My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 4


__ADS_3

...Hai readers gak bosan author ngingetin jangan lupa like komen dan votenya ya....


Sementara disebuah rumah mewah di kawasan elit seorang pria tengah duduk santai di sofa dan melihat adeknya yang lagi bermain. Cowok itu adalah Vano, setelah sampai rumahnya tadi Vano langsung membersihkan badannya setelah itu makan siang dan bersantai sambil memperhatikan adik laki-lakinya yang sedang belajar.


"Kak Vano ini gimana cara menghitungnya?"Tanya adiknya Vano.


"yang mana?"


"yang ini."sambil menunjukkan kepada Vano soal yang dia tidak mengerti.


"Oh yang itu. Gini caranya..."sambil menjelaskan cara mengerjakan soal-soal itu.


Ditengah tengah kegiatan Vano sama adeknya mama Vano yang bernama Fara datang.


"Vano tolong belikan mama tepung terigu dong di supermarket, soalnya mama mau bikin kue bolu kesukaan kamu tepungnya abis."Suruh mama Fara.


"Iya ma bentar Vano ambil jaket dulu."


"Ada yang mau di beli lagi ma?"tambah Vano yang sudah memakai jaketnya.


"Oh iya sama coklatnya juga soalnya tinggal sedikit."


"Kak Vano sekalian beliin Vino camilan dong soalnya cemilan Vino udah abis tadi."ucap adek Vano yang bernama Vino.


"Iya kakak belikan. Ya udah ma Vano berangkat dulu."


"Assalamualaikum."ucap Vano sambil mencium punggung tangan mamanya dan berlalu pergi keluar rumah.


"Waalaikum salam, hati hati nak jangan ngebut bawa motornya."


Begitulah dibalik sifat Vano yang nakal diluaran sana tetapi kalau di dalam rumah sifat Vano akan jadi penyayang terutama kepada kedua orang tuanya dan adik kesayangannya.


-


Sementara di tempat lain Vanya Habis belajar dan lagi tiduran di atas tempat tidur yang ada di kamarnya. Karena merasa lapar Vanya bangun dan keluar dari kamar menuju dapur.


Setibanya di dapur Vanya membuka lemari es untuk mengambil cemilan yang dia suka sebagai pengganjal lapar.


"Kok gak ada sih camilannya."monolog Vanya karena tidak melihat adanya camilan yang dia cari.


karena camilan yang dia cari gak ada akhirnya Vanya memutuskan untuk memakan roti yang di olesi selai. Tetapi ketika dia mau menggambil slai ras coklat kesukaannya ternyata slainya habis.


"Yah kok habis juga sih selainnya."


"Bi bibi."panggilan Vanya pada asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.


"Iya non ada apa."jawab bibi sambil menetralkan nafasnya karena berlari dari taman belakang.


"Ini slai rasa coklatnya kok habis bik."


"Iya non tadi bibi lupa mau beli waktu ke supermarket."


"Non mau makan roti ya, ya udah bentar non bibi belikan dulu."tambah bibi.


"Gak usah bi biar Vanya aja yang beli ke supermarket sekalian jalan-jalan bosen di rumah terus."


"Tapi non..."


"Udah gak papa biar Vanya aja yang beli, mendingan bibi lanjutin pekerjaan bibi di belakang yang belum selesai."jawab Vanya yang menyuruh bibi kembali ke taman belakang.


"Ya udah non kalo gitu bibi ke belakang dulu."jawab bibi yang langsung berjalan kearah taman belakang.

__ADS_1


Vanya pun pergi kearah kamarnya untuk mengambil jaket dan berganti pakaian karena dia tadi hanya memakai pakaian rumah.


Selesai ganti baju Vanya langsung keluar menuju mobilnya yang tadi sudah di bawa ke bengkel oleh orang suruhan papanya.



...(oot Vanya ketika keluar rumah)...


Sebelum Vanya masuk kedalam mobilnya tiba-tiba ada sebuah mobil yang masuk ke perkarangan rumahnya dan turunlah seseorang dari dalam mobil yang tak lain papa Wijaya.


"Kamu mau kemana Vanya, belajarnya udah selesai belum kok malah mau keluyuran."tanya papa Wijaya.


"Udah pa Vanya udah selesai belajar, ini Vanya mau pergi ke supermarket untuk beli camilan."


"Oh ya udah kamu hati hati langsung pulang jangan keluyuran."


"iya pa, kalau gitu Vanya pergi dulu pa."


"Assalamualaikum."pamit Vanya sambil mencium punggung tangan papanya.


-


Sedangkan Vano dia telah sampai di supermarket dan masuk kedalam untuk membeli barang yang dia cari.


-


Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu jauh karena supermarketnya memang dekat dengan rumah Vanya, akhirnya dia sampai. Vanya keluar dari mobil sambil membalas pesan dari sahabatnya. Dia berjalan masuk ke dalam supermarket dan menuju tempat berbagi macam camilan sambil memainkan ponselnya.


Tiba tiba...


