
Setelah Vano bersiap, dia akan membangunkan Vanya yang masih asik bergelung di bawah selimut.
"Sayang bangun yuk, udah siang." Vano membangunkan Vanya sambil mengelus pipi Vanya dengan lembut.
"Sayang." pangil Vano lagi karena Vanya tidak meresponnya sama sekali.
"Apaan sih, aku masih ngantuk."Jawab Vanya masih dengan mata terpejam.
"Ayo bangun ini udah siang, kita sarapan dulu habis itu kita pulang." ajak Vano.
"Eemmhh...jam berapa sih?" tanya Vanya sambil menyipitkan matanya menyesuaikan cahaya terang dari matahari.
"Udah jam setengah sembilan, ayo bangun kamu harus sarapan habis itu minum susu."
"Hah berarti ini udah siang dong." seketika mata Vanya terbuka lebar dan melihat ke arah jam yang tengah menunjukkan jam sembilan kurang dua puluh lima menit.
"Kan aku udah bilang tadi, ayo cepat mandi aku udah siapin air hangat buat kamu." perintah Vano.
"Kamu udah mandi?" tanya Vanya sambil meneliti penampilan Vano dari atas hingga bawah.
"Udah dong, ayo cepat kayaknya yang lain udah pada nungguin kita."
"Kenapa kamu gak bangunin aku dari tadi, aku kan belum beresin koper kita."
"Aku gak tega bangunin kamu, udah ayo cepat mandi nanti malah keburu siang." perintah Vano yang langsung di laksanakan oleh Vanya.
Vanya berjalan sempoyongan ke arah kamar mandi.
"Hati hati jalannya, jangan sambil tidur." tegur Vano.
Setelah itu Vano pun mengeluarkan koper mereka agar di bawa oleh orang suruhan Vano ke mobil.
-
"Udah yuk." ajak Vano setelah melihat Vanya sudah cantik bak bidadari.
"Bentar aku beresin koper kita dulu." Vanya berjalan menuju lemari untuk mengambil kopernya dan Vano.
"Loh kok gak ada, pakaiannya juga udah kosong." ucap Vanya heran.
"Udah aku beresin tadi pagi, udah yuk kita ke bawah yang lain udah nungguin." ujar Vano sambil membawa Vanya keluar dari kamar hotel.
"Emang kamu tadi bangun jam berapa?" tanya Vanya sambil memandang Vano.
"Jam setengah delapan keknya lupa aku." jawab Vano.
__ADS_1
"Kok kamu gak bangunin aku sih, kan seharusnya aku yang paking."
"Selama aku bisa, aku akan lakuin itu. Kamu tidak boleh terlalu capek, jadi kamu harus banyak banyak istirahat."
Meleleh hati eneng bang🥰
"Makasih." ucap Vanya.
"Buat?"
"Buat semua yang sudah kamu lakuin dan buat semua yang sudah kamu berikan kepadaku." ujar Vanya.
"Itu sudah menjadi kewajiban aku buat kamu selalu bahagia, maaf selama ini aku belum bisa jadi yang terbaik buat kamu." Vano menghentikan langkahnya dan menghadap Vanya.
"Kamu ngomong apaan sih, kamu itu udah terlalu baik buat aku. Apalagi mama sama papa, mereka baik banget sama aku." balas Vanya satu tangannya mengelus pipi Vano.
"Makasih udah selalu setia sama aku, udah sabar menghadapi sikap sikap aku yang selalu bikin kamu kesal." menggenggam tangan tangan Vanya yang ada di pipinya.
"Iya, tapi kamu harus janji gak akan ngilangin lagi."
"Iya aku janji, akan ngilangin lagi." balas Vano yang membuat mata Vanya melotot.
"Gak, gak aku becanda sayangku. Aku akan usahain gak buat kamu kesal lagi, tapi aku gak bisa janji soalnya kalau lihat wajah kamu kesal tuh aku jadi makin gemes." lanjut Vano.
"Ya udah yuk kita kita lanjut jalannya." ajak Vano setelah menyadari bahwa mereka masih ada di tengah tengah koridor hotel.
