My Ketos My Lady

My Ketos My Lady
part 52


__ADS_3

"Permisi mas mau pesan minum?" tanya waitress kepada Vano.


Vano menatap pelayanan itu, setelahnya dia menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu saya pergi dulu nanti jika ada yang mau di pesan silahkan pangil saya."


Vano hanya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dia mengerti.


Vano melihat sekeliling di mana banyak orang yang berjoget ria mengikuti alunan musik DJ yang di bawakan oleh peDj wanita yang memakai pakaian kurang bahan.


"Cihh mata gw bisa ternodai nih kalau lama lama berada di sini." ucap Vano saat melihat orang yang duduk berada di meja depannya sedang bercumbu mesra dengan pasangannya.


"Galang lama banget sih gak tau apa kalau gw ini cowok yang masih suci."


Vano pun memutuskan untuk memainkan ponselnya tanpa menghiraukan orang orang yang berada di sekitarnya.


"Halo baby." tiba tiba ada seorang wanita yang berpakaian mini duduk di sebelah Vano sambil menyolek dagu Vano.


Vano melotot melihat apa yang wanita itu lakukan kepadanya.


"Ngapain lo pedagang pedagang tubuh gw HAH." marah Vano sambil menghempaskan tangan wanita itu.


"Aduh kalau marah makin ganteng deh, kita main yuk di kamar."


WHAT. Apa tadi dia bilang main di kamar, emang dia pikir Vano cowok apaan coba. pikir Vano.


Vano menatap wanita itu dengan tajam, setajam silet. canda.


"Baby jangan gitu liatin aku nya. Aku jadi makin terang**ng tau gak." sambil melingkarkan tangannya di tangan Vano.


Vano di buat makin geram dengan kelakuan wanita itu. Vano berdiri dan menghempaskan tubuh wanita itu ke bawah.


Bruk.


Vano menunduk dan menekan dagu wanita itu dengan keras sehingga membuat wanita itu kesakitan.


"Saya udah larang lo jangan pegang tubuh gw tapi lo masih aja melakukannya." ucap Vano dengan garang.


"Kalau lo mau main main sama saya gak di sini tempatnya." ucap Vano sambil menaikkan sudut bibirnya.


Wanita itu yang mendengar ucapan Vano tersenyum. Dia mengira main yang Vano maksud itu adalah main di atas ranjang. Tapi sepertinya dugaannya salah besar.


"Lo tinggal milih mau main di kandang Buaya atau di kandang singa?" sambil mengencangkan tangannya yang memegang dagu wanita itu.


Wanita itu melotot mendengar ucapan Vano, dia menatap wajah Vano yang sedang marah. Menurutnya itu sangatlah menyeramkan.


"S-sayamohon lepaskan saya, saya janji gak akan ganggu kamu lagi."


"Cuihh." Vano meludah tepat di wajah wanita itu.

__ADS_1


"Melepaskan mu, jangan mimpi."


"Saya mohon, saya janji bakal lakuin apa pun yang kamu minta asal jangan masukin saya ke kandang buaya." wanita itu terus berusaha memohon kepada Vano agar dia tidak di masukkan ke dalam kandang buaya.


CK kandang buaya dari mana, orang kandang sapi aja gw gak punya. pikir Vano dengan tersenyum dalam hati karena sudah berhasil menekan wanita itu agar mau melakukan perintah nya.


"Oke, ada satu syarat nya." ucap Vano sambil menghempaskan dagu wanita itu dengan kasar hingga membuat tubuh wanita itu terhuyung ke belakang.


Vano mengibaskan tangannya seolah terdapat kotoran yang amat menjijikkan.


"Syarat nya adalah lo harus masuk ke dalam kamar nomor XXX trus lo panggilin cowok yang bernama Galang, bilangin kalau di tunggu Vano di bawah." suruh Vano.


"Ta-ta-pi itu privasi orang, dalam pekerjaan saya di larang untuk masuk kamar yang sudah di pakai seseorang." ucap wanita itu sambil menunduk takut.


"Ooh gitu. Ya udah lo siap siap saja di luar anak buah saya udah siap, dan kebetulan buaya sama singa belum saya kasih makan tadi." Vano memanas manasi wanita itu.


"Jangan. Baik akan saya lakukan." wanita itu segera berlari menuju kamar yang Vano bilang tadi.


