
"Gimana ketemu gak."tanya mama Fara kepada seluruh orang yang tengah mencari keberadaan benda pipih dan tipis yang berwarna hitam yang telah di buang oleh Vino.
"Maaf nyonya, kami semua sudah mencarinya di sekitar sini tapi tidak menemukan kebenaran black card milik tuan muda Vino." jawab kepala pelayan mewakili para pelayan yang lain.
"Kalian yakin?" menatap tidak percaya.
"Yakin nyonya." mereka semua serempak menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Hufft... Ya udah kalian lanjutkan pekerjaan kalian yang tadi aja, black card nya biar jadi urusan saya."
"Baik nyonya." jawab mereka semua dan segera kembali melakukan kegiatan mereka masing-masing.
"Hufft... Gini amat punya anak." gumam mama Fara dan segera kembali ke dalam rumah untuk menanyakan letak black card itu kepada Vino.
"VINO." Teriakkan mengelegar mama Fara sampai membuat Vanya yang berada di dapur pun mendengarnya dengan jelas.
"Ada apa sih mama kok teriak teriak." gumam Vanya dan segera mematikan kompor setelah itu dia pergi menghampiri mama mertuanya.
"VINO CEPAT TURUN KAMU." Teriak mama Fara lagi.
Sedangkan Vino yang berada di dalam kamarnya pun kelimpungan mencari alasan apa yang akan dia berikan nanti. Dia yakin tadi pencarian mamanya tidak membuahkan hasil.
"Aduh gimana nih."
"VINO TURUN GAK KAMU, MAMA MAU BICARA." Teriak mama Fara lagi.
"IYA MAMA VINO TURUN." jawab Vino berjalan dengan muka lesu keluar dari kamarnya.
"Ada apa sih ma, kok teriak teriak gitu?" tanya Vanya berjalan dari arah dapur.
"Itu adiknya si Vano, masak black di buang kayak gak ada harganya." jawab mama Fara.
"Ya elah mama kayak orang susah aja, punya papa kan banyak di dompet. Nanti tinggal minta apa susahnya sih." bukan Vanya yang ngomong tapi Vino yang berjalan menghampiri mamanya dengan wajah tak berdosa.
"Kamu..."
"Iya mama sayang, ada apa sih? Dari tadi pangil Vino mulu, kangen ya..." potong Vino agar mama Fara tidak sempat bertanya kepada Vino dimana keberadaan black card itu. Anak yang pintar bukan.
__ADS_1
"Dahlah mama cape ngadepin sikap kamu, mending kamu mama masukin asrama aja. Ayo Vanya sayang kita lanjutin masaknya." menarik tangan Vanya yang sedari tadi menjadi penonton drama keluarga Cemara.
"Yah, yah, mama kok gitu sih, Vino gak mau masuk asrama. Nanti siapa yang bakal habisin uang papa kalau Vino masuk asrama." ucap Vino yang tak di hiraukan mama Fara.
"Hufft... Kan jadi sebel Vino nya." Ucap Vino menghentakkan kakinya di lantai yang terbuat dari marmer.
"Tapi gak papa yang penting sekarang keberadaan black card Vino aman." lanjut Vino dengan senyum kesenangan menghiasi wajahnya seolah seperti seseorang yang habis memenangkan lotre.
"Mama... Jangan masukin Vino ke asrama ya, ya plis... Emang mama udah gak sayang lagi sama Vino." mengikuti mama Fara ke dapur dan mengeluarkan jurus andalannya yaitu menampilkan wajah imutnya yang bikin semua orang rasanya ingin mengantongi Vino ke dalam karung dan melemparnya ke rawa rawa.
"..." Mama Fara diam saja tak menjawab ucapan Vino.
"Mama...." mencibirkan bibirnya sambil mata bulatnya yang sudah berkaca-kaca.
Mama Fara tetap diam dan fokus memasak, sedangkan Vanya hanya menatap kasian plus menahan tawa melihat ekspresi Vino.
"Kak Vanya, mau kan bilangin ke mama kalau Vino gak mau masuk asrama." memohon kepada Vanya agar membantunya.