Mereka berdua pun melanjutkan jalannya lagi menghampiri keluarga mereka yang mungkin saja sudah menunggu.
-
"Ini sebenarnya yang pengantin baru siapa sih." sindir Lucas saat melihat kedatangan Vano dan Vanya.
"Kita mah gak terlalu berlebihan ya gak yank?" timpal Farrel sambil bertanya pada Fira.
"Hmm." balas Fira.
Gak berlebihan apanya, orang belum apa apa aja udah tidur gak pakai baju.😂
"Iri bilang bos." ejek Vano sambil menarik kursi untuk Vanya duduk.
"Dih, siapa juga yang iri." balas Lucas tak terima.
"Kamu mau makan apa hmm?" tanya Vano pada Vanya tidak menghiraukan Lucas.
"Cih." decak Lucas.
__ADS_1
Sedangkan yang lainnya hanya sebagai penonton setia saja. Lumayan kan nonton drama gratis pagi pagi secara live pula.
"Apa aja deh, terserah kamu." jawab Vanya.
Mendengar itu Vano mengambilkan nasi serta beberapa lauk pauk yang tersedia di sana. Setelah itu Vano mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
"Udah lengkap semua kan, ayo kita mulai makannya." ajak Lucas tak sabaran.
"Kamu itu kalau ngomong, di saring dikit bisa kan." komen mama Fara pada Lucas.
"Lah, aku benar kan. Kita dari tadi nungguin mereka berdua sampai perut udah pada demo minta di isi." ungkap Lucas membuat Vanya merasa tidak enak. Sedangkan Vano, dia mah bodo amat.
"Maaf udah membuat kalian menunggu lama." ucap Vanya merasa bersalah.
"Enggak kok, orang aku sama Farrel juga baru datang. Si Lucas aja yang lebay." balas Fira agar Vanya tidak merasa bersalah.
"Iya benar itu kata Fira, kita tadi juga sekalian sambil ngobrol ngobrol ringan kok. Jadi kamu gak usah merasa tidak enak gitu." timpal mama Vani.
"Kamu jangan pikirin omongan Lucas ya, dia kan memang gitu." timpal mama Fara juga.
"Lucas, mobil yang mau Om kasih sama kamu Om batalkan." ucap papa William membuat Lucas kalang kabut.
"Yah yah, gak bisa gitu dong Om. Masak iya udah di kasih mau di minta lagi, nanti mata Om timbilan loh." Tak terima Lucas.
"Udah gak jaman begituan, pokoknya mobil kamu Om ambil lagi."
"Yah Om kok gitu sih. Van gw minta maaf, gw gak bermaksud ngomong gitu tadi. Gw cuma becanda, bilangin ke Om Wili dong agar tidak jadi batalin kasih mobilnya buat gw." mohon Lucas pada Vanya.
"Iya aku ngerti kok kamu kan orangnya suka becanda, tapi kalau soal mobil aku gak bisa bantuin itu sudah menjadi keputusan papa." balas Vanya.
"Yah, kok gitu sih. Van lo bantuin gw dong." mohon Lucas pada Vano.
"Ogah, lo udah bikin istri gw sedih. Dan dengan enaknya lo minta gw buat bantuin lo, sorry ya gw gak sudi." tolak Vano.
"Aaa.." Vano menyuapi Vanya karena Vano melihat Vanya belum juga makan makanannya dan di terima oleh Vanya.
"Yah lo kok gitu sih Van. Ayo dong plis bantuin gw, kali ini aja, gw kan sering bantuin lo." mohon Lucas.
"Rasain, makanya kayak Vino dong, pendiem, kalem dan gak banyak tingkah." ejek Vino pada Lucas.
"Heh bocil, lo pernah ngaca gak?"
"Sorry ya Om, meskipun Vino gak pernah ngaca tapi Vino tahu kalau Vino itu ganteng." balas Vino meng-pede.
"Dah lah semua orang ngeselin." sedu Lucas yang putus asa lantaran tidak ada yang membantunya.
__ADS_1
"PRANK..."
...***...