Vano tersenyum menang.


"Gini kan enak, gak perlu repot-repot pangil si Galang." ucap Vano tak kalah santai dan mendudukkan tubuhnya kembali ke tempat semula.


Orang orang yang berada di club itu menatap Vano dengan bergidik ngeri dan mereka berjanji tidak akan mencari masalah dengan Vano atau akan berakhir sama seperti wanita tadi.


-


Di posisi Vanya, setelah melaksanakan sholat isya dia kembali belajar agar otaknya bisa melampaui otak Vano. pikir Vanya.


"Udah jam sembilan ternyata. Capek juga mandangin buku buku ini." keluh Vanya sambil membereskan buku-bukunya ke tempatnya.


"Enaknya ngapain ya sambil nunggu Vano pulang?" sambil mengetuk jarinya ke dagu sambil berfikir.


"Oh iya gw lupa, Om Sehun kan sekarang lagi ada projek drama baru, nonton drakor aja deh sambil nunggu Vano."


Vanya mengambil laptop dan berjalan menuju ruang televisi untuk menonton drakor yang lagi on going.


Vanya nonton drakor sama seperti kaum hawa pada umumnya, jika ada pemain yang di sukai pasti bakal teriak teriak gak jelas.


"Ya ampun baru muncul aja udah bikin sesak nafas."


"Mau dong jadi mbak janda, agar bisa di kedipin manja sama Sehun."


Dan masih banyak lagi yang Vanya ucap kan.


-


Kembali ke tempat Vano berada. Dia tengah bosen lantaran Galang belum juga kelihatan batang idungnya.


"Iisss nih si Galang mana sih, lama bener."

__ADS_1


"Jangan bilang Galang juga ikutan main nih sama si jal**g." ucap Vano yang tengah bosan.


"Awas aja nanti kalau udah kesini gw timpuk pakai sepatu."


Dari arah belakang Vano ada seseorang yang tengah memperhatikannya.


"Halo bos, saya melihat keberadaan salah satu anak William di dalam club malam." lapor orang itu kepada bosnya melalui ponsel.


"..."


"Baik bos akan saya laksanakan."


Tut.


panggilan di putuskan oleh orang yang berada di sebrang yang tak lain adalah mister X.


"William liat nanti apa yang bakalan anak mu lakukan. Hahahaha." ucap mister X di tempatnya setelah memutuskan panggilan telepon.


Orang yang dari tadi memperhatikan Vano hingga tau apa saja yang Vano lakukan di sana itu pun berjalan ke arah waitress dan memesan minuman alkohol.


"Baik tuan silahkan di tunggu." ucap waitress itu.


Setelah beberapa saat minuman alkohol yang dia pesan tadi sudah berada di tangannya dan dia memasukkan sesuatu ke dalam minuman itu dan tak lupa dia juga memindahkan minuman itu ke gelas biasa agar tidak di curigai oleh Vano.


Dia menyuruh seorang waitress untuk menyerahkan minuman itu kepada Vano dan bilang kalau minuman itu dari Galang.


"Permisi tuan ini dari mas Galang katanya di suruh ngasih ke tuan." ucap waitress itu sambil meletakkan minuman itu ke atas meja Vano.


"Oh iya makasih taruh situ aja."


Waitress itupun pergi meninggalkan Vano.


"Galang tau aja kalau gw haus, ehh tapi kok di lihat dari warnanya kayak alkohol ya."


"Tapi mana mungkin si Galang ngasih gw alkohol kan."


Karena harus akhirnya tanpa pikir panjang Vano meminum minuman yang katanya dari Galang itu.


Setelah beberapa saat setelah minum minuman itu Vano merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.


"Sial gw di kasih obat perangsang." umpat Vano saat menyadari bahwa minuman tadi ada obat perangsang nya.


Di saat seperti ini ada seorang cewek yang beuhh pakaiannya sangat sexy datang dan duduk di samping Vano sambil tangannya mengelus dada dan paha Vano.


"Oh. Shitt."ucap Vano.


Kesadaran Vano mulai berkurang akibat obat perangsang itu. Dan ada beberapa orang laki laki datang dan memapah Vano membawa nya kesebuah kamar.


...***...

__ADS_1


Hari ini up satu bab aja ya biar kalian penasaran 😂


__ADS_2