My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 277


__ADS_3

Tujuh hari sudah Setelah kepergian Rangga dan Sisil, mereka semua sudah melakukan aktivitasnya seperti biasa. Hari ini tepat weekend Vano meminta teman temannya untuk ke markas. Vano akan membicarakan hukuman apa yang pantas untuk Cindy dan teman temannya.


Mereka semua sudah sampai di markas, Galang dan Sonya tercengang saat melihat bagian dalam bangunan yang tampak dari luar seperti bangunan yang sudah tidak di gunakan.


Bagian dalamnya sangatlah mewah, lebih mewah, dan yang pastinya sangatlah luas.


"Gilak Van, ini mah keren banget." kagum Galang.


"Gw mau dong gabung sama Lo." pinta Galang.


Ya, Galang dan Sonya sudah mengetahui siapa Vano. Beberapa hari yang lalu mereka sempet kaget dan takut dekat dengan Vano, tapi lambat laun mereka biasa saja.


"Baguslah kalau lo minat ikut sama gw, biar gw ada temen yang sepemikiran." balas Vano.


"Gimana cara daftarnya?" tanya Galang.


"Ntar gw kasih tahu." jawab Vano.


"Gw juga mau dong." ikut ikutan Sonya.


"Gak, aku gak izinin." tolak Galang.


"Iiih ayo lah, kan biar aku bisa jaga diri." mohon Sonya pada Galang.


"Bisa jaga diri bukan berarti harus jadi mafia." balas Galang.


"Tapi kan aku...."


"Udah kamu gak usah ikut ikutan, kamu gak lihat, kak Fira aja yang awalnya gabung terus sekarang udah enggak. Vanya juga gak ikut, emang kalau kamu mau ikut, kamu mau sama siapa temennya?" tanya Galang.


"Ya, ya cari temen baru lah." jawab Sonya.


"Udah Son lo di rumah aja kayak gw sama kak Fira, jadi mafia itu gak enak banyak musuhnya." sahut Vanya.


"Ya udah deh."


"Good girl." puji Galang mengacak acak rambut Sonya.


"Galang rambut aku berantakan nih." marah Sonya di balas cengiran oleh Galang.


Galang pun membantu Sonya untuk merapikan rambutnya yang sudah Galang acak acak.

__ADS_1


"Ck, gada tempat lain apa selain di sini?" kesal Lucas yang melihat kemesraan Galang dan Sonya.


"Kenapa iri?" balas Galang.


"Udah udah kalian ini ribut mulu, ayo kita ke dalam kita bicara tujuan kita ke sini." ajak Farrel yang sudah jengah dengan kelakuan mereka yang setia hari berantem mulu.


"Ayok yank." ajak Farrel pada Fira.


Farrel pergi dulu menuju suatu ruangan bersama Fira yang dia gandeng tangannya.


Dan yang lainnya pun menyusul mengikuti langkah Farrel dan Fira.


Mereka semua sekarang sudah duduk rapi di sofa yang berada di sana. Jumlah sofanya sangatlah banyak jadi muat jika harus di duduki banyak orang.


"Kita apain tuh enaknya nenek lampir?" tanya Lucas.


"Kalau menurut gw sih kita asingkan saja mereka ke negara yang terpencil dan sedit penduduknya." ucap Vano.


"Gw setuju sama Lo, karena kalau kita bunuh mereka, keenakan dong merekanya. Apalagi kalau kita kurung mereka pasti itu akan sangat enak, karena mereka gak akan ada usaha buat cari makan. Mendingan di asingkan aja ke negara yang miskin, terus nanti ambil pasport mereka biar mereka gak bisa kabur." setuju Galang.


"Oke lah kalau gitu biar gw siapin semuanya, lebih cepat lebih baik. Gw gak suka mereka mengotori tempat ini." balas Lucas.


"Ya udah lo aja yang urus gw udah malas liat muka mereka." balas Vano menyerahkan semuanya pada Lucas.


"Kenapa kamu diam aja hmm?" tanya Vano yang melihat Vanya diam saja.


