
Vanya kembali ke dalam kelas untuk mengambil tas nya.
"Ada apa Van, kenapa lo di pangil pak Anang?" tanya Sonya.
"Ada deh." jawab Vanya dan segera pamit pulang ke guru yang mengajar setelah mengambil tasnya.
Vanya pergi meninggalkan sekolah dengan perasaan yang amat sangat senang.
Vano melihat kepergian Vanya dari atap.
Deg.
'Kenapa jantung gw berdetak ya saat liat Vanya tersenyum.' ucap Vano dalam hati sambil memegangi dadanya yang berdetak saat melihat senyum manis Vanya.
"Semoga ini mengurangi kesedihan yang aku perbuat Van." gumam Vano sambil terus memperhatikan mobil Vanya yang perlahan meninggalkan parkiran sekolah.
-
Dalam perjalanan Vanya memutar lagu Permission to dance milik BTS dengan volume full dan dia mengikuti setiap liriknya dengan perasaan senang.
Da-na-na-na-na-na-na, da-na-na-na-na-na-na
Da-na-na-na-na-na-na
No, we don't need permission to dance
Da-na-na-na-na-na-na, da-na-na-na-na-na-na
Da-na-na-na-na-na-na
"Oh iya buku buku ku yang lain kan masih ada di rumah mama." ucap Vanya di tengah perjalanan.
"Ke rumah mama aja deh sekalian numpang makan."
Vanya pun memutar arah laju mobilnya menuju rumah mamanya.
-
Sampai di rumah mamanya Vanya segera turun dari mobil dan segera masuk.
"Assalamualaikum mama." Teriak Vanya saat membuka pintu rumah orang tuanya.
"Waalaikum salam. Jangan teriak teriak ini bukan hutan." jawab mama Vani yang sepertinya berada di dapur.
Vanya yang mendengar jawaban mama Vani hanya cengengesan dan segera berjalan menghampiri mamanya.
"Mam." ucap Vanya sambil memeluk mamanya dari belakang.
"Aduh anak mama masih ingat rumah ternyata." jawab mama Vani mematikan kompor. Ya mama Vani sedang memasak.
"Yee mama mah gitu, mana mungkin sih Vanya lupa sama tempat Vanya di besar kan dari kecil." sambil melepaskan pelukan tangan nya.
"Kamu apa kabar?" Sambil membalikkan badan dan memandangi wajah anaknya yang tampak tersirat rona kebahagiaan.
"Alhamdulillah Vanya sehat." mencium pipi mama Vani dan segera berjalan ke arah meja makan dan duduk di sana.
"Kalau mama sama papa gimana kabarnya, maafin Vanya yang jarang ke sini." lanjut Vanya.
"Gak papa mama ngerti kok yang pengantin baru maunya berduaan mulu."
"Iiss apaan sih mama."
"Oh iya kamu ke sini sama siapa, mana Vano?" tanya mama Vani yang tidak melihat keberadaan Vano.
"Vano lagi sekolah, Vanya ke sini mau ngambil buku-buku Vanya yang belum Vanya bawa dulu." jawab Vanya.
__ADS_1
"Lah trus kamu kok gak sekolah, jangan bilang kalau kamu bolos." tuduh mama Vani.
"Asal tuduh aja mama."
"Vanya tuh orang yang rajin, mana mungkin Vanya bolos." bela Vanya.
"Trus?"
"Vanya tuh di suruh pulang soalnya lusa Vanya akan ikut olimpiade." jawab Vanya senang.
"Seriusan kamu jadi ikut olimpiade." tanya mama Vani.
"Iya dong ma, Vanya mana pernah bohong."
"Kalau papa kamu dengar ini pasti bakal senang."
Vanya hanya tersenyum menjawabnya.
"Ya udah sana kamu ganti baju, setelah itu belajar biar tambah pintar. Mama mau masakin makanan kesukaan kamu dulu." suruh mama Vani.
"Asik.. Mama yang terbaik deh."
cup.
Vanya menghampiri mama Vani dan mencium pipi mama Vani lagi.
"Oh iya nanti setelah pulang sekolah Vano suruh pulang ke sini aja, kita makan rame rame."
"Iya ma." jawab Vanya tidak ikhlas.
"Ya udah Vanya ke atas dulu, bye ma."
Vanya pun menaiki tangga menuju kamar yang sangat dia rindukan.
-
Vano tersenyum senang membaca pesan singkat yang Vanya kirimkan kepada nya.
"Yes, Vanya udah gak cuek lagi sama gw." gumam Vano dengan kepedean tingkat dewa.