Bruk


Vanya pun menunduk kebawah membantu orang itu membereskan barang barangnya yang yang ada di bawah. Sedangkan orang yang ditabrak diam mematung karena dia merasa mengenali suara itu.


"Sekali lagi saya minta maaf ya."ucap Vanya sambil membereskan barang-barang yang berserakan.


Vano yang mendengar suara itu lagi akhirnya dia tersadar dan menunduk untuk mengambil barang barangnya. Orang yang tadi di tabrak Vanya itu adalah Vano tapi mereka blm menyadarinya karena mereka sama sama menunduk dan belum melihat wajah masing masing.


Vanya mengambil sebuah Snack yang ada di depannya tiba-tiba bertepatan dengan tangan seseorang yang ingin mengambilnya juga akhirnya tangan Vanya dipegang oleh orang tersebut yang membuat dia mendongakkan kepalanya.


deg


suara jantung keduanya.Pandangan mereka bertemu.


"Aduh jantungku kenapa begini jangan jangan aku kena serangan jantung nanti pulang dari sini harus di cek nih."ucap Vano dalam hati.


"Jantung gw kok gini ya jangan jangan...


gak gak gw gak boleh suka sama si Vano."ucap Vanya dalam hati.


Setelah sadar siapa orang yang dia tabrak betapa kagetnya dia waktu tahu orang yang dia tabrak adalah Vano. Dan yang lebih membuatnya murka adalah ketika dia menyadari tangannya masih dipegang oleh Vano.


"Lo." ucap Vanya.


"kenapa hmm." jawab Vano sambil menarik turun kan alisnya sambil mengangkat sebelah bibirnya yang membuat Vanya salah tingkah.


"ng- ngapain Lo disini."pertanyaan bodoh Vanya.


"Menurut lo kalau orang ke supermarket ngapain."


"B-belanja.'' jawab Vanya gagap.

__ADS_1


"Itu lo tahu trus ngapain masih nanya."


"Lo kok gugup gitu sih, lo salting ya hmm."tambah Vano yang malah membuat Vanya salah tingkah karena mendengar pertanyaan Vano.


"Gw- gw salting sama lo ya gak mungkinlah ngarang Lo."jawab Vanya sambil menggaruk tengkuknya untuk menghilangkannya.


"Halah bilang aja kalo lo salting gak usah bohong."


"Ya iyalah salting siapa yang gk salting diliatin kayak gitu sama cowok ganteng lagi. Eh gw kok bisa mikir gitu sih sadar Vanya sadar dia itu Vano murid yang paling menyebalkan di sekolah." ucap dalam hati Vanya sambil melamun.


"Woy."


""Woy Vanya Fairosa Wijaya."


"Eh iya apa tadi."tanya Vanya setelah sadar dari lamunannya yang membuatnya lebih malu lagi karena ketahuan Vano.


"Lo kok ngelamun sih, oh atau jangan jangan lo lagi ngelamunin gw."


"Idih siapa juga yang lagi ngelamunin lo orang gw lagi mikir tadi mau beli apa kok."kilah Vanya padahal tebakan Vano memang benar Vanya lagi ngelamunin Vano tapi Vanya bilang enggak. ya kali Vanya mau ngaku bisa gempar dunia.


"Oh gak lagi mikirin gw ya udah."


"Tapi mikirin gw juga gak papa sih gratis juga gak bayar."tambah Vano lirih yang masih di dengar Vanya tapi dia tidak menanggapinya karena bisa panjang urusannya.


"Lo udah selesai kan belajanya."ucap Vanya yang di tanggapi anggukan oleh Vano.


"Ya udah sana pergi ganggu gw belanja aja."suruh Vanya sambil melangkahkan kakinya meninggalkan Vano menuju tempat camilan yang dia cari.


Sedangkan Vano yang di tinggalkan Langsung pergi menuju tempat kasir untuk membayar belanjaannya dan langsung keluar dari supermarket.



...(tatapan Vano kepada Vanya)...


Setelah Vanya mendapatkan camilan kesukaannya dia pergi menuju tempat rak slai coklat yang dia cari tapi karena tempat slai yang ada di bagian rak paling atas sendiri sehingga membuatnya tangannya tidak sampai untuk mengambil slai itu.


"Yah tinggi banget sih tempatnya."monolog Vanya karena tangannya yang gak sampai.


Vanya berusaha mengambil slai itu dengan menjijitkan kakinya supaya sampai tapi tiba-tiba ada tangan yang membantunya mengambilkan slai itu. Vanya pun berbalik untuk melihat orang itu sambil mengucapkan terimakasih.


"Terimakas...."


deg


betapa kagetnya Vanya saat mengetahui siapa yang membantunya mengambilkan slai.


"Lo.."


.....


Siapakah kira kira yang membantu Vanya mengambil slai itu?


Alexandro Marvino William


Adek Vano yang sangat disayanginya



...Terimakasih buat readers yang masih setia membaca cerita aku sampai sini jangan bosan-bosan ya pencet tombol like komen dan votenya 😁...


Follow Ig author:@adhilla_021

__ADS_1


__ADS_2