebelin Vino gak suka. Lagian kakak tau dari mana kalau black card punya Vino ada di sana?" menatap Vano dengan memicingkan matanya.
"Kakak bukan mama yang gampang kamu tipu, udah ayo cepat bangun setelah itu ikut kakak joging." perintah Vano yang mau tak mau harus Vino lakukan meskipun dengan berat hati.
"Hufft nyebelin." decak Vino dan bangun pagi ke kamar mandi untuk mencuci muka bantalnya.
"Gak usah banyak omong, kakak dengar ya, kamu mau black card kamu kakak balikin ke papa." ancam Vano yang di anggap angin lalu oleh Vino.
"Dasar adik laknat." decak kesal Vano.
Vano pun pergi duluan ke bawah untuk menemui Farrel sambil menunggu Vino di bawah.
-
"Anak paling ganteng datang..." teriak Vino saat berjalan menuruni tangga yang membuat semua orang menatap ke arahnya.
...***...
...Outfit Vano...
...Yang kepo dengan visual Farrel, ini dia kakak Vanya yang tak kalah ganteng dari Vano....
__ADS_1
...Outfit si bocil laknat bin ajaib bin Ghaib. Dengan muka sok tampannya yang memang tampan....