"Hah." Kaget Vanya lantaran dia yang tidak ikut apa apa ngapain di ajak main drama yang menurutnya sangat menyedihkan bin ngakak ini.
"Bantu apa kak Vanya gak tahu." tanya Vanya pura pura bego, padahal mah dia ngerti apa yang Vino mau.
"Huuwaaaa papa... mama sama kak Vanya jahat Huuwaaaa...." tangis Vino pecah mengegerkan seisi rumah.
"Lah kok malah nangis?" heran mama Fara.
Sedangkan Vanya bingung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Vanya jahat apa coba, perasaan dia gak ada tuh nyibit anak orang atau nyiwir anak orang. pikir Vanya.
"Huuwaaaa papa... Vino mau ikut papa sama kak Vano Huuwaaaa..." tangis Vino masih berlangsung.
"Cup cup cup anak ganteng kok nangis, nanti ilang loh gantengnya. Tadi katanya mau ikut jalan jalan, kalau Vino nangis ya gak mama ajak jalan-jalan." bujuk mama Fara setelah menyelesaikan acara memasaknya dan di lanjutkan penyajian di meja makan oleh Vanya di bantu kepala pelayan.
"Ta hiks pi ma-ma sama kak hiks Vanya ja-hat." ucap Vino tersengal Sengal.
"Enggak loh, mama sama kak Vanya gak jahat. Buktinya mama sama kak Vanya enggak cubit Vino kan?" sambil mengelus sayang rambut Vino.
"Tapi mama tadi mau masukin Vino ke asrama, Vino kan gak mau mama hiks hiks hiks.."
__ADS_1
"Kan Vino nya yang ngeselin jadi mama mau masukin Vino ke asrama, tapi kalau Vinonya nurut ya gak bakal mama masukin ke asrama."
"Vino janji Vino hiks bakal nurut sama mama hiks. Tapi nanti Vino di kasih black card hiks lagi ya ma." memandang mama Fara dengan sedu.
Vanya yang mendengar ucapan Vino pun seketika menghentikan kegiatannya dan menyempatkan diri untuk menimpuk jidatnya sendiri karena tak abis pikir dengan kelakuan Vino. Vanya yakin sebenarnya Vino ini tidak benar benar menangis tapi dia sedang pura pura.
"Hufft... baiklah nanti kalau papa pulang Vino minta sama papa lagi ya, sekarang Vino berhenti dulu nangisnya." pasrah mama Fara mengikuti kemauan anaknya yang tidak bisa dia tolak.
Kelemahan mama Fara adalah ketika melihat anaknya menangis tersedu sedu lantaran menginginkan sesuatu yang masih bisa dia berikan tapi tidak dia kasih. Dan akhirnya dia akan luluh juga.
"Tapi mama harus hiks janji nanti jangan marahin papa ya." mohon Vino yang masih ada sisa tangisannya sedikit.
"Ya kalau itu mama gak bisa jamin."
"Vino mohon ma... hiks, nanti ka- lau mama marahin papa nanti papanya gak mau kasih Vino black card lagi hiks." mohon Vino lagi.
"Iya iya nanti mama gak akan marahin papa, udah sekarang kamu berhenti nangisnya pusing ini mama dengernya." setuju mama Fara.
'Yes berhasil. Tuh kan pa, Vino baik. Vino udah selamatin papa dari amukan macan betina yang lagi datang bulan.' ucap Vino dalam hati yang merasa sekarang lantaran rencananya berhasil. Tuh kan benar apa kata Vanya tadi, Vino itu cuma pura pura.
'Sekali dayung dua pulau terlampaui, papa aman Vino juga dapat black card lagi. Nanti bisa buat saingin kak Vano.' lanjut dalam hati Vino.
"Makasih mama sayang, mama Vino paling cantik deh."
Cup.
Vino mengecup pipi mama Fara dengan senyum merekah di bibirnya dan tangisan yang udah mereda.
"Udah ayo kita makan sekarang, setelah itu kita siap siap dan berangkat jalan jalan.
...***...
Yang jago ngedrama alias drama Queen yok bisa yok adu kemampuan dengan Vino 😂
Adu b*cot maksudnya 😂
next part tentang Vano ya.
__ADS_1