"Lo ngomong apa Van?" tanya Rangga yang samar samar mendengar Vano berbicara.
"Hah, oh itu gw bilang nih sekolah kapan pulangnya." jawab Vano. Ya setelah bosan berada di basecamp Vano memutuskan untuk pergi ke kelasnya.
"Ya elah biasanya juga lo langsung cabut." Galang membalas ucapan Vano.
"Bener juga apa kata lo."
Vano pun segera membereskan barang-barang nya yang berada di meja dan memasukkan nya ke dalam tas ransel hitam miliknya.
"Kalian ikut apa enggak?" tanya Vano pada kedua temennya.
Galang dan Rangga saling pandang, dengan gerakan bola mata mereka berkomunikasi.
"Ya ikut lah." jawab kompak Galang dan Rangga dengan keras yang membuat mereka menjadi perhatian seluruh orang yang berada di kelas.
"Rangga, Galang ngapain kalian teriak teriak Hah. Kalian kira ini hutan apa." Bentak ibu guru yang mengajar.
"Hehehe ya maap Bu." ucap Rangga sambil cengengesan.
"Habisnya ini kucing Galang mau melahirkan buk jadi harus di bawa ke rumah sakit." tambah Rangga.
"Kucing?" beo Galang, pasalnya dia tidak pernah memiliki atau pun memelihara kucing.
Rangga mengkode Galang agar mengikuti aksinya. Galang yang mengerti pun segera mengiyakan ucapan Rangga.
__ADS_1
"Bener tuh buk jadi kita panik pasalnya kucing jantan saya tuh mau melahirkan dan itu harus sesar buk." timpal Galang.
"Ya udah buk kita ijin pulang dulu ya assalamualaikum." pamit Galang, dan di ikuti Rangga yang menyeret lengan Vano.
"Kita pulang dulu buk, urgent banget ini nanti kucing jantannya keburu lahiran." ucap Galang saat menyalimi tangan guru yang mengajar.
Mereka bertiga keluar dari kelas dengan santai. Saat mereka sudah agak jauh dari ruang kelas terdengar teriakan ibu guru yang mereka kibulin tadi.
"GALANG, RANGGA, VANO KEMBALI KALIAN." teriakkan menggema di dalam kelas yang membuat semua murid menutup telinganya lantaran bising sambil tertawa melihat gurunya yang di kibulin oleh Vano dkk.
Hahahaha....
"DIAM." sambil mengebrak meja.
"Sekarang kalian semua kerjakan lembar uji kompetensi hal 68 harus selesai sekarang, kalau tidak kalian tidak akan ibu luluskan dalam mata pelajaran ibu." perintah ibu guru yang tidak bisa di bantah.
Semua murid diam seketika dan menggerutuki tingkah Vano dkk yang sudah meng-ngibuli guru itu, Vano dkk yang buat salah kenapa malah mereka yang mendapat hukumannya.
"Tapi Bu.."
"Tidak ada tapi tapian, kalau kalian membantah ibu silahkan keluar dari kelas sekarang." murid yang mau protes tadi pun langsung diam dan segera melaksanakan perintah guru.
-
"Lo mau pulang ke mana Van?" tanya Galang.
"Ya mau ke rumah lah."
"Gw ikut yak."
"Gw juga." timpal Rangga.
"Oh tidak bisa. Gw mau ada urusan penting." tolak Vano.
"Yah, lo kok gitu sih. Padahal kan gw mau numpang makan di rumah lo." ucap Rangga mendramatisir.
"Lain kali aja, hari ini gw masih ada urusan."
"Lo kenapa sih Van, akhir akhir ini kok lo kayak sering banget ngilang gak ada kabar." tanya Galang mengeluarkan apa yang selama ini berada dalam otaknya.
"Gw gapapa kok, ya udah gw pergi dulu. Nih uang buat kalian jajan, sorry gw gak bisa nemenin." pamit Vano sambil menyerahkan beberapa lembar uang.
"Nah kalau kayak gini kan gw semangat." dengan senang hati Rangga menerima uang itu, sedangkan Galang hanya menatap Vano dengan pandangan yang susah di artikan.
"Gw pergi dulu."
"Hati hati Van." ucap Galang dan Rangga.
Vano pun pergi meninggalkan kedua temannya.
"Yok Lang kita makan di mana?" tanya Rangga.
"Di cafe star aja."
"Yok lah gas."
mereka pun pergi menuju cafe star yang mereka maksud.
...***...
...(Sumber by: pinterest)...
__ADS_1
Badboy bngt gak sih😂