"Kamu gak kasian lihat Tasya, dia sepertinya tidak tau apa apa tapi harus menerima akibatnya. Boleh gak kalau aku minta Tasya gak usah di hukum." pinta Vanya.


"Oh gak bisa gitu Van, kalau kita biarin salah satu dari mereka bebas kita sama aja memberikan kunci ke sel ke nara pidana. Tasya bisa saja diam diam membantu mereka. Kelihatannya aja Tasya itu baik, tapi lo gak tahu kan isi hati Tasya." balas Sonya menolak permintaan Vanya.


"Bener apa yang Sonya bilang Van, kita harus belajar dari sebuah kejadian. Jangan sampai kejadian seperti kemaren terulang lagi dengan membiarkan salah satu dari musuh tetap berkeliaran di sekitar kita." setuju Fira.


"Terus nanti gimana sama orang tua mereka?" tanya Vanya.


"Kamu gak usah mikirin itu, itu biar di atur sama Lucas." balas Vano.


"Ya udah lah, terserah kalian aja." balas Vanya.


"Oke masalah Cindy udah beres, terus habis ini kita mau ngapain?" tanya Farrel.


"Kita party dong." seru Sonya semangat.

__ADS_1


"Mau party apaan?" tanya Galang.


"Nonton konser online dong, ya gak?" tanya Sonya pada Vanya dan Fira.


"Yoi." balas mereka berdua kompak.


"Yuk Van ke mansion Lo, kita nonton di sana. Linstik lo banyak kan?" tanya Sonya.


"Banyak dong, malahan beberapa hari yang lalu gw beli lagi yang baru." balas Vanya.


"Wah bagus tuh, yuk kita pulang duluan." ajak Sonya dan di angguki Vanya dan Fira.


"Kita pulang duluan ya, babay....." pamit Fira.


"Daaahh...." Mereka bertiga melambaikan tangan ke para laki-laki yang masih terbengong.


Hingga para wanita sudah tidak terlihat keberadaannya barulah mereka tersadar.


"Hah, kemana mereka perginya?" tanya Vano.


"Pulang nonton konser katanya." balas Lucas.


Para suami dan pacar pun seketika menepuk jidatnya masing-masing, karena bagaimanapun raut wajah mereka akan kalah sama oppa oppa Korea.


"Nah kalau gini kan enak sama sama jomblo." seru Lucas senang.


Mereka tak menghiraukan ucapan Lucas dan berlalu pergi meninggalkan Lucas yang masih ada di sana.


"Jangan lupa lo urus semuanya." ucap Vano sebelum menghilang dari pandangan Lucas.


"Si*lan mereka." umpat Lucas.


Lucas pun pergi untuk mengurus semua keperluan penggungsian Cindy, Kia dan juga Tasya. Lucas langsung memesankan pesawat saat itu juga agar semua masalah cepat selesai dan dia bisa hidup tenang tanpa gangguan dari Vano.


Lucas berdoa semoga saja habis ini dia bisa liburan keliling dunia tanpa ada yang mengusiknya. Kalau bisa nanti Lucas akan membuang ponselnya agar tidak ada lagi yang bisa melacak keberadaannya. Terutama papanya yang selalu memantau keadaan Lucas di mana pun dia berada.


Lucas Lucas tahu papanya melakukan itu karena peduli terhadap dirinya, tapi lama kelamaan Lucas juga jengah. Masak kemana pun dia pergi selalu di awasi oleh orang orang papanya, kayak anak TK aja.


Setelah di rasa semuanya sudah siap, Lucas menyuruh anak buahnya untuk memberikan obat tidur untuk Cindy, Kia dan Sisil agar tidak menyusahkan dirinya saat di perjalanan menuju luar negeri nanti.


Ya, Lucas akan memastikan dengan sendiri, apakah di sana sudah layak untuk tempat tinggal mereka atau belum. Kalau belum Lucas akan mencarikan tempat yang lebih miskin dan kumuh lagi dari pada tempat itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2